Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Latihan yang sengit


__ADS_3

Di kelas X MIPA 2.


Pelajaran hari ini telah usai. Nahda, Lina dan Fikri masih ada di kelas.


"Nahda, kamu hari ini latihankan?" Tanya Lina.


"Iya Lin." Jawab Nahda.


"Aku dan Rida ingin melihat mu nanti." kata Lina.


"Kamu ikut bertanding Nahda?" Tanya Fikri.


"Iya Fik, bagaimana dengan mu?" Jawab Nahda dan bertanya kembali.


"Iya, aku juga ikut bertanding." Jawab Fikri.


"Ya udah, yuk kita kelapangan!" Ajak Nahda.


Mereka bertiga pergi kelapangan bersama-sama. Sepanjang perjalanaan Nahda dan Fikri saling mengobrol dengan begitu akrap, sedangkan Lina hanya menyimak saja.


.....


Di lapangan.


Semua peserta yang ikut bertanding sudah bersiap-siap untuk latihan. Nahda, Lina dan Fikri juga sudah tiba di sana. Lina pergi menghampiri Rida yang sedang mengobrol dengan Cika, sedangkan Nahda dan Fikri duduk di bangku dekat lapangan sambil mengobrol.


"Hei kalian berdua, coba lihat sepertinya kalian punya saingan baru." Kata Ronal kepada Rizal dan Kemal menunjuk ke arah Nahda dan Fikri


"Wah meraka terlihat akrap ya." Kata Ronal memanas-manasi Rizal dan Kemal.


Secara otomatis Rizal dan Kemal pergi menghampiri Nahda.


"Hai Nahda, kamu ikut bertanding juga?" Tanya Rizal.


"Iya Kak." Jawab Nahda.


"Oh ya, kamu ikut bertanding apa?" Tanya Kemal.


"Voli Kak." Jawab Nahda.


"Wah kamu bisa bermain voli?" Tanya Kemal.


"Hei Yus, kenapa cuman di lihatin aja? Ikut samperin sana!" Kata Indra.


"Aku bukan tipe cowok seperti mereka." kata Yusuf.


"Halah, lo emang payah kalo urusan cewek." Ledek Indra.


"Sok tau lo." kata Yusuf.


"Buktinya lo masih jomlo sampek sekarang." kata Indra.


"Yee jangan salah, aku itu jomblo terhormat." kata Yusuf.


"Hahaha iya deh percaya." kata Indra.


"Lagi pula, adik kecil sudah punya teman dekatkan." Kata Yusuf.


"Namanya Nahda, bukan adik kecil." protes Indra.


"Iya aku tau." kata Yusuf.


"Trus kenapa menyebutnya adik kecil?" Tanya Indra.


"Masalah buat lo?" tanya Yusuf.

__ADS_1


"Ya enggak." Jawab Indra.


"Liat deh tu cewek sombong, cari perhatian lagi." Kata Aurel.


"Emang genit tu cewek, gak sesuai penampilannya." Kata Angel.


"Ck kenapa sih Rizal masih aja deketin tuh cewek? Udah jelaskan di cuekin." Kata Angel.


"Kemal juga kenapa sih, masih aja berusaha deketin tuh cewek, gak capek apa di cuekin terus." Kata Alfi.


"Hadeh kalian berdua ngaca dong! Kalian sendiri juga terus di cuekin kan, kenapa masih aja ngejar-ngejar mereka, gak capek emang?" Tanya Aurel.


"Heleh emangnya lo enggak apa?" Tanya Alfi dan Angel bersama.


"Gue harus cari cara biar tuh cewek gak bisa ikut bertanding nanti." Batin Angel.


Priiiiittt


Suara peluit dari guru olahraga yang akan melatih para peserta lomba.


"Anak-anak ayo ke tempat masing-masing, kita akan mulai latihannya." Ucap guru olahraga


"Baik Pak." Sahut para peserta lomba.


Lapangan di sekolah itu cukup luas, terbagi menjadi tiga yaitu, apangan voli, lapangan Basket dan lapangan futsal. Oleh karena itu setiap tim bisa berlatih di waktu yang sama dan masing-masing di dampingi oleh guru olahraga. Rudi mendapingi tim voli putri, Dedi mendampingi tim basket putra dan Joko mendapingi tim futsal putra.


Tim voli.


"Baiklah, kita akan memulai latihannya. Karena hanya ada enam orang untuk sementara tiga lawan tiga ya. Silahkan membentuk tim!" Kata Rudi


"Pemain cadangannya kemana Pak, kenapa hanya pemain inti yang berlatih?" Tanya Dinda.


"Kenapa tanya Bapak, harusnya Bapak yang bertanya, kemana pemain cadangannya?" Jawab Rudi


"Sudahlah, lagi pula ini hari pertama latihan." Kata Rudi


Mereka membentuk dua tim, di tim a Angel, Aurel, dan Dinda dan di tim b Nahda, Cika dan Linda.


Priitt.


Rudi meniup peluit tanda permainan di mulai. Tim a yang melakukan servis terlebih dahulu yaitu Angel. Bola pun melambung ke arah tim b, di terima oleh Cika, kemudian di oper ke Linda dan di oper lagi ke Nahda. Nahda melakukan smes dan mencetak poin.


"Waah Nahda hebat!" teriak Lina dan Rida.


"Ini baru awal, lihat saja nanti gue bakalan buat lo gak bisa main lagi." Kata Angel di dalam hati sambil tersenyum sinis.


Karena tim b mencetak poin, giliran mereka yang melakukan servis. Linda melakukan servis, bola melambung ke arah Aurel. Aurel menerima bola dengan baik kemudian di oper ke Dinda kemudian di oper ke Angel. Angel melakukan smes dan mencetak poin.


Ini baru latihan namun sudah seperti pertandingan sungguhan yang begitu sengit.


Tim basket.


"Baiklah pemain inti akan melawan pemain cadangan ya." Kata Pak Dedi.


"Baik Pak."


"Baiklah ayo kita mulai." Kata Dedi.


Pak Dedi sudah bersiap di tengah lapangan, lalu melemparkan bola ke atas untuk memulai permainan. Tim inti yang mendapatkan bola terlebih dahulu. Yusuf yang menggiring bola lalu mengoper ke Fikri. Fikri langsung melakukan memasukkan bola ke ring dan mencetak poin. Sekarang giliran Rizal yang menggiring bola.


"Oper Zal!" Teriak Kemal.


Rizal terus saja menggiring bola, tidak mau mengoperkan ke temannya. Karena ulahnya itu, bola berhasil di rebut oleh tim cadangan. Kemal pun kesal melihat tingkah Rizal, ia pun mencoba untuk merebut bola dari tim cadangan. Kemal berhasil merebut bola lalu menggiringnya mendekati ring namun, ia gagal memasukkan bolanya ke ring.


"Rizal! Kemal! Kerja sama dengan timnya!" Teriak Dedi.

__ADS_1


Rizal dan Kemal masih terbakar emosi pun tak mendengarkan teriakan dari Dedi. Mereka masih saja tidak bisa bekerja sama, karena itu Dedi memindahkan Rizal dan Kemal ke tim cadangan.


"Pak kenapa kita di pindah ke tim cadangan?" Tanya Rizal.


"Jika kalian bisa bekerja sama, Bapak akan kembalikan kalian ke tim inti tapi kalau tidak bisa ya sudah, Bapak akan cari pemain baru." Jawab Dedi.


"Oke oke, jadi kita harus bekerja sama sekarang. Untuk mengalahkan anak bau kencur itu." Kata Rizal.


"Hah, siapa maksud lo?" Tanya Kemal.


"Fikri." Jawab Rizal.


"Oke bos." Kata Kemal.


Kali ini mereka berdua bekerja sama untuk mengalahkan tim inti karena ada Fikri di sana.


Tim voli.


Latihan para peserta voli masih saja terlihat begitu sengit, terlebih tim a sering memberikan serangan kepada Nahda.


Flash back on.


Sebelum latihan di mulai, para peserta asik berbincang-bincang di setiap sudut lapangan.


Saat Rizal dan Kemal menghampiri Nahda untuk mengajak bicara, Fikri pergi meninggalkan Nahda karena merasa tidak nyaman.


"Fikri kamu mau kemana?" Tanya Nahda melihat Fikri beranjak pergi.


"Menemui Ifan." Jawab Fikri menoleh sebentar dan melanjutkan langkahnya.


"Aku ikut." Kata Nahda menyusul Fikri.


"Eh Nahda, mau kemana aku belum selesai bicara." Kata Rizal.


"Siapa sih tuh cowok, akrap banget sama Nahda?" Tanya Kemal.


"Mana gue tahu." Jawab Rizal.


"Mereka berdua sepertinya menyukaimu." Kata Fikri.


"Entahlah, tidak usah membahas mereka." Kata Nahda.


"Kalau kakak kelas yang itu bagaimana? sejak tadi melihatmu terus." Kata Fikri menunjuk Yusuf.


Nahda melihat kepada orang yang di tunjuk oleh Fikri. Yusuf melihat Nahda melihat dirinya dari jauh, melambaikan tangan sambil tersenyum untuk menyapanya. Melihat itu pun Nahda langsung mengalihkan pandangannya karena malu.


"Ehem ehem, kamu menyukainya ya?" Tanya Fikri melihat Nahda menahan malu.


"Apa? Tidak." Jawab Nahda cepat.


"Kenapa Yusuf menyapa cewek itu, jangan-jangan dia menyukainya." Kata Dinda yang sejak tadi memperhatikan Nahda.


"Gak bener tuh cewek. Kemarin mantannya Bela, tadi Rizal dan Kemal, sekarang Yusuf, padahalkan tuh cewek punya teman dekat." Gerutu Dinda.


"Wah kayaknya kita senasip, bagimana kalau kita kerja sama." Kata Angel tiba-tiba berdiri di samping Dinda.


"Apa maksud lo?" Tanya Dinda.


"Kita singkirin dia dari tim voli kita." Jawab Angel.


Flash back off.


Nahda sudah merasa lelah karena terus mendapatkan serangan dari tim a. Di saat inilah Angel melakukan rencananya. Tim b melakukan servis, di terima oleh Aurel, kemudian di oper ke Dinda, lalu di oper ke Angel, dan Angel melakukan smes dengan keras ke arah Nahda.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2