Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Kak Paijo


__ADS_3

Setelah lima hari sakit, akhirnya hari ini Nahda bisa pergi ke sekolah. Seperti biasa ia berangkat bersama Hanif, mereka sudah berada di depan gerbang sekolah


"Nahda ingat ya lambung kamu belum sembuh betul, jangan sembarangan makan" kata Hanif setelah memberhentikan motornya


"Iya om" kata Nahda turun dari motor


"Ya sudah om berangkat kerja dulu, assalamualaikum" ucap Hanif


"Waalaikumsalam" balas Nahda


Setelah berpamitan dengan Hanif Nahda langsung masuk ke sekolah, sesampainya di halaman sekolah ada seseorang yang memanggilnya


"Nahda!" seru seseorang dari belakang sambil berlari menghampirinya


"Fikri" ucap Nahda melihat siapa orang yang memanggilnya


"Akhirnya kamu masuk juga, apa kamu sudah benar-benar sembuh?" tanya Fikri


"Iya begitulah" jawab Nahda


"Kamu sendiri saja, tidak bersama Lina?" tanya Fikri


"Iya seperti biasa, aku jarang berangkat bersama Lina mungkin sudah ada di kelas sekarang" jawab Nahda


"Oh begitu, ya sudah ayo kita ke kelas" ajak Fikri


"Ayo"


Mereka pergi menuju kelas bersama sambil mengobrol hingga langkah mereka terhenti di lorong sekolah.


"Hei coba lihat cewek sombong ini sudah sembuh rupanya" kata Angel


"Kamu kenapa masuk rumah sakit hmm, patah hati ya?" kata Aurel


"Uhhh kasihan" kata Alfi


"Hahaha"


Nahda dan Fikri hanya menyimak saja, lalu Rizal datang menghampiri mereka


"Nahda syukurlah kamu sudah sembuh" kata Rizal


Nahda tidak menjawab


"Rizal ngapain sih lo tuh sok peduli sama cewek sombong ini?" tanya Angel


"Memang kenapa?" tanya Rizal


"Buang-buang waktu aja tauk" jawab Angel


"Bener tuh, liat aja dia gak peduli sama kamu, malah pergi gitu aja" kata Aurel menunjuk Nahda sudah pergi dari sana.


Melihat Nahda sudah pergi bersama Fikri, Rizal pun ikut pergi dari sana dengan ekspresi sedikit kesal.


"Jadi Rizal itu suka dengan siapa?" tanya Aurel


"Aku rasa Rizal suka dengan cewek sombong itu" jawab Alfi


"Trus kenapa dekat dengan mi jeruk?" Tanya Angel


"Karena mi jeruk yang berusaha deket sama Rizal" jawab Alfi


"Tumben lo pinter" kata Angel


"Gue emang pinter Ngel" kata Alfi


"Iya deh iya" kata Angel


"Trus gimana sekarang?" tanya Aurel


"Biarin aja dulu, gue akan terus ngawasin mereka dan di saat yang tepat gue akan permainkan mereka" kata Angel tersenyum licik


"Oke oke gue ikut" kata Aurel


"Ya udah kita kelas yuk" kata Alfi

__ADS_1


.....


Di kelas X MIPA 2


Rida masih asik mengobrol dengan Lina belum ingin kembali ke kelasnya, Nahda dan Fikri sudah sampai di kelas.


"Nahda akhirnya kamu masuk juga" ucap Rida melihat Nahda masuk kelas


"Kenapa rindu ya?" tanya Nahda


"Iya, rasanya ada yang kurang kalau kamu gak ada" jawab Rida


"Iya Na kami rindu" kata Lina


"Termasuk orang yang di sampingmu itu, tiap hari nanyain kamu" kata Ifan ikut berbicara sambil menunjuk Fikri


"Apaan sih lo Fan" kata Fikri


Nahda menoleh ke arah Fikri sedangkan Fikri mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hihihi" Lina, Rida dan Ifan tertawa melihat tingkah Fikri


"Aku tidak masuk selama lima hari saja sudah banyak yang berubah ya" kata Nahda


"Ya begitulah" kata Rida


Kriiiiingng


Bel istirahat berbunyi Nahda dan teman-temannya sudah berkumpul di kantin.


"Nahda kenapa masih berdiri di situ, kamu ingin pesan apa?" tanya Rida melihat Nahda yang masih bingung ingin pesan apa


"Apa yaa aku tidak boleh makan sembarangan" kata Nahda masih berfikir


"Hah soto ayam saja" kata Nahda memutuskan


Setelah memesan makanan Nahda,Lina dan Rida duduk di meja kantin siap menyantap makanan mereka masing-masing


"Hai aku ikut gabung yaa?" tanya Rizal


"Iya kak" jawab Rida


"Di situ masih ada yang kosong" jawab Kemal menunjuk kursi kosong di samping Rida


Akhirnya Rizal harus duduk di samping Rida namun, ia malah senang karena duduk berhadapan dengan Nahda. Jadi posisi mereka Lina duduk di samping kanan Nahda berhadapan dengan Rida, dan Kemal berada di samping kiri Nahda.


"Nahda, hari ini kamu sudah masuk sekolah apa keadaanmu sudah benar-benar baik?" tanya Kemal


"Sudah kak" jawab Nahda


"Syukurlah kalau begitu" kata Kemal


"Kemal jangan berisik, jangan ganggu orang makan" kata Rizal


"Iya iya bawel amat lo jadi cowok" kata Kemal kesal


"Soto ini rasanya hambar di tambah mereka berdua ada di sini makin hambar" gerutu Nahda dalam hati


"Apa sebenarnya kak Rizal itu menyukai Nahda? Rida terlihat biasa saja, apa tidak menyadarinya?" batin Lina melihat reaksi Rizal


Tidak ada perbincangan hingga acara makan itu selesai. Seperti biasa Rida mengajak Rizal mengobrol, Lina dan Kemal hanya menyimak saja sedangkan Nahda hanya fokus pada ponselnya


"Seru banget lagi ngapain sih?" kata Rizal iseng merebut ponsel Nahda


"Hei kak mengambil barang milik orang lain tanpa izin itu tidak baik, sini kembalikan ponsel ku" kata Nahda hendak mengambil ponselnya


"Oh begitu ya, kalau begitu aku pinjam ponsel mu sebentar yaa" kata Rizal sengaja memancing pertengkaran dengan Nahda


"Rizal lo jail ya, mana sini kembaliin ponselnya Nahda" kata Kemal ingin mengambil ponselnya Nahda


"Enak aja ini bukan punya lo" kata Rizal


"Hei kak aku membutuhkan ponsel ku, cepat kembalikan!" kata Nahda


"Hoha hohe gue punya nama tauk" kata Rizal tidak terima namanya tidak di sebut

__ADS_1


"Siapa?" tanya Nahda datar


"Paijo" jawab Rizal iseng


"Oke kak Paijo tolong kembalikan ponsel saya" kata Nahda datar


"Kenapa lo panggil gue Paijo beneran?" tanya Rizal


"Lah kan tadi anda sendiri yang bilang bahwa nama anda Paijo, di mana letak kesalahan saya?" kata Nahda datar


"Hihihi" Kemal, Rida dan Lina tertawa cekikikan mendengar nama Paijo


"Terserahlah, ini ponsel mu ku kembalikan" kata Rizal pasrah dan mengembalikan ponselnya Nahda


"Dia menyebalkan tapi aku menyukainya" batin Rizal


"Terima kasih kak Paijo" ucap Nahda datar


"Hahaha.. Paijo? hoe kak Paijo" kata Kemal mengejek Rizal sambil tertawa


"Diem lo brisik!" bentak Rizal


Waktu begitu cepat berlalu kini sudah sore, Nahda sudah berada di kontrakanya Hanif sendirian saja. Karena bosan ia memutuskan pergi ke rumah Tuti di sebelah kontrakan yang Hanif dan Nahda tinggali hanya berbatas tembok saja.


Tok tok tok


"Assalamualaikum, bu Tuti" ucap Nahda sambil mengetuk pintu


"Waalaikumsalam" balas Tuti dari dalam


"Eh Nahda, Hanif belum pulang ya?" tanya Tuti setelah membuka pintu


"Iya bu" jawab Nahda


"Ya sudah ayo masuk" kata Tuti


"Bu Tuti sedang apa?" tanya Nahda


"Saya sedang memasak" jawab Tuti berjalan menuju dapur dan di ikuti Nahda


"Banyak sekali bahan makanan, ada acara apa bu?" tanya Nahda


"Tidak ada, sore ini anak ibu akan pulang dari pondok" jawab Tuti


"Oh begitu, kalau begitu Nahda bantu ya bu" kata Nahda


"Tidah usah kamu baru sembuh dan habis sekolah pasti capek, istirahat saja" kata Tuti


"Tidak kok bu, lagian aku mau ngapain bosen" kata Nahda


"Ya sudah kalau begitu" kata Tuti pasrah


Beberapa saat kemudian


"Sudah selesai istirahatlah saya bersih-bersih dulu" kata Tuti


"Iya bu" kata Nahda


Kerena merasa lelah Nahda berbaring di sofa ruang tamu sambil menonton video, lama kelamaan ia tertidur.


"Assalamualaikum" ucap seseorang masuk ke dalam rumah


Orang itu adalah suami Tuti yang baru pulang dari kerja, bernama Wahyu


"Ssstt jangan keras-keras" kata Tuti pelan


"Kenapa?" tanya Wahyu


Tuti menjawab dengan menunjuk ke arah Nahda yang sedang tidur.


"Oo, apa Malik sudah datang?" tanya Wahyu


"Belum mungkin sebentar lagi" jawab Tuti


"Ya sudah aku mandi dulu" kata Wahyu

__ADS_1


"Iya" kata Tuti


Bersambung.....


__ADS_2