Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Tak Semanis Wajahnya


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Malik membuka pintu


"Kok sepi, eh siapa dia kenapa ada di sini?" tanya Malik lirih melihat seorang gadis tidur di sofa


"Waalaikumsalam" ucap Tuti dari arah dapur


"Malik anak ibu yang ganteng sudah pulang" kata Tuti menghampiri putranya


"Iya ibu" kata Malik mencium punggung tangan ibunya


"Bagaimana kabar mu nak?" tanya Tuti


"Alhamdulillah baik bu, bangaimana dengan ibu?" jawab Malik dan bertanya kembali


"Alhamdulillah baik nak" jawab Tuti


"Ayah mana bu?" tanya Malik


"Ada di kamar" jawab Tuti


"Oh ya ibu, itu siapa?" tanya Malik menunjuk Nahda


"Nanti ibu ceritakan, sekarang mandi dulu ya" jawab Tuti


"Iya ibu" kata Malik


Tuti pergi lebih dulu meninggalkan Malik, sedangkan Malik masih ada di sana memandangi gadis yang sedang tidur lelap di sofa.


"Masyaallah dia manis sekali" batin Malik


"Hayo ngelirik-lirik anak orang" kata Wahyu tiba-tiba ada di belakang Malik


"Astaghfirulloh, ayah ngagetin aja" ucap Malik terkejut


"Nanti ayah kenalin, sekarang mandi dulu bau acem" kata Wahyu sambil merangkul putranya


"Apaan sih yah"


Sembari menunggu azan maghrib Tuti menyiapkan makan malam di meja makan, Malik menghampirinya


"Ibu biar ku bantu" kata Malik


"Kamu tidak capek apa?" tanya Tuti


"Tidak" jawab Malik


"Oh iya bu tadi siapa?" tanya Malik


"Oh itu keponakannya Hanif" jawab Tuti


"Kenapa ada di sini?" tanya Malik


"Hanif yang nitipinnya ke sini, kalau dia belum pulang dari kerja" jawab Tuti


"Memang orangtuanya kemana bu?" tanya Malik


"Ayahnya seorang tentara bertugas di luar kota, sedangkan ibunya beberapa bulan lalu meninggal jadi Hanif yang mengurusnya" jawab Tuti


"Begitu ya"


Allahuakbar allahuakbar


"Sudah azan maghrib bu kita solat berjamaah dulu" kata Malik


"Iya nak ibu akan bangunkan Nahda dulu" kata Tuti pergi ke ruang tamu


"Nahda ayo bangun nak sudah maghrib" kata Tuti menggoyang-goyangkan tubuh Nahda pelan


"Sudah maghib?" tanya Nahda dengan suara purau berusaha membuka matanya yang terasa berat


"Hoam, aku pasti ketiduran, om Hanif belum pulang bu?" tanya Nahda mencoba mengumpulkan kesadarannya


"Belum mungkin sebentar lagi kita solat berjamaah dulu ya" jawab Tuti


"Iya"


Mereka semua sudah siap untuk melaksanakan solat maghrib di ruangan khusus yang memang di sediakan untuk solat, hanya tinggal menunggu Nahda saja


"Nahda mana buk" tanya Wahyu

__ADS_1


"Sebentar lagi datang, nah itu dia" jawab Tuti menunjuk Nahda di depan pintu sedah menggunkan mekenanya


"Ayo sini nak ibu kenalin dengan anak ibu" kata Tuti menarik Nahda ke sampinggnya


"Ini anak ibu namanya Malik, Malik ini Nahda" kata Tuti memperkenalkan Malik dan Nahda


"Hai Nahda salam kenal" kata Malik tersenyum ramah


"Iya salam kenal juga" kata Nahda datar


"Dingin sekali tak semanis wajahnya" batin Malik


Mereka pun melaksanakan solat maghrib berjamaah, Malik yang menjadi imamnya. Setelah selesai, mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam, baru beberapa sendok suapan ada seseorang yang mengetuk pintu


Tok tok tok


"Assalamualaikum"


"Bu itu om Hanif" kata Nahda


"Iya kamu makan saja dulu biar ibu yang buka pintunya" kata Tuti


"Waalaikumsalam" ucap Tuti membuka pintu


"Nahda ada di sinikan bu?" tanya Hanif


"Iya ada, sedang makan, ayo masuk dulu kita makan bersama" jawab Tuti


"Terima kasih banyak bu ini saya sudah membeli makanan" tolak Hanif sambil menunjukkan kantong plastik


"Tapi hari ini saya masak banyak, gak baik kalau nolak rezeki" kata Tuti


"Baiklah kalau ibu memaksa, ini sekalian saja bu sayang nanti gak kemakan" kata Hanif memberikan kantong plastik yang ia bawa


"Hanif ayo sini ikut makan bersama" kata Wahyu melihat Hanif


"Iya pak, eh ada Malik juga rupanya kapan datang?" kata Hanif


"Iya bang sore tadi, gimana kabarnya bang?" tanya Malik


"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan mu?" jawab Hanif dan bertanya kembali


"Om kenapa lama sekali?" tanya Nahda


"Biasalah" jawab Hanif duduk di samping Nahda


"Kenapa sedikit sekali makannya?" tanya Hanif melihat Nahda menyendok makanannya hanya sepucuk sendok


"Nahda ini om beliin kamu sate ayam" kata bu Tuti meletakkan sepiring sate di depan Nahda


"Wah kayaknya enak, terima kasih om" ucap Nahda berbinar melihat sepiring sate ayam yang terlihat sangat Lezat


"Sama-sama, di bagi dong masa di makan sendiri" ucap Hanif melihat Nahda mengambil banyak sate


"Biarkan saja Hanif" kata Tuti


Pak Wahyu dan Bu Tuti sudah menganggap Hanif dan Nahda seperti keluarga sendiri, karena itu Hanif percaya menitipkan Nahda saat dia belum pulang kerja. Bukan Nahda tidak berani sendiri di kontrakan, hanya saja Hanif hawatir jika terjadi sesuatu pada Nahda. Karena pernah ada seorang laki-laki yang mengikuti Nahda saat pulang sekolah dan mengintip dari jendela saat Nahda sendiri, beruntung Pak Wahyu memergoki orang tersebut jadi tidak terjadi apa-apa.


......


Waktu cepat berlalu malam telah berganti siang, Nahda sedang menikmati waktu istirahatnya bersama teman-temannya di perpustakaan. Seperti biasa Nahda mengelilingi rak buku untuk mencari buku.


"Kebiasaan kenapa ada di atas?" gerutu Nahda


"Hai adik kecil butuh bantuan?" tanya seorang pria yang selalu membantunya di perpustakaan dan memanggilnya adik kecil


"Eh kakak tidak kok" jawab Nahda melihat sebentar siapa yang bertanya kemudian menunduk karena malu teringat kejadian dulu


"Tidak usah sungkan buku mana yang ingin kamu ambil?" tanya pria tadi


"Buku sains warna biru di rak paling atas" jawab Nahda sambil menunduk


"Ini bukunya" kata pria tadi menyerahkan buku


"Terima kasih kak" ucap Nahda menerima buku dan masih tetap menunduk lalu pergi dari sana


"Sama-sama" ucap pria itu tersenyum melihat tingkah Nahda


"Dia benar-benar menggemaskan" batin pria tadi

__ADS_1


"Lina Rida kalian sudah selesai atau belum?" tanya Nahda


"Belum" jawab Lina


"Aku duluan ya" kata Nahda


"Kenapa?" tanya Rida


"Aku bosan" jawab Nahda dan langsung pergi begitu saja


"Kenapa lagi tu anak?" tanya Rida


"Entahlah" jawab Lina


.....


Di halaman sekolah


"Hai Nahda kamu dari mana?" tanya Rizal


"Si Paijo lagi" batin Nahda


"Dari perpustakaan" jawab Nahda datar


"Trus sekarang mau kemana?" tanya Rizal


"Ke kelas" jawab Nahda


"Oh"


"Nahda!"


"Kak Lia"


"Kamu mau kemana?" tanya Lia


"Ke kelas kak" jawab Nahda


"Temenin aku jalan-jalan ke taman ya" kata Lia


"Boleh" kata Nahda


"Eh terus aku gimana, masa di tinggal sendiri?" tanya Rizal


"Terserahlah aku gak ada urusan sama kamu" jawab Lia


"Ayo Nahda" ajak Lia


"Iya kak"


"Kok aku di cuekin terus, emang aku salah apa sih" kata Rizal bicara sendiri


"Kak Rizal kenapa bicara sendiri?" tanya Rida tiba-tiba ada di belakang Rizal


"Eh Rida, gak papa kok" jawab Rizal


"Hoe Jo Paijo jangan gangguin anak orang mulu" teriak Ronal memanggil Rizal


"Helo kak Paijo lagi apa di sini?" tanya Kemal mengejek


"Paijo Paijo apaan sih kalian ini" kata Rizal kesal dan pergi dari sana


"Hahaha" Ronal dan Kemal tertawa


Sedangkan Rida dan Lina sudah pergi dari sana lebih dulu saat Ronal berteriak memanggil Rizal tadi.


"Rida apa kamu benar-benar mengharapkan kak Rizal?" tanya Lina


"Kenapa bertanya?" tanya Rida kembali


"Sepertinya kak Rizal itu menyukai Nahda" jawab Lina


"Tau dari mana kamu?" tanya Rida


"Apa kamu tidak menyadari, kak Rizal selalu berusaha mendekati Nahda" jawab Lina


"Iya juga sih, tapikan Nahda gak suka sama kak Rizal, jadi gak salahkan kalau berharap" kata Rida


"Terserah kamu aja deh, yang penting aku udah ngingetin" kata Lina

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2