Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Gara-gara kue


__ADS_3

Rizal mengantarkan Rida ke tempat para karyawan yang bertugas mendekorasi kue, di ikuti oleh Nahda dan Lina.


"Mbak Tina, tolong bantuin teman saya, ingin mendekorasi kue!" Kata Rizal kepada salah satu karyawan.


"Oke." Jawab Tina.


"Ikut mbaknya ya, aku tinggal dulu." Kata Rizal kemudian pergi.


"Iya, Kak." Jawab Rida.


"Teman sepesialnya Rizal nih?" Tanya Tina.


"Bukan, Mbak. Cuman teman biasa kok." Jawab Rida.


"Kuenya mau rasa apa?" Tanya Tina.


"Setroberi, Mbak." Jawab Rida.


"Oke, ini kuenya silahkan pilih sendiri topingnya." Kata Tina mengambil kue bolu berbentuk bulat rasa setroberi dan meletakkannya di Lazy susan atau meja putar.


"Iya, Mbak. Terima kasih." Ucap Rida.


"Ya sudah saya tinggal dulu ya." Kata Tina melanjutkan pekerjaannya.


"Terus gimana caranya?" Tanya Rida.


"Hadeh, katanya bisa malah nanya gimana caranya." Kata Lina.


"Hehehe."


"Sini biarku kasih tahu caranya." Kata Nahda.


"Oles dulu krimmya dan di puter begini." Kata Nahda mengoleskan krim ke kue sambil memutar lazy susan.


"Wah, kamu sudah profesional rupanya." Puji Rida.


"Benar. Kamu belajar dari mana, Nahda?" Tanya Lina.


"Dari bunda." Jawab Nahda.


"Gimana Rida, ngertikan?" Tanya Nahda.


"Iya iya aku mengerti biar aku coba." Jawab Rida.


Rida berusaha keras untuk mendekorasi kuenya dengan sangat hati-hati.


"Rida, biar mbaknya aja deh yang ngurus, kapan selesainya." Protes Lina melihat Rida sangat lama mendekorasi kuenya.


"Ya bantuinlah, jangan cuma di liatin aja." Kata Rida tidak mau kalah.


"Kalian belum selesai?" Tanya Rizal.


"Belum, Kak. Rida nih sok-sokan bisa mendekorasi kue." Jawab Nahda.


"Jangan banyak komen, bantuin!" Protes Rida.


"Hah, sudah sini biar aku yang selesaikan." Kata Nahda mengambil alih pekerjaan Rida.


Rizal terkekeh melihat tingkah para cewek-cewek di depannya.


"Wah, ternyata kamu hebat juga, di sini masih ada lowongan lo." Kata Rizal.


"Tidak, terima kasih." Ucap Nahda.


"Ngomong-ngomong aku tidak di undang nih?" Tanya Rizal.


"Maaf Kak, hanya acara keluarga saja." Jawab Rida.


"Yaa, baiklah."


"Apa kamu perlu bantuan, Nahda?" Tanya Rizal.


"Tidak Kak, ini hampir selesai." Jawab Nahda.


"Baiklah selesai, bagaimana Rida?" Tanya Nahda.


"Bagus, tapi kayaknya ada yang kurang." Jawab Rida.


"Apa lagi?" Tanya Nahda.

__ADS_1


"Setroberi." Jawab Rida.


"Utuh saja atau di potong?" Tanya Nahda.


"Hmm, gimana ya yang bagus." Kata Rida berfikir.


"Di bentuk seperti mawar saja, seperti ini." Kata Rizal sambil menunjukkan buah setroberi yang di bentuk seperti mawar.


"Ha iya, itu bagus." Kata Rida.


"Bagaimana caranya?" Tanya Nahda.


"Seperti ini." Jawab Rizal sambil menunjukkan bagaimana cara membentuk setroberi menjadi seperti mawar dengan di potong-potong setiap sisinya namun tidak putus.


"Oke oke." Kata Nahda mengerti.


"Aku juga mau coba." Kata Rida.


"Hati-hati pisaunya tajam." Kata Rizal.


"Akhirnya selesai juga." Kata Rida.


"Wah kuenya cantik, seperti yang membuat." Kata Rizal memuji hasil karya tersebut, entah di tujukan kepada siapa.


"Kak Rizal, bisa aja." Kata Rida tersipu malu.


"Kumat nih anak." Batin Nahda.


"Ya sudah kami pamit dulu, Kak. Terima kasih." Ucap Rida.


"Iya sama-sama." Ucap Rizal.


"Hari ini aku benar-benar beruntung, gara-gara kue aku jadi bisa dekat dengan orang yang aku sukai." Batin Rizal.


Dan akhirnya acara mendekorasi kue itu pun selesai, mereka bergegas pergi ke rumah Rida untuk mendekorasi rumah.


"Kenapa kalian lama sekali, hari sudah sore, nanti mama keburu pulang." Kata Marisa mengomel kepada Rida dan kedua temannya karena baru datang.


"Ayo cepat!"


"Iya, Kak."


Mereka pun mulai mendekorasi ruang tamu.


Ceklek


Vanesa membuka pintu.


"Loh kok gelap." Kata Vanesa melihat rumahnya gelap gulita.


"Anak-anak ada di rumahkan, pa?" Tanya Vanesa.


"Iya ada, tapi ada di mana mereka." Jawab Herman.


"Risa! Rida! Kalian ada di mana? Kenapa gelap begini?" Seru mama memanggil kedua anaknya.


Tek


Lampu di nyalakan.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Happy birthday happy birthday


Happy birthday to you


"Selamat ulang tahun ma!" Ucap Rida dan Marisa bersama.


"Terima kasih." Ucap Vanesa terharu dan memeluk kedua putrinya.


Semuanya terlihat begitu bahagia merayakan ulang tahun Vanesa kecuali Nahda. Ia hanya diam melihat keluarga kecil yang bahagia itu bahkan sempat meneteskan air mata. Tentu saja momen seperti ini pasti mengingatkanya pada almarhumah ibunya. Hari-hari yang mereka lewati bersama kini hanya tinggal kenangan saja. Nahda segera menghapus air matanya sebelum ada yang melihat dan segera ikut bergabung.


"Selamat ulang tahun, Tante." Ucap Nahda.


"Iya terima kasih." Ucap Vanesa.


"Kalian pasti lelah menyiapkan semua ini, ayo sekarang kita makan bersama!" Kata Vanesa.

__ADS_1


"Iya, Ma aku juga sudah lapar." Kata Rida.


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi.


"Siapa itu?" Tanya Vanesa.


"Itu pasti om Hanif." Jawab Nahda.


"Biar aku saja yang membuka pintunya." Kata Marisa antusias.


"Kenapa Kak Risa begitu bersemangat?" Tanya Rida.


"Mungkin Risa naksir sama Hanif." Jawab Vanesa.


"Bener juga tuh." Kata Herman.


Ceklek


Marisa membuka pintu.


"Eh, Mas Hanif, mau menjemput Nahda ya?" Tanya Marisa.


"Iya, Mbak." Jawab Hanif.


"Nahda masih makan, ayo ikut makan bersama!" Ajak Marisa.


"Tidak perlu, Mbak. Terima kasih." Tolak Hanif.


"Kenapa? Nolak rezeki itu gak baik lo." Tanya Marisa.


"Saya sudah membeli makanan, lain kali saja, Mbak." Kata Hanif.


"Tapi Nahdanya masih makan lo, ayo masuk dulu!" Kata Marisa membujuk Hanif.


"Tidak perlu, Mbak saya tunggu di sini saja." Kata Hanif tetap menolak.


"Jadi beneran nih gak mau?" Tanya Marisa lagi.


"Terima kasih banyak, Mbak. Lain kali saja." Jawab Hanif.


"Ya sudah, aku panggil dulu Nahdanya." Kata Marisa pasrah.


"Loh kok sendiri, mana Hanifnya gak di ajak masuk?" Tanya Vanesa melihat Marisa kembali hanya sendiri.


"Gak mau ikut masuk, Ma." Jawab Marisa.


"Nahda, apa kamu sudah selesai makannya?" Tanya Marisa.


"Iya Kak, sudah." Jawab Nahda.


"Om kamu menunggu di luar." Kata Marisa.


"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu." Kata Nahda berpamitan.


"Mari Om, Tante."


"Iya, terima kasih ya, Nahda." Ucap Vanesa.


"Sama-sama, Tante." Ucap Nahda.


"Kak Risa, aku pulang dulu ya." Kata Nahda berpamitan dengan Marisa yang mengantarkannya ke teras.


"Iya, terima kasih ya, sudah bantuin Kakak hari ini." Ucap Marisa


"Iya Kak, sama-sama." Ucap Marisa.


"Sering-sering main ke sini."


"Insyaallah, Kak."


"Ya sudah Mbak, kami pamit pulang dulu. Assalamualaikum." Ucap Hanif.


"Iya, Mas. Waalaikumsalam." Ucap Marisa.


"Dia ganteng banget sih." Batin Marisa sambil melihat kepergian Hanif.


"Ehem, om Hanifnya udah pulang, Kak. Ngapain masih di luar?" Tanya Rida.

__ADS_1


"Terserah akulah mau ngapain." Jawab Marisa.


Bersambung.....


__ADS_2