Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Kak Syifa


__ADS_3

Hari sudah semakin sore Nahda mulai bosan ia hanya memaikan ponselnya saja.


"Nahda jangan bermain ponsel terus!" tegur Hanif


"Habisnya bosen, kapan aku pulang baru sehari saja rasanya udah berhari - hari" kata Nahda


"Mungkin lusa" kata Hanif


"Lama dong, Nahda udah baikan, Nahda pengen pulang om" kata Nahda


"Ya sabar to" kata Hanif


Drrtttt


Suara ponsel Nahda bergetar


"Ayah" kata Nahda melihat siapa yang meneleponya


Ayah Nahda melakukan panggilan video setelah mendapat kabar bahwa putri satu - satunya sedang sakit, Bagas Permana itulah nama ayahnya Nahda.


"Assalamualaikun ayah" salam Nahda


"Waalaikumsalam, ini anak ayah kenapa?" balas Bagas


"Gak papa kok yah kemarin hanya salah makan saja" jawab Nahda


"Lhoh di jaga dong kesehatannya, ayah gak bisa jagain kamu" kata Bagas


"Iya ayah maaf" ucap Nahda


"Nahda udah makan belum?" tanya Bagas


"Belum" jawab Nahda


"Kenapa belum makan?" tanya Bagas


"Gak enak" jawab Nahda


"Meskipun gak enak harus tetep makan" kata Bagas


"Ayah kenapa gak pindah kesini aja yah cari perkerjaan lain biar bisa menamani Nahda, di sini sangat sepi" kata Nahda


"Ya gak bisa lah sayang" kata Bagas


"Suruh nikah lagi aja ayah mu biar ada yang nemenin kamu" kata Hanif duduk di samping Nahda


"Yee kamu tu yang harunya nikah, jomblo terus gak bosen apa" kata Bagas


"Iya tuh om nanti keburu tua lo" kata Nahda


"Ya kan belum ketemu jodohnya" kata Hanif


"Ya di cari lah" kata Nahda


"Mau di cari kemana?" tanya Hanif


"Ya Berusaha to kasian tuh keponakan kamu kesepian kamu tinggal kerja, biar ada yang nemenin" kata Bagas


"Iya om kalo ada tantekan Nahda gak sendiri, biar gak di titipin ke tetangga mulu" kata Nahda


"Apa sih kalian ini bapak sama anak sama aja" kata Hanif pergi duduk di sofa tidak ingin terlibat pembicaraan antara anak dan ayah yang membuatnya kesal


"Hahaha" Nahda dan Bagas tertawa


"Ya sudah ya nak ayah harus bertugas lagi" kata Bagas


"Iya ayah"


"Kamu sudah besar sekarang bukan TK lagi, jaga diri dengan baik jangan ceroboh" kata Bagas


"Iya, ayah juga jaga diri baik - baik di sana" kata Nahda


"Iya semoga cepat sembuh ya nak"


"Iya, Nahda sayang ayah"

__ADS_1


"Ayah juga sayang Nahda"


"Daa ayah assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Nahda sekarang waktunya makan, makan yaa" kata Hanif


"Gak mau" kata Nahda


"Katanya pengen cepet pulang, kalau pengen cepat sembuh harus banyak makan" kata Hanif


"Tapi jangan bubur aku gak mau" kata Nahda


"Ya udah kamu mau makan apa? om beliin" tanya Hanif


"Apa yaa? gak ada yang enak" kata Nahda berfikir


"Soto daging aja deh" kata Nahda setelah lama berfikir


"Oke awas aja nanti kalau gak di makan, ya udah om tinggal dulu ya" kata Hanif beranjak pergi


"Iyaa"


.....


Setelah beberapa menit mencari akhirnya Hanif menemukan warung yang menjual soto daging tak jauh dari rumah sakit di mana Nahda di rawat. Setelah mendapatkan apa yang Hanif pesan ia pun kembali kerumah sakit, sesampainya di rumah sakit ia melihat seseorang yang ia kenal bersama adiknya lalu pergi menghampirinya.


"Syifa sedang apa kamu di sini?" tanya Hanif


"Eh Mas Hanif, aku sama adikku habis menjenguk bibik" jawab Syifa


"Oh begitu" kata Hanif


"Iya, oh iya aku dengar keponakan mas sakit ya? apa di rawat di rumah sakit ini?" tanya Syifa


"Iya" jawab Hanif


"Boleh aku menjenguknya?" tanya Syifa


"Tentu saja boleh" jawab Hanif


"Tidak kak aku tunggu di luar saja" jawab Ifan


"Ya sudah kakak tidak akan lama" kata Syifa pergi dengan Hanif


"Assalamualaikum" ucap Hanif membuka pintu


"Waalaikumsalam" balas Nahda


"Siapa om?" tanya Nahda melihat ada seorang perempuan berhijab mengikuti Hanif dari belakang


"Ini teman kerja om namanya Syifa" jawab Hanif


"Syifa ini keponakan aku namanya Nahda" kata Hanif


"Hai Nahda bagaimana keadaanmu?" tanya Syifa mendekati Nahda


"Alhamdulillah sudah lebih baik kak" jawab Nahda tersenyum manis


Seperti ada angin segar yang menerpa Nahda ketika melihat Syifa


"Kak Syifa hanya sendiri kesini?" tanya Nahda


"Tidak sama adik kakak tapi dia nunggu di luar" jawab Syifa


"Nahda ini soto dagingnya mumpung masih anget di makan yaa" kata Hanif menyerahkan semangkuk soto daging


"Nanti aja om belum selera" kata Nahda melihat soto dagingnya


"Nanti dingin makin gak enak, jangan cerewet om suapin ya" kata Hanif duduk di samping Nahda


"Gak mau" tolak Nahda


"Ya Allah kamu ini kaya ibu - ibu lagi nyidam aja deh" gerutu Hanif

__ADS_1


"Gimana kalau kak Syifa yang suapin, mau ya?" tanya Syifa


"Boleh" jawab Nahda


"Gak usah Syifa kasian nanti adik kamu nunggu lama" kata Hanif


"Gak papa mas, mana sini" kata Syifa meminta soto daging yang di pegang Hanif


"Maaf ya jadi ngerepotin kamu" kata Hanif menyerahkan semangkuk soto daging


"Gak apa-apa mas, aku senang bisa bantu" kata Syifa


Syifa menyuapi Nahda dengan telaten Hanif sangat senang melihatnya


"Udah kak" ucap Nahda


"Ini tinggal sedikit di habiskan, orang sakit memang gak enak makan tapi kalau tidak di paksa kapan sembuhnya" kata Syifa


Mendengar ucapan Syifa Nahda langsung menangis


"Heh kenapa menangis, apa ada kata-kata kakak yang salah?" tanya Syifa terkejut


"Tidak kak hanya ingat bunda, kalau aku sakit biasanya yang merawat bunda hiks hiks.." jawab Nahda


Syifa yang merasa iba pun langsung memeluknya sampai Nahda tenang. Hanif juga meneteskan air mata, terharu melihat pemandangan indah di depan matanya


"Ya Allah apakah dia jawaban dari doaku?" batin Hanif


Nahda sudah berhenti menangis namun ia masih setia memeluk Syifa untuk mengobati rindu pada bundanya


"Nak sudah! kak Syifanya mau pulang keburu maghrib nanti" kata Hanif mendekati Nahda


"Sebentar" kata Nahda masih berada di pelukan Syifa


"Gak papa mas biarkan saja dulu" kata Syifa


"Tapi kasihan adik mu nunggu lama" kata Hanif


"Kak Syifa mau gak jadi tantenya Nahda?" tanya Nahda melepas pelukannya dan memegang kedua tangannya Syifa


"Heh kamu tuh nanya apa sih? jangan aneh-aneh deh, udah kak Syifanya mau pulang itu" Kata Hanif terkejut mendengar pertanyaannya Nahda


"Iya iya bawel amat sih jadi om om" kata Nahda kesal


"Gak sopan kamu ngomong sama orang tua" kata Hanif tak mau kalah


"Iya maaf om ku yang baik hati" ucap Nahda tersenyum manis


Syifa hanya tersenyum menahan tawa melihat tingkah Hanif dan Nahda


"Haduh maafin Nahda ya Syifa dia memang suka bercanda" ucap Hanif merasa tidak enak


"Iya tidak apa-apa, kalau begitu aku pamit dulu ya keburu maghrib" kata Syifa berpamitan


"Iya Syifa terima kasih yaa" kata Hanif


"Iya sama-sama, kakak pulang dulu ya Nahda semoga cepat sembuh" ucap Syifa


"Iya kak Syifa terima kasih" ucap Nahda


"Iya assalamualaikum" ucap Syifa pergi keluar


"Waalaikumsalam" balas Hanif dan Nahda bersama


"Kamu tuh ya malu-maluin aja" gerutu Hanif


"Kenapa sih? om Hanif suka sama kak Syifa yaa" goda Nahda


"Apaan sih kamu tuh" kata Hanif duduk di sofa dekat pintu


"Sejak tadi Nahda perhatiin om tu curi-curi pandang dengan kak Syifa kalau bukan suka apa namanya" jelas Nahda


"Sok tau kamu" kata Hanif


"Nahda kasih tau ya om, kalau emang suka buruan di lamar. Kak Syifa itu perempuan yang baik cantik lagi nanti keburu di ambil orang nyesel baru tau" kata Nahda sambil kembali memainkan ponselnya

__ADS_1


"Bener juga sih kata Nahda" batin Hanif


Bersambung.....


__ADS_2