
Di kelas X IPS 1
Rida sedang duduk sendiri termenung memikirkan apa yang di katakan Lina.
"Apa benar begitu, tapi Nahda tidak menyukainyakan, apa aku bertanya saja kepada Nahda ya?" batin Rida
"Dor" ucap Riyan mengejutkan Rida
"Riyan ngagetin aja" kata Rida terkejut
"Hihihi abis ngelamun terus lagi mikirin apa sih?" tanya Riyan
"Bukan apa-apa" jawab Rida
"Pasti mikirin Rizalkan?" tanya Riyan
"Ngapain sih kamu mikirin tu cowok, emangnya dia peduli dengan mu?" tanya Riyan lagi
"Sok tau kamu" jawab Rida
"Aku memang tau" kata Riyan
"Tau dari mana?" tanya Rida
"Dari kebiasaan mu" jawab Riyan
"Bagaimana kau tau kebiasaan ku?" tanya Rida
"Kau memata-mataiku ya?" tanya Rida menatap tajam
"Haah kenapa dia menyebalkan dan kenapa aku menyukainya" batin Riyan sambil menepuk jidatnya
"Hahaha.. kamu lucu sekali, aku hanya bercanda" kata Rida
"Oke oke aku tidak akan mengerjaimu lagi, aku akan pergi" kata Rida
"Terserah" kata Riyan
"Jangan gampang marah nanti cepet tua loo" kata Rida beranjak pergi
"Hei Riyan, udahlah lupain tu cewek, masih banyak cewek lain yang lebih baik dari dia, contonya gue gitu" kata teman sekelasnya bernama Hani yang duduk di sampingnya
"Heran deh kenapa lo masih peduli sama tu cewek, padahalkan dia gak peduli sama lo" kata Hani lagi
Riyan tidak menggubris kata-kata Hani hanya fokus bermain game di ponselnya.
.....
Di lorong sekolah
Rida berjalan menelusuri lorong sekolah untuk mencari Nahda, setelah beberapa saat ia menemukannya dan segera menghampirinya
"Nahda!" seru Rida berlari menghampiri Nahda
"Iya ada apa Rida?" tanya Nahda
"Aku ingin menanyakan sesuatu pada mu" jawab Rida
"Apa?" tanya Nahda
"Ikut aku" kata Rida menarik Nahda ke tempat yang sepi
"Sebenarnya kamu ini ingin tanya apa?" tanya Nahda heran
"Em begini, apa kamu merasa kalau kak Rizal itu menyukai mu?" tanya Rida
"Aku pikir kau ingin bertanya apa, entahlah aku tidak peduli dengan orang itu" jawab Nahda
"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Rida
"Ya jelas tidak lah, dia itu bukan tipe ku" jawab Nahda
"Lagian kenapa kamu nanya-nanya gitu?" tanya Nahda
"Ya kan aku menyukainya tapi dia menyukai mu" jawab Rida memasang wajah cemberut
"Sudahlah lupakan saja dia, entah kenapa kamu menyukainya" kata Nahda
__ADS_1
"Dia belum tentu baik seperti yang kamu kira Rida, lagi pula untuk apa memikirkan itu buang-buang waktu saja, fokuslah dulu belajar" kata Nahda menasehati Rida
"Untuk apa kamu menyukai orang yang menyukai orang lain, hanya akan menyakiti hati mu saja Rida" kata Nahda lagi
"Memangnya salah menyukai seseorang?" tanya Rida
"Ya tidak, tapi jika nanti kamu benar bisa meluluhkan hatinya dan kalian menjalin hubungan siap-siap keliling rumah sambil komat-kamit baca dzikir" jawab Nahda
"Oh iya ya, bakalan keliatan kaya orang lagi baca mantra pengusir setan nanti, harusnya aku bersyukur dalam keadaan ini, bisa terhindar dari maksiat kan" kata Rida
"Nah itu tau" kata Nahda
"Terima kasih bestie udah ngingetin" ucap Rida
"Sama-sama bestie" ucap Nahda
"Ya udah aku kembali ke kelas yaa daa" kata Rida melambaikan tangan
"Iya aku juga ingin ke kelas daa sampai jumpa lagi" ucap Nahda membalas lambaian tangan Rida
Mereka berdua pun pergi ke kelas masing-masing, tanpa di sadari ada beberapa pasang telinga yang mendengarkan pembicaraan mereka.
.....
Kriiiingng
Bel pulang telah berbunyi, hari ini kebetulan Rida dan Lina ada jadwal extra kurikuler sedangkan Nahda tidak. Nahda sedang menunggu taxi di depan gerbang sekolah sambil perfikir.
"Aku harus pergi ke mana hari ini? apa nyusul om Hanif saja ya?" batin Nahda
"Itu om Hanif" kata Nahda melihat Hanif melintas di depannya naik mobil box
"Om Hanif!" seru Nahda
"Ferdi berhenti sebentar" kata Hanif kepada temannya yang menyetir
"Ada apa? om masih bekerja" tanya Hanif
"Ikut om" jawab Nahda langsung naik ke mobil duduk di samping Hanif
"Kok ikut sih?" tanya Hanif
"Ya sudahlah, Ferdi ayo jalan" kata Hanif
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di TOKO ROTI DAN KUE FARDAN FERA.
"Nahda kamu tunggu di dalam ya, kamu bisa pesan makanan di sana nanti om yang bayar" kata Hanif
"Iya om" kata Nahda beranjak pergi
"Eh tunggu" kata Hanif menghentikan langkah Nahda
"Ada apa om?" tanya Nahda membalikkan badanya
"Kamu gak bawa baju ganti? masa pake seragam gini?" tanya Hanif
"Enggak om, lagian kan udah jam pulang gak papa kan" jawab Nahda
"Ya sudahlah kalau begitu, masuklah om kerja lagi" kata Hanif
"Iya om" kata Nahda
Toko tersebut adalah toko pemproduksi kue dan roti yang cukup besar, menyediakan tempat yang luas untuk pelanggan yang ingin menikmati kue di sana layaknya kafe. Dan mereka menerima pesanan meski banyak sekali pun hingga harus di antar dengan mobil seperti Hanif dan Ferdi tadi.
Nahda duduk santay sambil menikmati sepotong kue bolu rasa pandan dan jus buah naga, tanpa sengaja Rizal ada di sana dan melihatnya.
"Eh itukan Nahda, sedang apa di sini?" kata Rizal pergi menghampiri Nahda
"Nahda sedang apa kamu di sini?" tanya Rizal
"Makan" jawab Nahda singkat fokus dengan kuenya
"Sendiri saja?" tanya Rizal
"Seperti yang anda lihat" jawab Nahda tetap fokus pada kuenya
"Apa kuenya enak?" tanya Rizal
__ADS_1
"Hmmm" jawab Nahda
Seperti biasa Rizal selalu kehabisan kata-kata saat ingin mengobrol dengan Nahda, ia hanya memandanginya saja dengan tersenyum bahagia. Mengetahui itu Nahda langsung menutupi wajahnya dengan ponselnya. Tanpa mereka sadari ada yang mengabadikan momen tersebut dengan memotretnya saat Nahda melihat Rizal tersenyum padanya jadi terlihat romantis.
Hari sudah semakin sore Hanif tak kunjung terlihat, Nahda sudah sangat bosan di tambah Rizal yang sejak tadi masih setia duduk di hadapannya. Dia juga sudah lelah memainkan ponselnya yang sejak tadi ia gunakan untuk menutupi wajahnya lalu ia meletakkannya.
"Bosen ya? mau ku ajak berkeliling" tawar Rizal
"Memang boleh?" tanya Nahda
"Boleh dong kan aku tuan rumahnya" jawab Rizal
Karena bosan Nahda menerima tawaran Rizal untuk berkeliling toko milik orang tuanya. Nahda pun menikmati study tour nya mulai dari proses pembuatannya hingga proses packing
"Bagaimana berminat bekerja di sini?" tanya Rizal berlaga seperti pemandu study tour
"Apaan sih aku cuma liat-liat aja" jawab Nahda
"Hihihi aku hanya bercanda" kata Rizal
"Kak Syifa" panggil Nahda melihat Syifa
"Eh Nahda kamu ada di sini?" tanya Syifa
"Iya nungguin om" jawab Nahda
"Oh om kamu masih mengantar pesanan" kata Syifa
"Oh begitu ya"
"Nanda lanjut lagi gak study tournya?" tanya Rizal
"Iya" jawab Nahda
"Ya udah kak aku pergi dulu yaa" kata Nahda berpamitan
"Iyaa"
"Kita mau kemana?" tanya Nahda mengikuti Rizal dari belakang
"Ketemu mama" jawab Rizal
"Ngapain?" tanya Nahda
"Nah itu dia mama" kata Rizal melihat mamanya
"Mama!" seru Rizal memanggil mamanya
"Iya sayang" jawab mamanya Rizal
"Eh ini teman kamu ya?" tanya mamanya Rizal melihat ada seorang gadis di samping putranya
"Iya ma, kenalin ini Nahda" kata Rizal memperkenalkan Nahda
"Hai Nahda aku Fera mamanya Rizal" kata mamanya Rizal memperkenalkan diri
"Hai tante Fera" ucap Nahda sambil tersenyum
"Uh manisnya" ucap Fera memegang pipi Nahda
"Kenapa tidak di ajak mampir ke rumah?" tanya Fera
"Ee tidak tante aku menunggu om Hanif sambil ingin melihat-melihat di sini" jawab Nahda cepat
"Oh kamu keponakannya Hanif?" tanya Fera
"Iya tante" jawab Nahda
"Ya sudah kalian lanjutkan saja jalan-jalannya mama masih ada kerjaan" kata Fera beranjak pergi
"Iya ma" jawab Rizal
Setelah Fera pergi ekspresi Nahda berubah menjadi dingin yang sebelumnya terlihat manis.
"Ini maksudnya apa?" batin Nahda sambil berjalan pergi dari sana meninggalkan Rizal
"Eh Nahda tunggu"
__ADS_1
Bersambung....