
Nahda berjalan dengan langkah cepat keluar dari toko dan Rizal masih setia mengikutinya.
"Nahda tunggu!" seru Rizal
"Jangan marah aku tidak ada maksud apa-apa" jelas Rizal namun tidak di gubris oleh Nahda
"Nahda!"
Nahda tidak memperdulikan panggilan dari Rizal, ia terus berjalan hingga berhenti di sebuah taman di dekat toko tersebut dan terlihat banyak pengunjung berada di sana.
"Dia berjalan cepat sekali, di mana dia?" kata Rizal mencari-cari keberadaan Nahda
"Itu dia" kata Rizal melihat Nahda duduk di bangku taman
"Itu Rizal" kata salah satu pengunjung yang ada di sana
"Oh iya samperin yuk" kata pengunjung lainnya
"Hai Rizal" sapa salah satu pengunjung
"Hai" balas Rizal
"Sedang apa di sini?" tanya pengunjung yang satunya
"Aku sedang mengejar pacar ku dia lagi ngambek" jawab Rizal asal saja supaya tidak di ganggu para cewek-cewek di sana
"Oo begitu"
"Ternyata dia sudah punya pacar"
"Yang mana pacarnya?"
"Nanti kita juga tau"
Rizal pergi mengampiri Nahda dengan mengendap-ngendap agar Nahda tidak tau dan duduk di sampingnya dengan jarak lumayan dekat.
"Nahda" panggil Rizal pelan sambil tersenyum
"Astaghfirulloh" ucap Nahda terkejut saat menoleh ke arah Rizal yang memanggilnya karena jarak wajah mereka sangat dekat
"Kenapa seperti melihat setan saja?" tanya Rizal heran
"Dasar kau" kata Nahda sambil memukul Rizal dengan Tas
"Aduh, kenapa kau memukul ku?" tanya Rizal
"Kau ini tidak tau aturan ya, jaga jarak lima meter, kalau tidak ku pukul lagi" ancam Nahda menatap tajam sambil mengangkat tasnya
"Iya iya maaf" ucap Rizal lalu pergi duduk di bangku yang lain
"Huft" Nahda menghela nafas dengan kasar
Tak lama kemudian dua orang cewek yang menghampiri Rizal tadi pergi menghampiri Nahda
"Hai dek kita boleh duduk di sini?" tanya salah satu cewek tadi
"Iya kak silahkan" jawab Nahda
"Oh iya apa kamu pacarnya Rizal?" tanya cewek yang satunya
"Apa? bukan kak, siapa yang bilang?" tanya Nahda
"Rizal sendiri yang mengatakannya, katanya dia kesini ingin membujuk pacarnya yang sedang marah dan dia menghampiri mu kan tadi" jawab cewek tadi
"Apa? dasar orang itu" kata Nahda kesal langsung berdiri
"Hei kau, beraninya kau ngaku-ngaku jadi pacar ku memang kau pikir kau ini siapa" teriak Nahda sambil berjalan menghampiri Rizal
"Haduh, dia marah besar mampus gue" batin Rizal
"A-aku hanya bercanda Nahda" kata Rizal sambil bersiap-siap kabur
__ADS_1
"Bercanda katamu, itu sama sekali tidak lucu" kata Nahda mendekati Rizal dengan penuh amarah
"Maaf Nahda maaf" kata Rizal lari
"Pengecut mau lari kemana kau"
"Aku tidak bermaksud begitu Nahda tolong maafkan aku"
"Aku akan memaafkanmu setelah memberimu pelajaran"
.......
Hanif sudah selesai mengantarkan pesanan dan saatnya ia pulang namun, ia tidak melihat Nahda di mana-mana
"Mas Hanif mencari Nahda ya?" tanya Syifa
"Eh Syifa iya, kamu tau Nahda pergi kemana?" jawab Hanif dan bertanya kembali
"Tadi bersama Rizal" jawab Syifa
"Bersama Rizal, pergi kemana mereka?" tanya Hanif
"Hei Berhenti!" teriak Nahda mengejar Rizal
"Bang Hanif tolong Nahda mengamuk" teriak Rizal pergi kearah Hanif dan bersembunyi di belakang Hanif
"Astaghfirulloh ada apa ini" ucap Hanif terkejut
"Hei Nahda berhenti sudah nak sudah" kata Hanif menghalangi Nahda
"Gak bisa om dia sudah membangunkan singa yang sedang tidur" kata Nahda bersungut-sungut
"Tenanglah tenang, tarik nafas hembuskan tarik nafas lagi hembuskan sekali lagi" kata Hanif menenangkan Nahda
"Oke sekarang cerita ada apa?" tanya Hanif lembut
"Om dia itu sangat menyebalkan, dia selalu saja mengganggu ku, dia juga suka mengerjaiku, tadi dia mengagetkanku dengan memasang wajah sok manisnya dekat dengan wajah ku dan dia ngaku-ngaku jadi pacar ku, bahkan dia mengenalkan aku pada ibunya, apa maksudnya itu" jawab Nahda panjang kali lebar
"Nak Rizal bercanda itu boleh tapi, jangan berlebihan. Bisakah kamu menjaga sikap kepada perempuan terutama putri kecil ku ini" kata Hanif
"Iya bang Hanif, maaf" ucap Rizal
"Ya sudah kami pulang dulu, Nahda ayo kita pulang"
......
Ke esokan harinya
Terlihat Nahda berada di halaman sekolah, berjalan menuju kelas dengan wajah kusut entah apa yang terjadi padanya.
"Selamat pagi Nahda" sapa Rida dan Lina tiba-tiba datang
"Pagi" balas Nahda dengan nada malas
"Kamu kenapa?" tanya Rida
"Semalam aku tidak bisa tidur" jawab Nahda
"Memangnya mikirin apa sampek gak bisa tidur?" tanya Lina
"Entahlah" jawab Nahda
"Hai kalian selamat pagi" sapa Rizal ikut berjalan bersama mereka
"Pagi kak" balas Rida
Nahda langsung menatap tajam Rizal
"Sepertinya dia masih marah pada ku" batin Rizal
"Ee aku duluan yaa" ucap Rizal langsung pergi lebih dulu
__ADS_1
Lina dan Rida heran melihat Rizal terlihat ketakuatan lalu melihat Nahda namun ia terlihat biasa saja
"Lina apa yang terjadi di antara mereka?" tanya Rida berbisik
"Mana ku tau" jawab Lina
....
Di kelas X MIPA 2
"Nahda kamu kenapa? kamu terlihat tidak baik" tanya Fikri melihat Nahda lesu
"Apa kamu sakit?" tanya Fikri lagi sambil menyentuh jidatnya Nahda
Nahda tetkejut dan langsung menonjok perut Fikri
"Aduh kenapa menonjok ku?" tanya Fikri
"Kau sudah melanggar peraturan" jawab Nahda
"Peraturan apa?" tanya Fikri
"Menyentuh ku" jawab Nahda
"Maaf, aku hanya ingin memeriksa saja, kamu kelihatan tidak sehat" kata Fikri
"Aku baik-baik saja, hanya kurang tidur" kata Nahda
Lina tertawa cekikikan melihatnya
Kriiiingng
Bel istirahat berbunyi
"Akhirnya istirahat juga" batin Nahda lelah menahan kantuk selama pelajaran
Nahda pun langsung menyandarkan kepalanya di atas meja pertumpu dengan kedua tangannya dan wajahnya mengarah ke kanan (ke arah tempat duduk Fikri).
"Nahda kita kekantin yuk!" ajak Lina namun tidak mendapatkan jawaban
"Sssttt dia sedang tidur biarkan saja dulu, kasihan dia" kata Fikri pelan
"Oo begitu yaa"
Beberapa saat kemudian
Fikri membawa semangkuk bakso dan satu gelas jus jeruk untuk Nahda
"Nahda bangun, makan dulu ini aku bawakan bakso" kata Fikri membangunkan Nahda dengan mengetuk meja
"Berisik aku mau tidur" kata Nahda mengubah posisinya menghadap ke kiri
"Bukanya kamu punya penyakit maag kalau telat makan nanti kambuh, apa kamu mau masuk rumah sakit lagi" kata Fikri mengomeli Nahda
"Kamu ini cerewet sekali seperti om ku saja" kata Nahda bangun
"Ya itukan karena sayang, eh" kata Fikri kemudian menutup mulutnya karena salah bicara
"Apa?"
"Iya karena om mu sayang pada mu dan aku sebagai teman mu peduli pada mu, benarkan" jelas Fikri
"Emm ya terima kasih, akan ku ganti uangnya" kata Nahda
"Tidak perlu, aku ihklas kok" tolak Fikri
"Aku tidak ingin berhutang, ini" kata Nahda memberikan uang
"Ya sudah aku tinggal dulu ya, di habiskan baksonya" kata Fikri beranjak pergi tidak ingin mengganggu Nahda
"Dia baik sekali" batin Nahda melihat Fikri pergi
__ADS_1
Bersambung.....