Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Inisial N


__ADS_3

Nahda sedang merebahkan dirinya di kasur, melepas rasa lelah setelah latihan terakhirnya.


Ting


Suara notifikasi dari ponsel Nahda yang berada di sebelahnya. Nahda pun mengambil ponselnya melihat siapa yang mengiriminya pesan.


》"Hai Nahda, besok sekolah kita akan bertandingkan? Apa aku bisa bertemu dan bicara dengan mu besok?" Tanya Iqbal.


"Kak Iqbal benar-benar ingin bicara dengan ku? Apa dia menyukai ku?" Kata Nahda sambil tersenyum bahagia.


"Hah tapi itu tidak mungkin, jangan ke-pd-an dulu." Kata Nahda menenangkan hatinya yang sedang berbunga-bunga.


"Entah bagaimana ekspresiku nanti jika bertemu langsung dengannya."


"Bagaimana ya, aku temui atau tidak?" Kata Nahda sambil berfikir.


"Sebaiknya tidak perlu."


"Tapi aku sangat ingin bertemu dengannya."


"Tidak tidak tidak, tidak boleh."


"Sudahlah sebaiknya aku mandi saja." Kata Nahda beranjak pergi ke kamar mandi.


"Kenapa tidak di balas?" Kata Iqbal setelah beberapa saat menunggu balasan dari Nahda.


"Apa aku salah menebak?"


"Jika memang dia tidak menyukai ku, kenapa dulu dia sering mencuri pandangan kepadaku?"


"Kalau ingin tahu, harus mencari tahu dan besok aku akan mencari tahunya." Kata Iqbal bicara sendiri.


.....


Keesokan harinya.


Para murid dan Guru di SMAN ANGGREK sudah bersiap untuk berangkat menuju SMAN BINTANG untuk mengadakan lomba antar sekolah. Mereka pergi menggunakan bis dan ada beberapa yang menggunakan mobil pribadi. Mereka semua berangkat dengan penuh semangat 45. Bukan hanya peserta lomba saja yang ikut, para murid lainnya pun ikut untuk memberikan dukungan.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya mereka sampai di SMAN BINTANG. Di gerbang sekolah mereka di sambut oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tiga guru lainnya dan para anggota osis. Sebelum acara di mulai para Guru dari dua sekolah tersebut berkumpul di ruang guru untuk membahas acara nanti, sedangkan para murid di bebaskan untuk berinteraksi dengan para murid lainnya. Terutama para ciwi-ciwi yang mengidolakan Iqbal, mereka mondar-mandir kesana kemari untuk mencari keberadaan Iqbal. Namun Iqbal sendiri memilih untuk bersembunyi di kelas sembari menunggu acara di mulai.


"Iqbal, ngapain di sini sendiri? Ayo keluar para fens lo udah bingung nyariin lo tuh." Tanya Stevan temannya Iqbal.


"Biarin aja lah males aku." Jawab Iqbal sambil memainkan ponsel.


"Wah idola yang tidak bertanggung jawab lo." Kata Stevan.


"Mereka itu sangat berisik."


"Kak Iqbal kamu ganteng banget sih. Kak Iqbal minta tanda tangannya. Kak Iqbal foto bareng dong. Dan bla bla bla bla." Kata Iqbal menirukan para idola ceweknya.


"Hahaha sejak kapan lo jadi bencong?" Tanya Stevan dengan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Iqbal.


"Hadeh udah deh ngumpetnya, ayo keluar siapa tau ada inisial N." Bujuk Stevan.


"Oh iya ya." Kata Iqbal teringat sesuatu.


"Lah inisial N emang bener ada di sini?"


"Ada." Jawab Iqbal.


"Wah seperti apa dia?" Tanya Stevan lagi.

__ADS_1


"Kalau ingin tahu, cari tahulah sendiri. Eh tapi ini rahasia ya kalau inisial N ada di sini." Jawab Iqbal.


"Siap bos." Kata Stevan sambil hormat.


"Ya sudah, ayo keluar!" Ajak Stevan sangat bersemangat ingin tahu siapa inisial N.


"Tapi bagaimana biar aman?" Tanya Iqbal.


"Pakai jaket, pakai masker dan pura-pura flu." Jawab Stevan.


"Pinter kamu." Kata Iqbal memuji Stevan.


"Emang gue pinter baru tahu." Kata Stevan.


"Oke siap, ayo berangkat!" Ajak Iqbal sudah memakai jaket dan masker dan pergi keluar kelas.


......


Di halaman sekolah SMAN BINTANG.


"Di mana mereka, katanya ada di sini?" Tanya Nahda celingak-celinguk mencari dua sahabat lamanya.


"Nahda!" Teriak seseorang dari arah belakang Nahda.


"Nah itu mereka." Kata Nahda melihat orang yang ia cari.


"Elin! Viona!" Teriak Nahda sambil berlari menghampiri kedua sahabat lamanya


"Aku merindukan kalian." Kata Nahda sambil memeluk Elin dan Viona.


"Kami juga merindukanmu."


"Ehem ehem kita di lupain nih." Kata Rida menghampiri mereka bersama Lina.


"Elin, Viona kenalkan ini temanku Rida dan Lina." Kata Nahda memperkenalkan kedua temannya.


"Rida, Lina ini sahabat lamaku Elin dan Viona." Kata Nahda memperkenalkan kedua sahabat lamanya.


"Hai salam kenal." Kata Elin dan Viona bersama.


"Salam kenal juga." Kata Rida dan Lina bersama.


"Eh Nahda, gak nyangka kita ketemu lagi, apa kabar?" Sapa seorang siswa bernama Aldi yang tiba-tiba ada di samping Viona.


"Baik, bagaimana denganmu?" Jawab Nahda dan bertanya kembali.


"Aku kurang baik semenjak kamu pindah." Jawab Aldi dengan nada sedih.


"Lebai lo jadi orang." Kata Viona sambil mendorong Aldi.


"Gak usah dorong-dorong juga dong." Protes Aldi


"Woe Aldi, ngapain lo di situ?" Tanya temannya Aldi yang bernama Reno dari arah belakangnya Aldi.


"Terserah gue mau ngapain." Jawab Aldi menoleh ke belakang.


"Ealah enek Mbak Nahda to, pantes wae ki arek krasan nek kene." Kata Reno menghampiri Aldi dan melihat ada Nahda di situ.


"Wah Nahda ternyata kamu pindah ke SMAN ANGGREK , aku pikir pindah kemana." Kata teman Reno yang bersamanya sejak tadi, bernama Ervan.


"Iya, bagaiman kabar kalian?" Tanya Nahda.

__ADS_1


"Baik, bagaimana denganmu?" Jawab Reno dan kembali bertanya.


"Baik juga." Jawab Nahda.


"Siapa dua cewek cantik yang ada di sampingmu itu? Gak di kenalin ke kita nih." Tanya Ervan


"Mereka adalah temanku. Ini Lina dan ini Rida." Jawab Nahda.


"Hai Lina, hai Rida, aku Ervan ini temanku Reno." Kata Ervan memperkenalkan diri dan temannya Reno.


"Hai salam kenal." Jawab Rida.


"Ehem ehem ikut gabung dong." Kata seseorang memakai jaket dan masker berdiri di samping Ervan.


"Siapa ini?" Tanya Ervan.


"Ini aku." Jawab orang tersebut membuka masker.


"Wah Kak Iqbal!" Kata Rida melihat siapa orang yang ada di balik masker tersebut.


"Iya." Kata Iqbal sambil melirik Nahda sebentar.


Nahda yang tahu itu pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Ngapain lo pakek begituan?" Tanya Viona heran.


"Kamu tau sendirilah, banyak lebah yang siap menyerbu mangsanya." Jawab Iqbal.


"Trus ngapain di sini?" Tanya Viona lagi.


"Aku ingin bertemu dengan seseorang." Jawab Iqbal .


"Siapa?" Tanya Viona penasaran.


"Apa dia akan mengatakannya." Batin Nahda sambil melihat kebawah dengan perasaan yang tidak karuan.


"Inisial N." Jawab Iqbal.


"Wah Inisial N ada di sini?" Tanya semua orang yang ada di situ kecuali Lina dan Nahda, hanya diam sambil melihat ke bawah.


"Iya tapi entah di mana dia." Jawab Iqbal sambil celingak-celinguk mencari seseorang, padahal orang yang ia cari ada di depannya.


"Jangan katakan kalau itu aku." Batin Nahda cemas mamun terlihat tenang.


"Itu dia Kak Iqbal." Kata seorang siswi dari kejauhan.


"Kak Iqbal!" Teriak para siswi lari menghampiri Iqbal.


"Haduh ketahuan." Kata Iqbal langsung lari dari sana karena di kejar oleh para fensnya.


"Hahaha..." Tawa semua orang yang ada di sana.


"Huft untung saja." Batin Nahda merasa lega.


"Sebenarnya inisial N itu siapa sih?" Tanya Elin.


"Aku juga penasaran." Kata Rida


"Jangan-jangan berasal dari sekolah kalian." Kata Elin.


"Entahlah, aku juga tidak tahu." Kata Nahda ikut nimbrung agar tidak ketahuan.

__ADS_1


"Ya memang membuat penasaran semua orang, cewek seperti apa yang mampu menarik hati Iqbal." Kata Viona


Bersambung....


__ADS_2