
Babak ke dua telah usai, kali ini tim anggrek yang meraih poin paling banyak yaitu 25, sedangkan tim bintang meraih poin 23. Permainan di lanjutkan ke babak ketiga, pertandingan ini semakin panas. Di awal babak ini tim bintang kembali meraih poin lebih banyak dari tim anggrek, setelah di akhir kedua tim meraih poin sama yaitu 24:24. Untuk itu pertandingan akan di tambahkan dua poin untuk menang. Para suporter pun semakin semangat bersorak mendukung timnya masing-masing.
"Bintang! Bintang! Bintang!"
"Anggrek! Anggrek! Anggrek!"
Tim bintang yang melakukan servis, di lakukan oleh Vero, bola melambung ke arah tim anggrek di terima oleh Angel. Kemudian di oper ke Nahda, lalu di oper lagi ke Cika dan melakukan smes. Namun bola berhasil di halau oleh Viona, bola kembali ke tim anggrek di terima oleh Aurel. Kemudian di oper ke Cika lalu di oper lagi ke Nahda dan melakukan smes dan mencetak poin.
Priiiittt
"Yeeeeeeeeeeeaa!"
"Anggrek! Anggrek! Anggrek!"
Servis dilakukan oleh Dinda, bola melambung ke arah tim bintang di terima oleh Chelsea. Kemudian di oper ke Monica lalu di oper lagi ke Racel dan melakukan smes. Bola mampu di halau oleh Angel, lalu kembali ke tim bintang di terima oleh Viona, lalu bola kembali ke tim anggrek di terima oleh Cika kemudian di oper ke Nahda lalu melakukan smes. Namun bola mampu di halau oleh tim bintang yaitu Chelsea, bola kembali ke arah tim anggrek di terima oleh Cika. Bola kembali ke tim bintang di terima oleh Viona, kemudian di oper ke Racel lalu di oper lagi ke Monica dan melakukan smes dan berhasil mencetak poin.
Priiiiitt
"Yeeeeeeeeeeeeeaa!"
"Bintang! Bintang! Bintang!"
Inilah detik-detik yang menegangkan, yang berhasil mencetak poin lebih dulu dialah pemenangnya.
Priiiitt
Servis di lakukan oleh Niken, bola melambung ke arah tim anggrek di terima oleh Dinda, kemudian di oper ke Nahda, lalu di oper lagi ke Cika dan melakukan smes. Namun bola mampu di halau oleh Chelsea, lalu di kembalikan ke tim anggrek di terima oleh Angel. Kemudian di oper ke Nahda lalu di oper lagi ke Cika dan Cika melakukan smes. Lagi-lagi tim bintang mampu menghalau serangan tersebut, bola di terima oleh Vero, kemudian di oper ke Monica lalu di oper lagi ke Racel dan melakukan smes. Bola mampu di halau oleh Dinda, kemudian di oper ke Angel lalu di oper lagi ke Nahda dan melakukan smes sekuat tenaganya yang tersisa dan berhasil mencetak poin.
Priiiittt
"Yeeeeeeeeeeeaaaaa!" Sorak para pendukung sangat bahagia timnya menang.
"Pemenangnya adalah SMAN ANGGREK! Selamat."
"Kita menang, yeeeeeii!" Kata tim anggrek sambil melompat-lompat dan berpelukan.
"Hah payah." Umpat Monica kesal karena timnya kalah.
"Yeeeeii tim kita menang! Nahda kau luar biasa!" Sorak Lina dan Rida.
"Kaulah yang terbaik, Nahda." Kata Iqbal tersenyum bahagia sambil tepuk tangan.
"Selamat ya tim kalian menang, kalian memang luar biasa." Kata Viona.
"Terima kasih Viona." Ucap Nahda.
"Lain kali kita tanding satu lawan satu, aku pasti akan mengalahkan mu." Kata Viona.
"Oh ya, coba saja kalau bisa." Kata Nahda.
"Wah kalian hebat!" Kata Alfi sambil berlari menghampiri Angel dan Aurel.
__ADS_1
Melihat Alfi datang ke lapangan, Nahda langsung menghampirinya.
"Kak Alfi bagaimana hasilnya?" Tanya Nahda.
"Apa? Ooh itu nanti saja, kau ini tidak sabaran sekali." Jawab Alfi ketus.
"Katakan saja sekarang, siapa yang menang." Kata Angel penasaran.
"Ya baiklah." Kata Alfi melihat ponselnya.
"Nahda 7 poin dan Angel 5 poin." Kata Alfi membacakan hasilnya.
"Yang bener lo kalau ngitung, jangan terpengaruh sama dia." Protes Angel.
"Gue ngitungnya udah bener, kalau gak percaya lo inget-inget sendiri." Kata Alfi tidak mau kalah.
Angel pun mengingat dan menghitung berapa kali ia mencetak poin selama pertandingan tadi.
"Nah jadi berapa?" Tanya Alfi.
"Lima." Jawab Angel.
"Jadi, tagihannya kak Angel." Kata Nahda sambil tersenyum.
"Iya nanti, tapi tidak disini." Kata Angel kesal.
"Oke." Kata Nahda pergi dari sana.
"Baiklah sekarang para peserta basket putra, silahkan bersiap-siap di lapangan!"
"Iqbaal! Semangaat!"
"Semangat Kak Iqbaal!"
Sorak para penggemar Iqbal dengan penuh semangat, dan Iqbal membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan sambil mencari keberadaan Nahda.
"Lihat Nahda Kak Iqbal sangat keren dengan senyum manisnya itu." Kata Rida duduk di samping kanan Nahda.
"Rida jaga mata dong." Kata Lina duduk di samping kanan Rida sambil menutup matanya Rida.
"Apaan sih Lin." Kata Rida memukul pelan tangan Lina.
"Huh mentang-mentang jadi bintang idola, sesuka hati tebar pesona." Batin Nahda kesal.
"Kumat tu anak, caper lagi." Kata Viona duduk di samping kiri Nahda.
Selain main voli, viona juga jago main basket jadi, dia lumayan akrab dengan Iqbal karena mengikuti ekstra kurikuler yang sama.
"Siap." Kata wasit yang sudah bersiap di tengah lapangan untuk melempar bola.
Priiiitt
__ADS_1
Peluit di bunyikan wasit pun melempar bola ke atas, salah satu dari kedua tim berusaha menggapai bola tersebut dan bola berhasil di ambil oleh tim bintang. Farellah yang mendapatkan bola tersebut, kemudian di giring ke arah lawan dan di oper ke Aldi lalu di oper lagi ke Iqbal kemudian menggiringnya ke dekat ring dan berhasil memasukkan bola ke ring.
"Waaaaaaaaaa!" Sorak para pendukung tim bintang.
Permainan di lanjutkan, kini tim anggrek yang menggiring bola yaitu Fikri kemudian di oper ke Indra lalu di oper lagi ke Rizal dan memasukkanya ke ring.
"Waaaaaaaaaa!" Sorak para pendukung tim anggrek.
Tim bintang yang mendapatkan bola di bawa oleh Stevan kemudian di oper ke Aldi kemudian di giring kearah lawan dan di hadang oleh Yusuf, bola pun berhasil di rebut. Yusuf menggiring bola lalu mengoper ke Fikri dan memasukkannya ke ring, namun berhasil di gagalkan oleh Stevan. Putra menggiring bola lalu di oper ke Farel kemudian di oper lagi ke Iqbal dan memasukkannya ke ring dan berhasil mencetak poin.
"Yeeeeiiii!" Sorak Elin, Viona dan Nahda.
"Nahda sebenarnya kau ini mendukung siapa?" Tanya Rida.
"Tentu saja tim kita." Jawab Nahda.
"Lalu kenapa bersorak?" Tanya Rida lagi.
"Salah ya?" Tanya Nahda berlaga polos.
"Hah sudahlah kau ini memang ingin mendukung Kak Iqbalkan?" Tanya Rida.
"Hah, Iqbal, kenapa?" Tanya Viona penasaran.
"Kalian tidak tahu, Nahda menyukai Kak Iqbal." Jawab Rida.
"Bernahkah Nahda?" Tanya Viona.
"Tidak." Jawab Nahda.
"Jika tidak kenapa menyimpan fotonya?" Tanya Rida.
"Benarkah Nahda, kau menyimpan fotonya Kak Iqbal?" Tanya Elin.
"Kalian ini bicara apa, tidak." Jawab Nahda.
"Nahda kau ini memang pandai mengelabuhi orang, tapi tidak pandai berbohong." Kata Viona.
"Maksudnya?" Tanya Nahda.
"Jika tidak menyukainya, kenapa wajahmu merah." Kata Viona.
"Apa, tidak." Kata Nahda memegang kedua pipinya.
"Tenanglah, nanti ku bantu sampaikan ke Iqbal." Kata Viona.
"Itu tidak perlu, jangan ikut campur." Kata Nahda kesal.
"Hahaha." Viona tertawa berhasil mengerjai Nahda.
Bersambung.....
__ADS_1