
Waktu istirahat telah tiba, seperti biasa Nahda, Lina dan Rida pergi ke kantin terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lainnya.
"Nahda kamu kenapa? Hari ini terlihat murung." Tanya Rida.
"Hanya lelah saja." Jawab Nahda.
"Apa masih sakit?" Tanya Rida.
"Sedikit." Jawab Nahda
"Sepertinya Kak Angel sengaja melakukannya." kata Rida.
"Sepertinya memang begitu." Kata Nahda.
"Mundur saja Nahda, jangan membahayakan dirimu." Kata Lina.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja, aku belum melakukan apa-apa." Kata Nahda.
"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Rida.
"Lihat saja nanti." Jawab Nahda.
"Terserah kau saja, tapi kalau kau membuat hawatir lagi, akan aku pukul nanti." Kata Lina.
"Tidak akan." Kata Nahda santay.
"Hai, aku ikut gabung ya." Kata Rizal langsung duduk begitu saja.
"Baiklah aku sudah selesai, duluan ya." Kata Nahda beranjak pergi.
"Kamu mau kemana Nahda?" Tanya Rizal.
"Ke perpustakaan." Jawab Nahda.
"Aku ikut ya?" Tanya Rizal.
"Aku pergi dengan Fikri." Jawab Nahda.
"Ayo Fik kita ke perpustakaan!" Ajak Nahda.
"Iya." Jawab Fikri.
"Apa mereka punya hubungan?" Tanya Rizal.
"Mungkin saja begitu, mereka sering bersama." Jawab Rida.
.....
Di perpustakaan.
"Hai Nahda, kamu ada di sini?" Tanya Kemal menghampiri Nahda yang sedang mencari buku.
"Iya." Jawab Nahda fokus mencari buku.
"Hanya sendiri saja?" Tanya Kemal.
"Tidak." Jawab Nahda masih fokus mencari buku.
"Bersama siapa?" Tanya Kemal lagi.
"Fikri." Jawab Nahda.
"Fikri itu siapa?" Tanya Kemal.
"Teman dekatku." Jawab Nahda.
"Nahda kamu sudah selesai apa belum?" Tanya Fikri menghampiri Nahda.
"Sebentar." Jawab Nahda.
"Hah kebiasaan." Ucap Nahda kesal melihat buku yang ia cari ada di rak paling atas.
"Fikri, bisa tolong ambilkan buku yang itu!" Kata Nahda menunjuk sebuah buku di rak paling atas.
"Iya." Jawab Fikri mengambil buku yang Nahda tunjuk.
"Ini bukunya." Kata Fikri menyerahkan buku.
"Terima kasih." Ucap Nahda menerima buku dari Fikri.
"Sama-sama."
__ADS_1
"Ya sudah, ayo kita pergi!" Ajak Nahda.
"Kenapa Nahda bisa suka sama tuh cowok? Padahalkan lebih keren gue." Batin Kemal kesal.
.....
Di taman sekolah.
Setelah dari kantin, Lina dan Rida menghabiskan waktu istirahat mereka di taman sekolah sambil mengobrol.
"Lina apakah Nahda menyukai Fikri?" Tanya Rida.
"Entahlah, dia itu pandai menyembunyikan perasaannya, aku tidak bisa menebak." Jawab Lina.
"Tapi mereka begitu akrap akhir-akhir ini." Kata Rida.
"Jika kamu ingin tahu, tanyalah sendiri kepada yang bersangkutan." Kata Lina
"Ehem." Riyan berdeham setelah duduk di samping Rida sambil melipat kedua tangannya.
"Ada apa Yan?" Tanya Rida.
"Tidak, aku ingin duduk di sini saja, tidak apa-apakan?" Jawab Riyan dan kembali bertanya.
"Iya, tentu saja tidak." Jawab Rida.
"Kemarin setelah pulang sekolah, kamu di lapangan sedang apa?" Tanya Riyan.
"Melihat Nahda latihan." Jawab Rida.
"Nahda itu siapa?" Tanya Riyan.
"Temanku." Jawab Rida.
"Lalu aku bukan temanmu?" Tanya Riyan.
"Kenapa?" Tanya Rida heran.
"Ooo, ada yang iri nih ceritanya, ya nanti aku akan melihatmu latihan." Kata Rida mengerti maksud Riyan.
"Yang akan ikut pertandingan futsal nanti siapa saja?" Tanya Rida.
"Aku, Zidan, Ifan, Ronal dan Reno, itu pemain intinya." Jawab Riyan.
"Memangnya kenapa?" Tanya Lina.
"Apa kamu tidak ingin mendukungnya?" Tanya Rida.
"Untuk apa?" Tanya Lina.
"Ya tentu saja memberi semangat, apa lagi." Jawab Rida.
"Nah itu dia orangnya kesini." Kata Rida menunjuk ke arah Zidan.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Zidan.
"Lina ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Jawab Rida
"Apa?" Tanya Lina terkejut.
"Oh ya, kauingin mengatakan apa?" Tanya Zidan duduk di samping Lina.
"Tidak, aku tidak ingin mengatakan apa-apa." Jawab Lina cepat.
"Ternyata kalian ada di sini, wah ternyata ada double date di sini. Kalau begitu aku tidak ingin mengganggu." Kata Nahda menghampiri mereka.
"Apa yang kamu katakan, bukannya kau yang kencan dengan Fikri." Kata Lina kesal.
"Tidak." Kata Nahda.
"Iya, temanya sendiri di lupain." Kata Rida.
"Kalau lupa, mana munggkin aku datang kemari." Kata Nahda.
"Kauini memang menyebalkan, ayo kita ke kelas!" Ajak Lina menarik tangan Nahda untuk pergi dari sana.
"Hei kenapa aku di tinggal?" Tanya Rida.
"Kaukan sudah bersama teman kelasmu." Jawab Lina.
"Dasar kalian ini." Kata Rida masih duduk di bangku taman.
__ADS_1
Zidan dan Riyan terkekeh melihat tingkah mereka bertiga.
"Kenapa kalain ketawa?" Tanya Rida.
"Lucu." Jawab Zidan dan Riyan bersama.
.....
"Kamu semakin akrap saja dengan Zidan?" Goda Nahda
"Sudah hentikan! Aku ingin mengatakan hal serius denganmu." Kata Lina
"Apa?" Tanya Nahda.
"Apa kamu menyukai Fikri?" Tanya Lina.
"Tidak." Jawab Nahda.
"Lalu kenapa kau dekat dengannya?" Tanya Lina.
"Tidak apa-apa." Jawab Nahda.
"Jika hanya untuk menghindari Kak Rizal dan Kemal, sebaiknya hentikan itu. Kau bisa melukai perasaanya, dia itu menyukaimu." Kata Lina.
"Kenapa kau berkata begitu?" Tanya Nahda.
"Aku hanya mengingatkanmu saja, agar kamu tidak merasa bersalah nantinya." Jawab Lina.
"Benar juga kata Lina." Batin Nahda.
"Iya nanti aku akan meminta maaf dan terima kasih sudah mengingatkanku." Kata Nahda.
"Iya."
.....
Jam sekolah pun telah berakhir, para murid berhamburan melewati gerbang sekolah untuk pulang menuju rumah mereka masing-masing. Kecuali para peserta yang akan ikut lomba nanti, mereka harus berlatih lebih dulu.
"Nahda, apa kau ingin ikut berlatih?" Tanya Rida mengikuti Nahda ingin pergi ke lapangan bersama Lina.
"Tidak, aku hanya ingin minta izin kepada Pak Rudi." Jawab Nahda.
"Kalau begitu, sekalian kita melihat mereka latihan." Usul Rida.
"Mereka siapa?" Tanya Nahda.
"Ya kau bisa melihat Fikri, aku sudah janji untuk melihat Riyan dan Lina bisa melihat Zidan." Jawab Rida.
"Iyakan Lin?" Tanya Rida.
"Apaan sih, kita pulang aja." Jawab Lina
"Hmm tapi ide Rida bagus juga, kamu bisa pulang dulu kalau tidak mau." Kata Nahda.
"Ya udahlah aku ikut." Kata Lina.
"Ehem ehem ada yang gak bisa ikut latihan nih, kasihan." Kata Angel dari belakang.
Mendengar itu, mereka bertiga berhenti dan melihat siapa yang bicara di belakang mereka.
"Sudah ku duga, pasti kemarin kau sengajakan?" Tanya Nahda
"Kalau iya memang kenapa? Lo tuh gak pantes buat ikut kompetisi." Jawab Angel.
"Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan rencanaku." Batin Nahda.
"Yaa secara kemampuan lo tuh masih di bawah setandar, jadi sebaiknya lo nyerah aja, dari pada malu-maluin tim kita." Kata Angel.
"Jika kemampuan Kak Angel lebih baik dari aku, kenapa harus repot-repot mencelakaiku agar di keluarkan dari tim. Kalau ketahuan bagaimana? Pasti kalian akan terkena masalahkan?" Tanya Nahda.
"Trus?" Tanya Angel.
"Jika merasa yakin dengan kemampuan Kakak, kenapa harus mengambil resiko, Kak Angel pasti akan mendapatkan penghargaan karena bisa mencetak poin paling banyak." Jawab Nahda.
"Apa maksud lo?" Tanya Angel.
"Dari pada mengambil resiko, lebih baik kita bersaing di dalam tim. Siapa yang mencetak poin paling banyak dia yang menang." Jawab Nahda.
"Apa lo ingin mempermainkan kita?" Tanya Aurel.
"Tidak, aku mengajak kalian bermain." Jawab Nahda.
__ADS_1
"Bagaimana berani tidak?" Tantang Nahda.
Bersambung.....