
Di sepanjang perjalananan Banyak para siswi menatap aneh kepada Nahda sambil berbisik-bisik.
"Gak nyangka ya, dia bisa berbuat begitu."
"Iya temannya sendiri di hianati."
"Teman makan teman, gak sesuai penampilannya."
"Cewek munafik."
"Sok alim."
Dan lain sebagainya.
"Nahda ada apa dengan mereka?" Tanya Lina.
"Entahlah, abaikan saja." Jawab Nahda sambil mengepalkan kedua tangannya mendengar banyaknya cacian yang di lontarkan kepadanya.
Sesampainya di kelas Nahda dan Lina melihat meja dan kursi Nahda penuh dengan sampah.
"Nahda, sebenarnya ada apa sih?" Tanya Lina cemas.
"Entahlah." Jawab Nahda datar.
"Akan ku bantu." Kata hendak membantu Nahda membersihkan sampah.
"Tidak usah, Lin. Aku tidak ingin kamu terlibat." Tolak Nahda.
"Tapi, Na."
"Tidak, Lin."
Lina pun hanya pasrah dengan keputusan Nahda, ia hanya duduk di bangkunya sambil melihat Nahda membersihkan sampah sendiri.
"Benar-benar menyebalkan, bukan hanya memprovokasi Rida tapi hampir semua siswi." Gerutu Nahda dalam hati sambil membersihkan sampah di atas mejanya.
"Apa Angel yang yang melakukannya? Jika benar dia pasti ingin balas dendam. Bagaimana dia bisa punya foto-foto itu." Kata Nahda dalam hati sambil mengelap mejanya.
"Baiklah jikalau begitu, mari kita bermain. Aku tidak takut sama sekali." Kata Nahda dalam hati duduk di kursinya setelah selesai membersihkan sampahnya.
.....
Di Kelas XI MIPA 1
Angel sedang duduk di bangkunya bersama ke dua temannya.
"Rencana lo berhasil Ngel." Kata Aurel
"Trus apa yang akan terjadi selanjutnya?" Tanya Alfi.
"Lihat saja Nanti, permainan baru saja di mulai." Jawab Angel tersenyum penuh kemenangan.
Flash back on
"Jadi bagaimana Nahda, maukah kamu menerima cinta ku?" Tanya Rizal.
"Terima! Terima! Terima! Terima!" Seru para tamu undangan.
"Apaan sih mereka pake teriak-teriak segala." Kata Angel kesal.
"Ngel, liat tuh Rida kayaknya sedih banget deh." Kata Aurel menunjuk Rida yang mulai pergi meninggalkan acara itu.
"Wah benar juga, bisa ku maanfaatkan nih." Kata Angel.
"Lo punya rencana apa, Ngel?" Tanya Alfi.
"Lah, kenapa mereka pergi juga?" Tanya Aurel melihat Nahda dan Rizal pergi ke luar dari acara.
"Ayo kita ikuti mereka!" Ajak Angel.
__ADS_1
3A pergi mengikuti Nahda dan Rizal untuk melihat apa yang terjadi, mereka bertiga melihat dari kejauhan.
"Lihat dugaanku benarkan, pasti di tolak." Kata Aurel.
"Bagus sekali, sekarang apa?" Tanya Alfi.
"Lihat ini." Kata Angel menunjukkan beberapa foto Nahda dengan Rizal di ponselnya.
"Kamu dapat dari mana foto itu?" Tanya Aurel.
"Aku tidak sengaja melihat mereka, trus aku nyuruh orang buat ngawasin mereka." Jawab Angel.
"Itu fotonya beneran, Ngel?" Tanya Alfi.
"Ya enggaklah." Jawab Angel.
"Gue akan memanfaatkan foto ini untuk memecah belah pertemanan mereka." Kata Angel tersenyum licik.
....
Rida merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memejamkan mata untuk menenangkan dirinya namun, ponselnya terus saja berbunyi.
"Siapa sih." Kata Rida menggambil ponselnya dari tas di sampingnya dan melihat ada yang mengirimi pesan dari nomor yang tidak di kenal.
"Hah, apa ini? Nahda menghianatiku." Kata Rida melihat foto kebersamaan Nahda dan Rizal terlihat sangat dekat.
"Apa ini benar? Pengirimnya tidak jelas." Kata Rida perfikir.
Ting
Suara notifikasi dari ponsel Rida bahwa ada pesan masuk lagi dari nomor tersebut.
》"Ini sungguh bukan rekayasa, foto itu asli."
》"Jika tidak percaya tanyakan sendiri kepada orangnya langsung dan buktikan sendiri."
》"Aku melihatnya sendiri, aku tidak habis fikir dia selicik itu."
》"Apa kau masih percaya dengan orang selicik itu."
》"Kalau tidak salah, aku tidak sengaja dengar perbincangan kalian. Bahwa temanmu itu menyuruhmu untuk melupakan Rizalkan. Tapi apa ini dia mengambilnya dari mu."
》"Dia juga berpura-pura membantumu untuk mendekati Rizal. Benar-benar parah."
》"Oh iya aku lupa, Rizal juga mengenalkan temanmu itu kepada mamanya. Dan dia terlihat sangat senang sekali."
》"Baiklah terima kasih sudah memberi tahuku." Balas Rida.
"Aku benar-benar tidak percaya ini, tega sekali." Kata Rida meneteskan air matanya kembali penuh dengan rasa kecewa.
Bagaimana tidak yang dia anggap teman selama ini ternyata menghianatinya.
......
"Bagus, Rida berhasil aku provokasi. Sekarang aku akan menyebarkan berita ini ke seluruh siswi dan akan membenci Nahda." Kata Angel.
"Lo bener-bener licik, Ngel." Kata Aurel.
"Tentu saja, dia sudah mempermainkan aku dan sekarang giliran dia yang jadi mainanku." Kata Angel tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah kita akan lihat hasilnya besok." Kata Alfi.
Flash back off
Pelajaran telah usai kini waktunya untuk istirahat, Nahda dan Lina pergi ke kantin namun baru saja melewati lorong sekolah mereka sudah di tunggu oleh Rida dengan ekspresi yang tidak mengenakkan.
"Rida, kamu menunggu kami di sini?" Tanya Lina.
"Tidak, aku hanya menunggumu." Jawab Rida datar.
__ADS_1
"Kenapa, Rida?" Tanya Lina bingung.
"Tanyakan sendiri padanya." Jawab Rida menunjuk Nahda.
"Tapi ada apa, Rida?" Tanya Lina lagi masih bingung.
"Dia sudah menghianatiku." Jawab Rida tetap dengan nada datar.
"Benarkah, Nahda?" Tanya Lina.
Nahda hanya diam karena bicara pu percuma, terlebih Rida masih sangat marah padanya.
"Sudahlah, ayo kita pergi!" Ajak Rida menarik tangan Lina.
"Tapi, Rida. Nahda tidak mungkin menghianatimu." Kata Lina sambil sedikit berlari mengejar Rida yang menggandeng tangannya sambil berjalan dengan langkah cepat.
"Faktanya begitu, Lin." Kata Rida masih menarik Lina.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau Nahda menghianatimu?" Tanya Lina yang membuat Rida berhenti.
"Lihat ini." Jawab Rida menunjukkan foto Nahda dan Rizal.
"Mungkin saja ini hanya editan." Kata Lina.
"Memangnya kamu tahu Nahda itu kemana aja?" Tanya Rida.
"Ya tidak." Jawab Lina.
"Lalu, bagaimana kau juga yakin kalau dia itu baik?" Tanya Rida.
"Lihat bagaiman liciknya dia mengerjai Kak Angel. Tidak menutup kemungkinan dia bisa menghianatiku." Kata Rida.
"Begini saja, ayo kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah."
Nahda bejalan sendiri di lorong sekolah di temani suara bisik para siswi sambil melihatnya dengan tatapan kebencian.
"Wah wah coba lihat, ada penghianat lewat nih." Kata Alfi.
"Enaknya kita apain nih, dia gak layak ada dini." Kata Aurel
"Ternyata kalian pelakunya?" Tanya Nahda.
"Pelaku apa? Kaulah pelaku kejahatan yang sesungguhnya." Tanya Angel.
"Benertuh, benar-benar parah. Temannya sendiri yang jadi korbannya." Kata Aurel.
"Dasar cewek munafik, gak pantes lo pake kaya begini." Kata Angel hendak menarik jilbab Nahda namun di hentikan oleh seseorang.
"Lepaskan!" Kata Rizal memegang tangan Angel yang ingin menarik jilbab Nahda.
"Apa yang kau lakukan, hah?" Tanya Rizal dengan nada tinggi.
"Lo ingin jadi preman di sekolah ini?"
"Belum puas membuli orang lain."
"Apakah itu yang lo pelajari selama ini?"
"Jawab!"
"Ck, gue gak ada urusan sama lo ya, Zal. Jadi lebih baik lo minggir." Jawab Angel malas.
"O ya, lo udah membuli Nahda dan itu termasuk urusan gue." Protes Rizal.
"Ayo, Nahda. Kita pergi dari sini!" Ajak Rizal menarik pergelangan tangan Nahda yang tertutup oleh ujung lengan baju, jadi kulit mereka tidak bersentuhan.
"Lihat itu, Lin. Bagaimana Rizal membelanya bahkan menggandeng tangannya dan Nahda hanya diam saja." Kata Rida kepada Lina melihat drama itu dari jauh.
"Itu sudah membuktikan semuanya." Kata Rida langsung pergi dari tempatnya.
__ADS_1
Bersambung.....