
Cuaca hari ini sangat cerah, secerah hatinya Rida yang semakin hari semakin akrap dengan Rizal. Sedangkan Rizal sendiri juga sudah tak mengganggu Nahda lagi hanya memerhatikannya saja, entah sudah menyerah atau ada hal lain.
Seperti biasa kebanyakan para murid setelah jam istirahat mereka mengisi perut terlebih dahulu di kantin sebelum melakukan aktivitas lainnya, termasuk Nahda, Lina, dan Rida.
"Nahda setelah ini kamu kemana?" Tanya Lina.
"Ke perpustakaan mungkin." Jawab Nahda.
"Kamu jadi kutu buku juga sekarang?" Tanya Rida.
"Ya tidak juga, terkadang aku ketiduran di perpustakaan." Jawab Nahda.
"Bernarkah, aku tak pernah melihatmu tidur disana?" Tanya Lina terkejut.
"Aku serius, tapi jangan bilang siapa pun ya." Kata Nahda pelan.
"Iya tenang aja aman kok." Kata Rida.
"Ternyata kalian sudah hampir selesai rupanya." Kata Rizal tiba-tiba datang dan langsung duduk begitu saja.
"Iya Kak, kok tumben baru datang?" Tanya Rida.
"Iya ada urusan sebentar." Jawab Rizal.
"Setelah ini kalian mau kemana?" Tanya Rizal.
"Kita akan pergi ke perpustakaan, Kak." Jawab Rida.
"Oh, kalau begitu kita barengan aja." Kata Rizal.
Setelah makan mereka pergi ke perpustakaan bersama-sama, setelah sampai disana mereka berpencar mencari buku yang mereka butuhkan.
"Kak Rizal, bisa minta tolong?" Tanya Rida.
"Iya, ada apa?" Tanya Rizal.
"Tolong ambilkan buku itu!" Jawab Rida menunjuk sebuah buku di rak paling atas.
"Oh iya." Kata Rizal mengambilkan buku untuk Rida.
"Ini bukunya." Kata Rizal menyerahkan sebuah buku ke Rida.
"Terima kasih, Kak." Ucap Rida mengambil sebuah buku dari tangan Rizal.
"Iya, sama-sama." Ucap Rizal.
"Mereka berdua semakin akrap saja ya?" Tanya Lina.
"Biarkan saja, jika mereka sampai jadian kita akan menagih hukumannya nanti, pasti seru." Jawab Nahda.
"Ya, benar juga." Kata Lina.
"Kamu sudah menemukan buku yang kamu cari apa belum?" Tanya Nahda.
"Sudah." Jawab Lina sambil menunjukkan sebuah buku.
"Kalau begitu ayo kita ke kelas!" Ajak Nahda.
"Ayo!"
"Hei, tunggu aku!" Seru Rida dari belakang Lina dan Nahda.
"Ada apa?" Tanya Lina.
"Aku ikut kalian, kenapa bertanya?" Jawab Rida dan kembali bertanya.
"Ya tadikan kamu bersama Kak Rizal, bukankah kau senang jika dekat dengannya?" Jawab Lina dan kembali bertanya.
__ADS_1
"Ya memang, tapi aku tidak ingin terlalu dekat dengannya." Jawab Rida.
"Yakin?" Tanya Nahda menggoda Rida.
"Yakinlah." Jawab Rida.
"Tapi aku tidak yakin." Kata Nahda.
"Terserah." Kata Rida mulai kesal
"Seandainya kamu di tembak kamu terima gak?" Tanya Nahda masih asik menggoda Rida.
"Em gimana ya?" Jawab Rida berfikir.
"Terima aja lah, kesempatan emas tidak akan datang dua kali." Kata Nahda memberi saran.
"Iya juga sih, eh tidak tidak tidak, akukan udah janji gak akan pacaran." Kata Rida sempat menerima tawaran dari Nahda namun ia tolak karena teringat sesuatu.
"Sepertnya kamu tidak bisa melakukannya." Kata Nahda tak henti-hentinya mengdoda Rida.
"Aku bisa, lihat saja nanti." Kata Rida kesal.
"Hihihi iya deh iya." Kata Nahda dengan tertawa kecil.
"Kamu tuh ya, godain temennya supaya berbuat dosa, jadi setan kamu."
"Hahahaha kan aku iseng aja."
Di sepanjang perjalanan Lina hanya menyimak bersebatan antara dua temannya sambil mencari-cari seseorang dan pada akhirnya ia menemukannya dan memperhatikannya sebentar.
"Ehem liatin siapa Lin?" Tanya Rida.
"Apa, enggak." Jawab Lina.
"Di sapa dong, atau aku bantuin panggil dia." Kata Rida.
"Ssttt apaan sih kamu tuh, gak usah repot-repot bantuin aku, terima kasih." Kata Lina kesal.
"Hei Lina, kamu dari mana?" Tanya Zidan mendekati Lina.
"Dari perpustakaan." Jawab Lina cepat.
"O oh." Tanggapan Zidan dan berlalu begitu saja.
"Heh, ada apa dengan tuh anak, tumben banget?" Tanya Rida heran.
"Udah tobat kalik." Jawab Nahda.
"Baguslah, kalau dia bener-bener tobat." Kata Rida.
.....
Di kelas X MIPA 2
Kelas itu terlihat sepi karena masih jam istirahat, hanya di isi oleh Nahda, Lina dan Rida saja.
"Eh ngomong-ngomong kalian nanti ada acara gak?" Tanya Rida.
"Tidak." Jawab Lina dan Nahda bersama.
"Ada apa memangnya?" Tanya Nahda.
"Temani aku beli kue di toko kue FardanFera." Jawab Rida.
"Itukan toko milik ayahnya Kak Rizal." Kata Lina.
"Katanya gak ingin terlalu dekat, trus apa ini?" Tanya Nahda kembali menggoda Rida.
__ADS_1
"Aku bukannya ingin bertemu Kak Rizal, tapi aku ingin bertemu dengan kue." Jawab Rida kesal.
"Hahaha." Lina dan Nahda tertawa.
"Memangnya untuk apa kamu beli kue?" Tanya Lina.
"Hari ini adalah ulang tahun mamaku, jadi aku, papa dan kak Marisa ingin membuat kejutan." Jawab Rida.
"Oh begitu, apa aku juga bisa membantu?" Tanya Lina.
"Aku juga akan membantumu, aku lumayan pandai mendekorasi." Kata Nahda.
"Ya tentu saja, lebih banyak orang akan lebih seru." Jawab Rida.
"Ya udah deh, kalau begitu aku ke kelas ya, daaaa" Kata Rida berpamitan sambil melambaikan tangan.
"Daaaa."
......
Setelah pulang sekolah seperti yang di rencanakan tadi, Rida, Lina dan Nahda pergi ke toko kue FardanFera untuk membeli kue ulang tahun untuk mamanya Rida.Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di toko kue tersebut.
"Sebelum beli kuenya kita icip-icip kue dulu ya, aku lapar." Kata Rida sambil tersenyum nyengir.
"Aku traktir deh." Kata Rida lagi.
"Oke." Jawab Nahda dan Lina bersama.
Mereka pun menikmati kue yang mereka pesan, masing-masing memesan kue dengan rasa yang berbeda. Rizal tak sengaja melihat mereka bertiga ada di sana pun langsung menghampirinya.
"Eh kalian ada di sini?" Tanya Rizal.
"Iya Kak, aku ingin membeli kue ulang tahun untuk mama." Jawab Rida.
"Oh hari ini ulang tahun mamamu ya?" Tanya Rizal.
"Iya, Kak." Jawab Rida.
"Kamu ingin mendekorasinya sendiri atau pesan saja?" Tanya Rizal.
"Memangnya boleh mendekorasi sendiri?" Tanya Rida.
"Untuk pelanggan khusus tentu saja boleh." Jawab Rizal.
"Pelanggan khusus?" Batin Rida berbunga-bunga.
"Kalau begitu aku akan mendekorasinya sendiri." Kata Rida antusias.
"Memangnya kamu bisa mendekorasi kue? Membuat donat saja bentuknya aneh." Kata Nahda mengejek.
"Tentu saja aku bisa, entah kenapa dengan mu hari ini, sejak tadi mengejekku terus." Kata Rida kesal.
"Karena aku bosan." Jawab Nahda datar.
"Hei kalian berdua, berhentilah berdebat atau kejutannya gagal nanti." Kata Lina yang sudah bosan mendengar berdebatan antara ke dua temannya itu.
"Jadi bagaiman Rida?" Tanya Rizal
"Aku yang mendekorasinya sendiri, Kak." Jawab Rida.
"Baiklah, ayo ikut aku!" Ajak Rizal.
"Kalian ikut tidak?" Tanya Rida.
"Tentu saja ikut, aku ingin melihat skilmu mendekorasi kue." Jawab Nahda.
Bersambung.....
__ADS_1