Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Kejutan


__ADS_3

Rizal dan Kemal dihukum oleh Fakri berlari keliling lapangan basket dengan sepatu mereka di ikat satu sama lain, sepatu kanan Rizal di ikat dengan sepatu kiri Kemal. Mereka belum boleh berhenti hingga mereka berhasil mengelilingi lapangan secara bersama. Mereka masih saja bertengkar dan terjatuh, karena tidak bisa kerja sama.


"Lo bisa lari dengan benar gak sih." Kata Rizal kesal karena berkali-kali terjatuh.


"Kenapa nyalahin gue, lo sendiri gimana." Protes Kemal.


"Nahda tega amat sih sama kita." Kata Rizal duduk untuk istirahat sebentar.


"Gak tahu tuh cewek, gak ngerti gue." Lanjut Kemal ikut istirahat sebentar.


"Udahlah, ayo kita selesaikan ini!" Ajak Rizal berdiri.


"Iya, habis ini kita harus minta penjelasan sama Nahda." Kata Kemal ikut berdiri.


Mereka pun melanjutkan berlari keliling lapangan basket dan akhirnya mereka bisa bekerja sama.


"Kasihan banget mereka."


"Iya, gak punya hati tuh cewek."


"Eh tapi bukannya tuh cewek jadian sama Rizal, ya?"


"Iya bener, tega banget sih."


"Gak bisa di biarin tuh cewek."


"Bener tuh, kita harus beri dia pelajaran."


"Iya aku gak terima mereka di perlakukan seperti itu."


"Resek banget tuh cewek."


Kata para siswi tidak terima melihat Rizal dan Kemal di hukum gara-gara Nahda.


"Kalau begitu kita bisa kerja sama, kita bakalan kasih pelajaran sama tuh cewek setelah pulang sekolah nanti di lapangan." Kata Angel menghampiri mereka.


"Oke, kita setuju." Kata salah satu siswi tadi.


.....


Setelah selesai melakukan hukuman dari Fahri, Rizal dan Kemal mencari Nahda dan mereka menemukannya di kelasnya.


"Nahda!" Panggil Rizal bersama Kemal menghampiri Nahda yang sedang duduk di bangkunya sambil memainkan ponsel.


"Ada apa?" Tanya Nahda melihat ke arah orang yang memanggilnya sebentar.


"Ada apa, ada apa. Kenapa kamu melaporkan kita ke Pak Fahri?" Tanya Kemal kesal.


"Kenapa memangnya?" Tanya Nahda fokus pada ponselnya.


"Hedeh, ya kita kena hukumanlah." Jawab Rizal.


"Yaa, emang kalian yang salahkan." Kata Nahda tetap fokus pada ponselnya.


"Siapa yang nyuruh kalian berantem?" Tanya Nahda masih dalam posisi yang sama.


"Ya tapi kita berantem gara-gara kamu." Jawab Kemal.


"Kenapa nyalahin aku, kan aku gak nyuruh kalian berantem." Kata Nahda melihat ke arah Rizal dan Kemal sebentar dan melanjutkan aktivitasnya kembali.


"Gimana caranya ngomong sama dia?" Tanya Rizal kepada Kemal frustasi.


"Heh gini yaa, kalian itukan sahabat kenapa berantem cuman gara-gara cewek nyebelin kaya aku. Mana di cuekin mulu gak capek apa?" Jelas Nahda.


Rizal dan Kemal hanya saling pandang mendengarkan Nahda.


"Yang namanya sahabat itu harusnya saling membantu, selalu bersama dalam suka maupun duka. Bukan malah berantem cuman gara-gara cewek nyebelin kaya aku gini, gak lucu tahu." Lanjut Nahda.


"Iya juga sih, bener apa kata dia. Gak seharunya kita berantem kaya gini." Kata Rizal.

__ADS_1


"Iya bro, maafin gue ya bro." Kata Kemal menepuk-nepuk bahu Rizal.


"Iya, maafin gue juga bro." Kata Rizal memeluk Kemal.


"Nah gitu dong baikan, enak di lihatnya." Kata Nahda.


"Iya Nahda, terima kasih sudah menyadarkan kita." Kata Rizal.


"Hmmm."


"Kami pergi dulu ya." Kata Rizal berpamitan.


"Eh tunggu!" Kata Nahda menghentikan langkah Rizal dan Kemal.


"Ada apa lagi?" Tanya Kemal.


"Kak Kemal, Kak Alfi itu sebenarnya baik. Beri dia kesempatan." Jawab Nahda.


"Hmm iya, sebenarnya dulu dia itu cewek yang manis. Setelah berteman dengan Angel jadi berubah." Kata Kemal.


"Kalau begitu jauhkan dia dari Angel." Kata Nahda.


"Dan kau, minta maaflah kepada Rida. Gara-gara kau Rida jadi sedih dan salah paham kepadaku." Lanjut Nahda.


"Kenapa aku?" Tanya Rizal tidak mengerti.


"Karena Rida itu menyukaimu." Jawab Nahda.


"Benarkah, aku tidak tahu." Kata Rizal.


"Makanyaku beri tahu." Kata Nahda sedikit kesal.


"Iya, nanti aku akan minta maaf ke Rida." Kata Rizal.


"Ya sudah pergi sana." Kata Nahda.


.....


Pelajaran telah usai, para murid mulai berhamburan keluar dari sekolah tinggal beberapa saja yang ada di sekolah. Seperti yang di rencanakan Angel dan teman-temannya tadi untuk memberi pelajaran kepada Nahda, entah apa yang akan mereka lalukan.


Angel menunggu Nahda keluar dari kelasnya.


"Hai." Sapa Angel melihat Nahda keluar dari kelas.


"Ada apa, Kak?" Tanya Nahda.


"Gue punya kejutan buat lo." Jawab Angel sambil tersenyum.


"Kejutan?" Tanya Nahda bingung.


"Iya kejutan, ayo ikut gue kelapangan sekarang." Jawab Angel.


"Kelapangan?" Batin Nahda.


"Oke, dengan senang hati." Kata Nahda setuju dengan tersenyum seakan tahu apa yang akan terjadi.


"Nahda, kamu mau kemana?" Tanya Fikri melihat Nahda ingin pergi dengan Angel.


"Bermain." Jawab Nahda santay.


"Bermain?" Tanya Fikri lagi bingung.


"Game, ingat." Jawab Nahda.


"Oh begitu rupanya." Kata Fikri mengerti.


"Ya sudah, aku pergi ya." Kata Nahda berpamitan pergi menyusul Angel.


"Tapi Nahda.." Kata Fikri ragu mencoba menghentikan Nahda, namun sudah jauh.

__ADS_1


"Kira-kira apa yang mereka rencanakan? Semoga Nahda baik-baik saja."


"Hah bagaimana ya, aku ikuti mereka atau tidak."


"Hah entahlah. Nahda itukan sangat pintar, pasti dia akan baik-baik saja."


"Tapi bagaimana kalau tidak? Ya sudah aku tunggu saja."


Kata Fikri bicara sendiri.


......


Angel dan Nahda sudah sampai di lapangan, mereka sudah di tunggu oleh beberapa siswi sekitar 20 lebih termasuk Aurel dan Alfi.


"Selamat datang di permaina kita." Ucap Angel dengan tersenyum.


"Kalian ingin mengajakku bermain, kita akan bermain apa?" Tanya Nahda penuh semangat.


"Dasar bodoh, kami akan membuatmu menyesal karena sekolah di sini." Jawab Angel.


Para siswi yang ada di lapangan itu mulai mengelilingi Nahda untuk mengepungnya.


"Kau ingin bermain bukan, mari kita bermain." Kata Aurel.


"Kau suka telurkan, kami akan memberimu secara gratis." Kata Alfi.


Mereka pun mulai melempari Nahda dengan telur ayam sambil tertawa, sedangkan Nahda hanya diam menerima lemparan telur itu.


"Iiihh bau amis."


"Kaya orangnya."


"Hahaha."


"Kayaknya masih kurang kalau telur."


"Nih kita tambah tepung juga biar tambah putih."


"Hahaha."


"Terima ini." Kata salah satu siswi melempar tepung ke arah Nahda.


"Bagaimana kau sukakan."


"Makanya jadi orang jangan sok-sokan."


Brukk


Angel mendorong Nahda hingga terjatuh.


"Tinggal bahan terakhir, mana Rel."


"Ini dia." Kata Aurel sambil menuangkan sebotol air mineral ke Nahda yang sudah berlumuran tepung dan telur bahkan wajahnya sudah tidak terlihat.


Nahda hanya tertunduk pasrah menerima semua itu.


"Waah adonan bakwan kita sudah jadi nih."


"Tinggal di goreng deh."


"Hahaha."


"Gimana hah, kapok gak?" Tanya Angel.


"Masih berani bermain lagi?" Tanya Angel.


"Lihat akulah yang menang sekarang. Jadi lebih baik kau pergi saja dari sekolah ini." Kata Angel puas berhasil membuli Nahda habis-habisan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2