
Fardan dan Fera serta para karyawannya sangat sibuk mempersiapkan acara ulang tahun putranya, sedangkan yang berulang tahun hanya duduk cengar-cengir di kamarnya sambil mengang sebuah kotak kecil yang berisi gelang, entah apa yang sedang di fikirkan.
Sementara itu Nahda dan Lina ada di rumah Rida sedang membungkus kado untuk Rizal nanti, serta bersiap-siap untuk pergi ke pesta. Nahda dan Lina sudah siap lebih dulu, sementara Rida masih repot milih baju yang ingin dia pakai.
"Rida itu saja sudah bagus." Kata Lina.
"Sebentar, aku lihat-lihat dulu." Kata Rida.
"Hah nanti kalo telat jangan nyalahin kita ya." Kata Lina.
"Gak kok, sabar dong." Kata Rida.
"Kalau ini bagaimana bagus gak?" Tanya Rida.
"Ya bagus, udah itu aja." Jawab Lina.
"Yang bener dong jawabnya, Nahda bagaimana menurutmu?" Tanya Rida namun tidak ada respon.
"Nahda!" Panggil Rida.
"Liat tuh, Nahda sampai ketiduran gara-gara nungguin kamu." Kata Lina menunjuk Nahda.
"Ya udahlah ini aja." Kata Rida.
......
Pesta ulang tahun yang di nanti-nantikan akhirnya tiba, para tamu undangan pun mulai berdatangan. Kebanyakan tamunya adalah teman-teman Rizal dari hampir separuh murid dari sekolahnya. Dan Rizal pun sudah siap, ia mengenakan kemeja berwarna abu-abu dengan setelan celana berwarna hitam, memakai jam tangan merk G-shock casio warna black gold dengan gaya rambut ala korea preppy cut yang menampakkan aura ketampanannya.
Rizal lansung turun tangan untuk menyambut para tamu yang hadir.
"Selamat ulang tahun, Kak Rizal."
"Iya, terima kasih."
"Selamat ulang tahun, Zal."
"Iya, terima kasih."
"Selamat ulang tahun, ganteng."
"Terima kasih, Tante."
"Wah ini anaknya Fera, ganteng banget. Selamat ulang tahun ya."
"Iya terima kasih, Tante."
"Di mana dia kenapa belum datang, acaranya akan segera di mulai." Batin Rizal celingak-celinguk mencari seseorang.
"Nah itu dia." Batin Rizal melihat tiga cewek cantik yang datang menghampirinya.
"Aku kirain kalian tidak datang?" Tanya Rizal.
"Tentu saja kami datang, janji harus di tepatikan." Jawab Rida.
"Selamat ulang tahun, Kak Rizal. Ini kadonya." Ucap Nahda sambil menyodorkan hadiah dan di ikuti Lina dan Rida juga memberikan hadiah yang mereka bawa.
"Terima kasih, para bidadari cantik." Ucap Rizal menerima kado dari tiga cewek di depannya.
Rida dan Lina tersenyum malu di sebut begitu, tapi lain lagi dengan Nahda yang berekspresi datar saja.
"Iyalah cantik, kan perempuan." Batin Nahda.
Karena para tamu undangan sudah datang semua, acara pun segera di mulai. Mc yang bertugas memberi sambutan pun sudah siap.
"Selamat malam para hadirin semua, apa kabar malam ini? Mudah-mudahan semua selalu dalam keadaan baik dan sehat. Senang sekali karena kita bisa berkumpul malam ini untuk merayakan ulang tahun Rizal Pratama yang ke-17. Dan selamat datang kami ucapkan, telah bergabung bersama kami pada malam yang berbahagia ini."
Plok plok plok
Para tamu undangan bertepuk tangan.
"Langsung saja kita mulai acaranya tiup lilin dan di lanjut potong kue. Silahkan para hadirin sekalian di mohon berdiri dan mari kita menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama."
Happy birthday to you
__ADS_1
Happy birthday to you
Happy birthday happy birthday
Happy birthday to you
Para tamu undangan sangat bersemangat menyanyikan lagu ulang tahun sambil tepuk tangan, sedangkan Nahda hanya diam saja sambil melipat kedua tangannya.
"Seperti anak kecil saja, membosankan." Batin Nahda.
Tiup lilinnya tiup lilinya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga sekarang juga
Rizal pun meniup lilinnya dan mendapat sambutan tepuk tangan dari para tamu undangannya.
Plok plok plok
Setelah itu Rizal memotong kuenya 3 potong.
"Potongan pertama untuk, Mama." Kata Rizal memberikan sepotong kue kepada Fera.
"Potongan ke dua untuk, Papa." Kata Rizal memberikan sepotong kue kepada Fardan.
"Dan yang ke tiga untuuuukk..." Kata Rizal menggantungkan kalimatnya agar membuat penasaran.
"Aku sendiri." Kata Rizal memakan kue yang ia pegang setelah beberapa saat diam.
"Hahahaha." Tawa para tamu undangan melihat tingkah Rizal.
"Dasar nih Rizal, kita gak di anggap." Kata Ronal berdiri di samping Rizal menunjuk dirinya dan Kemal.
"Cuma kue doang, tuh jatah kalian masih segunung." Kata Rizal.
"Siap, pasti akan kami habiskan." Kata Ronal.
"Baiklah acara selanjutnya Rizal akan bernyanyi untuk menghibur kita semua."
Plok plok plok
"Oke terima kasih atas ke hadirannya, saya akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk tamu undangan sepesial saya."
"Wah siapa ya?"
"Apa dia sudah punya pacar?"
"Mungkin saja, dia itukan bintang sekolah pasti punya pacarlah."
Kata beberapa orang yang penasaran lagu yang akan di nyanyikan Rizal di tujukan kepada siapa.
"Wah tamu undangan sepesial." Kata Nahda menyikut Rida.
"Apa sih, senggol-senggol?" Tanya Rida.
"Siapa tahu kamu." Jawab Nahda.
"Semoga aja begitu, aku udah dandan cantik begini harus dapat penghargaan dong. Hehehe." Kata Rida.
*
Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa hati ini tak tertahankan
Hati ini slalu untukmu
__ADS_1
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
*
"Woooooowww." Sorak para tamu undangan.
*
Hari hari berganti kini cinta pun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa hati ini tak tertahankan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu
*
Plok plok plok plok
Para tamu undangan bertepuk tangan.
"Lantaran lagu ini, saya ingin menyatakan perasaan saya kepada tamu undangan sepesial yang saya sebutkan tadi. Dialah orang yang mampu meluluhkan hati saya." Kata Rizal sambil berjalan menuju ke tempat tambatan hatinya di antara para undangan itu berada dengan membawa sebuah kotak kecil berwarna Hitam.
"Wah Rizal mau nembak siapa tuh?" Tanya Ronal.
"Gak tau, lihat ajalah nanti juga tahu." Jawab Kemal.
"Wah siapa ya?" Kata para tamu Undangan.
"What? Rizal akan nembak seseorang? Siapa?" Tanya Angel.
"Lihat dia menuju kemana." Jawab Aurel.
"Rida, lihat dia menuju kemari." Kata Nahda berbisik dengan menyenggol Rida.
"Sssttt apa sih." Kata Rida pelan dan membalas senggolan dari Nahda.
"Apakah benar begitu, huh aku harus bagaimana ini." Batin Rida dengan perasaan yang berdebar-debar melihat Rizal menuju ke arahnya.
"Nahda, maukah kamu menjadi pacarku." Kata Rizal membuka kotak kecil yang ia bawa.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung.....