
Nahda, Rida dan Lina sedang berjalan di lorong sekolah untuk pulang sambil mengobrol, Nahda menceritakan alasan kenapa dia tidak bermain voli lagi.
"Jadi begitu yaa, aku mengerti perasaanmu Nahda kehilangan seseorang yang kita sayangi memang menyakitkan" kata Lina
"Memang kamu pernah merasakannya Lina?" tanya Rida
"Pernah, kamu ingatkan masih di SD dulu aku demam gara-gara nangisin kucingku yang sudah mati" jawab Lina
"Oh iya bener aku ingat, duh parah banget deh kamu" kata Rida
"Segitu sayangnya sama kucing" kata Nahda heran
"Ya namanya bocil" kata Lina
"Hahaha"
"Em ngomong-ngomong yang bikin kamu bahagia hari ini apa sih aku penasaran?" tanya Rida
"Ya seperti yang ku bilang tadi, selama ini aku jatuh dalam keterpurukan dan kemarin aku menyadari bahwa itu tidaklah benar. Dan aku juga menyadari bahwa banyak yang peduli dan menyayangi ku, termasuk kalian. Dan aku merasa lebih baik sekarang" jawab Nahda
"Iya tentu saja kita juga menyayangi mu, kan bestie" kata Rida
"Terima kasih yaa" ucap Nahda
"Sama-sama bestie" ucap Lina dan Rida sambil memeluk Nahda
Mereka pun sampai di halaman sekolah
"Lina, ada Zidan tuh lagi nungguin kamu kayaknya" kata Rida menunjuk Zidan sedang berhenti di depan mereka dengan pandangan ke arah depan
"Apaan sih kamu tuh, gak mungkin lah" jawab Lina berbisik sambil berjalan melewati Zidan
"Lina" panggil Zidan dari belakang
"Tu kan bener, udah sana samperin kita duluan ya, ayo Nahda" kata Rida menarik tangan Nahda
"Iiih tunggu kok aku di tinggal sih" kata Lina sambil menghentakkan kakinya
"Iya Zidan ada apa?" tanya Lina membalik badannya
"Hari ini kamu terlihat cantik, aku ingin memberimu sesuatu" Kata Zidan berjalan mendekati Lina
Lina menunduk malu dengan rasa yang tidak karuan.
"Ini tolong kerjakan tugas ku ya, sampai besuk" ucap Zidan memberikan sebuah buku dan pergi begitu saja dengan santay
"Apa? yang benar saja?" ucap Lina terkejut
"Aku pikir, huh otak ku sepertinya tidak beres, mana mungkin dia akan memberi ku hadiah" batin Lina sambil menggelengkan kepalanya
......
Di kamar Nahda
Setelah selesai mengerjakan tugas Nahda bersantai di atas kasur sambil memainkan ponselnya.
"Kak Iqbal tidak mengirimi pesan lagi" kata Nahda beberapa kali mengecek IGnya
"Aku yang terlalu berharab"
"Dia posting video baru"
"Lagu ini ku nyanyikan sepesial untuk seseorang yang berinisial N" Nahda membaca keterangan Video yang Iqbal posting
"N siapa ya?"
Nahda pun memutar videonya, ia melihtnya sambil tengkurap. Terlihat Iqbal bernyanyi dengan bermain gitar.
*
Kau lihat aku di sini menunggumu
Menanti akan kehadiran dirimu
Berkali-kali ku menghubungi kamu
Berharab kau dan aku cepat bertemu
Jujur aku tak sanggup bila kau jauh
Terasa berat dan hampir ingin mengeluh
Rasa ini sungguh
Membuat ku jatuh cinta padamu
Kau ciptakan lagu indah
Kau senyum semanis buah
__ADS_1
Satu tapi pasti dan sangat berarti
Kau tak kan terganti
Sungguh dirimu membuat ku terlalu bersemangat
Jalani hari-hari ku dengan hebat
Kau tau hidup tanpa mu itu berat
Dengan mu aku kuat
Dengan begitu ku berhenti untuk terus mencari
Karna ku telah temukan pawang hati
Mengisi kesempurnaan ini
Jangan kau pergi lagi ho woo..
Ku merindukan mu
Ku merindukan mu
*
"Ya Allah dia keren sekali" ucap Nahda terpesona rasanya ingin video itu di ulang lagi
"Tapi N itu siapa? kenapa di rahasiakan? apa kak Iqbal sudah punya pacar ya?" kata Nahda
Ting
Suara notifikasi pesan dari IG
》"Hai Nahda apa kamu sudah melihat postingan ku? itu untuk mu" kata Iqbal
"Hah serius? untuk ku? jadi N itu adalah Nahda begitu? benarkah?" ucap Nahda tak percaya membaca pesan dari Iqbal
"Hah aku pasti bermimpi" kata Nahda belum yakin
"Aduh sakit, berarti nyata" kata Nahda mencubit pipinya sendiri
"Aaaa so sweet" ucap Nahda memegang kedua pipinya sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya
"Aku tidak menyangka ekspektasi ku jadi nyata"
"Huft oke balas gak ya?"
"Oke akan aku balas"
》"Lagu itu untuk ku?" tanya Nahda
》"Iya itu untuk mu" jawab Iqbal
》"Terima kasih kak, Kakak sangat keren" ucap Nahda
》"Terima kasih kembali" ucap Iqbal
"Uuu dia sangat manis"
"Tidak tidak tidak ini terlalu berlebihan"
"Aku tidak bisa tidur kalau begini"
"Baiklah tenang tenang, hah tidak bisa"
"Perasaan apa ini?"
Nahda bicara sendiri sambil menggulang-gulingkan badannya seperti cacing kepanasan.
.....
Di kamar Lina
Setelah mengerjakan tugas miliknya sendiri, ia membuka buku milik Zidan yang di berikan tadi.
"Tugas apa bukunya kosong begini, dia pasti mengerjai ku lagi" gerutu Lina membolak-balikkan bukunya Zidan
"Eh apa ini" ucap Lina melihat ada sesuatu yang jatuh
"Hah ini kan foto ku" kata Lina melihat apa yang terjatuh dari buku tadi
Di balik foto itu ada puisi dan Lina pun segera membacanya.
#
Lina kau seperti bunga mawar yang indah
Menghiasi tanah yang tandus dan gersang
__ADS_1
Memiliki aroma harum mewangi menenangkan hati
#
Lina pun tersenyum malu membaca puisi itu
"Dia sangat romantis" batin Lina
Setelah itu Lina melihat masih ada tulisan lagi di bawah dan tulisannya lebih kecil
#
Tapi bo-ong hahaha...
Mana ada bunga mawar pakai kaca mata
Rabun kali ya
Hahaha
#
"Nyebelin banget sih" kata Lina melempar fotonya yang bertulisan puisi tadi ke atas meja
"Dia terus aja mempermainkan perasaan ku, kali ini aku akan membalas mu" ucap Lina kesal
.....
Keesokan harinya
Nahda sudah sampai di sekolah ia berjalan sendiri di halaman sekolah dengan perasaan yang begitu bahagia.
"Nahda tunggu!" panggil Rida dari belakang berlari menghampirinya bersama Lina
"Hai selamat pagi" sapa Nahda
"Selamat pagi juga" balas Lina dan Rida
"Eh Nahda kamu tau gak, kemarin Iqbal memposting video menyanyikan sebuah lagu khusus untuk seseorang berinisial N" kata Rida
"Tau, memang kenapa?" tanya Nahda
"Apa munggin itu kamu" jawab Rida
"Belum tentu, orang berinisial N itu banyak Rida" kata Nahda
"Kalau seandainya bener, gimana perasaan kamu?" tanya Rida
"Ya gak gimana-gimana" jawab Nahda santay menyembunyikan perasaannya yang sedang berbunga-bunga
"Rida Rida kamu itu suka banget mengintrogasi orang" kata Lina
"Hehe abis aku penasaran" kata Rida
"Ayo kita ke kelas" ajak Lina
"Kalian duluan aja, aku ada urusan sebentar" kata Rida
"Urusan apa?" tanya Lina
"Ada deh" jawab Rida
"Ya udah terserah kamu aja, ayo kita ke kelas Nahda" kata Lina menggandeng tangan Nahda
Rida sengaja berhenti di halaman sekolah untuk menunggu Rizal sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba ada dua orang siswa sedang bermain kejar-kejaran dan tak sengaja menabrak Rida dari belakang. Rida hampir saja terjungkal, beruntung Rizal lewat di saat yang tepat ia menahan tangan Rida dan menariknya agar tidak terjatuh.
"Hampir saja, Rida kamu tidak apa-apakan?" tanya Rizal
"I-iya kak aku baik-baik saja" jawab Rida sambil menunduk malu karena berdiri berhadapan dengan Rizal dengan jarak yang lumayan dekat
"Aku hanya ingin melihatnya saja kenapa malah begini" batin Rida
"Lain kali hati-hati, ya udah aku duluan ya" kata Rizal
"Iya kak terima kasih" ucap Rida
......
Di lorong sekolah
Terlihat Zidan bersandar di tembok sedang menunggu Lina.
"Zidan ini buku mu ku kembalikan" kata Lina memberikan sebuah buku dan langsung pergi
"Terima kasih" ucap Zidan
"Wah ternyata dia membalas puisi ku" kata Zidan membuka bukunya
"Hah apa-apaan ini dia mengejek ku" kata Zidan membaca puisi di bukunya
__ADS_1
Bersambung.....