Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Entahlah


__ADS_3

Kali ini Rida dan Nahda sudah berbaikan, mereka kembali akrab seperti biasanya. Mereka bertiga berada di kantin sedang mengisi perut setelah pelajaran selesai. Belum selesai mereka makan, Angel datang menghampiri mereka.


"Heh, jangan pikir gue udah kalah ya." Kata Angel.


"Lalu?" Tanya Nahda.


"Gue pasti akan membalas lo nanti." Kata Angel kemudian pergi dari sana.


"Apa yang akan dia lakukan?" Tanya Rida.


"Entahlah, lihat saja nanti." Jawab Nahda.


....


Lina duduk sendiri di bangku taman menunggu Zidan.


"Mana, kenapa lama sekali? Katanya ingin bicara, apa dia mengerjaiku lagi." Kata Lina di dalam hati kesal, karena menunggu Zidan tak kunjung datang.


"Maaf, sudah menunggu lama." Ucap Zidan baru saja datang dan duduk di samping Lina namun tetap menjaga jarak.


"Ada apa?" Tanya Lina langsung.


"Aku ingin mengucapkan terima kasih." Jawab Zidan.


"Untuk apa?" Tanya Lina.


"Karena sudah ihklas untuk ku jadikan bahan usilan." Jawab Zidan santay.


"Hah, dasar aneh. Ucapan terima kasih apa itu." Protes Lina.


"Aku serius, Lin. Lagi pula aku tidak pandai merangkai kata-kata yang indah jadi aku katakan apa adanya." Jelas Zidan.


"Aku juga minta maaf, karena sering membuatmu kesal dan terima kasih atas nasehatmu waktu itu." Lanjut Zidan.


"Ada apa denganmu hari ini?" Tanya Lina heran.


"Hari ini adalah hari terakhirku sekolah di sini, aku akan tinggal bersama nenekku." Jawab Zidan.


"Oo begitu ya." Kata Lina mengerti.


"Iya, ya sudah aku pergi dulu." Kata Zidan kemudian pergi meninggalkan Lina.


"Jadi Zidan akan pindah sekolah ya. Aku tidak bisa bertemu dengannya lagi." Batin Lina sambil melihat kepergian Zidan.


.....


Angel menunggu Nahda di lorong sekolah sambil memegang sebotol minuman.


"Mana sih tuh anak." Kata Angel kesal sudah lama menunggu.


"Nah itu dia." Kata Angel melihat Nahda dan kedua temanya berjalan ke arahnya.


"Nahda!" Panggil Angel sambil berjalan menghampiri Nahda.


"Iya ada apa, Kak?" Tanya Nahda.


"Ini untuk lo." Jawab Angel memberikan sebotol minuman yang dia pegang.


"Untuk apa?" Tanya Nahda.


"Aku sudah kalah dalam permainan, jadi lo bisa membalas gue sebagai hukumannya." Kata Angel sambil bertekuk lutut.


"Ada apa dengannya?" Tanya Rida berbisik memandang Lina

__ADS_1


"Aku tidak tahu." Jawab Lina berbisik juga memandang Rida.


"Apa dia sedang berakting? Kalau begitu aku juga akan mengimbanginya." Batin Nahda sambil tersenyum.


"Ya baiklah, tapi apa minuman saja cukup? Kemarin kau menyiramku bukan hanya minuman saja bukan?" Tanya Nahda.


"Ya itu benar, aku siap menerima apa pun yang kamu berikan." Jawab Angel pelan sambil menunduk.


"Oke."


"Hm kira-kira apa ya, yang cocok untukmu." Kata Nahda berpikir.


"Oh iya Lina kau punya yogurtkan?" Tanya Nahda.


"Mana ku pakai dulu, nanti akan ku ganti." Lanjut Nahda


"Tapi Nahda, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Lina bingung.


"Jangan banyak bertanya, sudah mana berikan!" Kata Nahda menyodorkan tangannya.


"Baiklah kita mulai pertunjukannya."


"Apa kamu benar-benar ingin melakukannya, Nahda?" Tanya Lina.


"Ya tentu saja, ini adalah kesempatan yang bagus untuk membalas tukang buli ini. Biar dia tahu bagaimana rasanya jika di buli itu seperti apa." Jawab Nahda sambil berjalan mengitari Angel.


"Bagus sekali, lakukan saja. Kali ini pasti kau yang akan di hukum." Batin Angel.


"Hmm kira-kira bagus yang mana dulu ya." Kata Nahda melihat satu cup kecil yogurt rasa setroberi di tangan kirinya dan satu botol coca cola di tangan kanannya.


"Hmm yogurt ini aromanya enak. Bagusnya aku oles di mana ya. Oo atau aku tuang langsung saja." Kata Nahda membuka kemasan yogurt.


"Hmm yogurt ini enak juga." Kata Nahda sedikit mencicipi yogurt.


"Mungkin colanya saja dulu yang ku tuangkan." Kata Nahda meletakkan yogurt di lantai dan menggambil sebotol coca cola yang ia letakkan sebelumnya.


Gkek glek glek


Bukannya menuangkan ke atas kepala Angel, Nahda malah meminumnya dengan santay sambil duduk bersila di hadapan Angel.


"Hei, kenapa malah di minum, harunya kau tuangkan ke kepalaku?" Tanya Angel heran.


"Aku haus, lagi pula sayang jika di tuangkan ke atas kepalamu. Mubazir." Jawab Nahda sambil menikmati yogurt.


"Apa?" Tanya Angel kesal dan langsung mengambil botol coca cola di depan Nahda dan mengguyurkannya ke wajah Nahda.


Byurr


"Dasar orang aneh." Kata Angel meletakkan Botol coca cola di depan Nahda dan langsung pergi begitu saja.


Sedangkan Nahda tidak peduli sama sekali, iya malah menikmati Yogurtnya yang tersisa setengah meski sedikit tercampur dengan coca cola.


"Hm yogurt rasa stroberi dengan cola ternyata rasanya lumayan."


"Nahda, Nahda, ada-ada saja kamu ini." Kata Lina sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Dia pasti kapok karena tidak akan bisa menjahilimu, hihihi." Kata Rida sambil tertawa kecil.


....


Nahda, Lina dan Rida sedang duduk di bangku taman sambil melamun terhanyut dengan pikiran mereka masing-masing.


Pov Nahda

__ADS_1


"Sepi sekali rasanya tidak bisa chatan lagi dengan Kak Iqbal, aku merindukannya. Bagaimana kabarnya? Jadi seperti ini rasanya merindukan seseorang, gak enak juga ternyata. Tapi dengan begini aku bisa melakukan tantangan itu dengan mudah, harusnya aku bersyukur."


Pov Lina


"Kenapa Zidan harus pindah, apa karena orangtuanya? Rasanya ada yang kurang jika tidak ada dia, meski dia itu menyebalkan. Hah apa yang terjadi padaku, apa aku mencintainya? Bagaimana bisa aku mencitai orang usil kaya dia. Tapi jujur saja aku merindukannya."


Pov Rida


"Hatiku sakit karenamu, kenapa kau tega sekali. Kau menipuku, seakan-akan kau memberikanku harapan ternyata hanya siasat saja. Dasar tidak punya hati, kenapa aku bisa mengagumi orang seperti dirimu dan kenapa sekarang hatiku masih sedikit merindukanmu. Menyebalkan."


"Entahlah." Ucap mereka tanpa sengaja bersama-sama


"Hahaha." Mereka pun tertawa setelah saling memandang.


"Kenapa dengan kita ini?" Tanya Nahda.


"Tidak tahu." Jawab Lina.


"Galau mungkin." Lanjut Rida.


"Jadi kita ini trio galau gitu." Kata Nahda.


"Sepertinya begitu." Kata Lina.


"Hah sudahlah kenapa kita harus galau seperti ini, buang-buang waktu." Kata Nahda.


"Ya benar juga, untuk apa kita memikirkan hal yang membosankan ini." Kata Rida.


"Ya lebih baik kita pikirkan untuk ulangan semester nanti." Lanjut Lina.


"Iya, mari kita berjuang bersama-sama." Kata Nahda.


"Ya." Ucap Lina dan Rida bersama.


....


Pelajaran hari ini telah usai para murid pun mulai keluar sekolah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Nahda berjalan sendiri di lorong sekolah dan sudah tidak ada siapapun di sana.


"Nahda!" Ucap seseorang memanggil dari arah belakang.


"Eh Kakak, ada apa?" Tanya Nahda setelah membalikkan badannya melihat siapa yang memanggilnya.


"Em begini, sebentar lagi aku wisuda dan tidak akan bertemu denganmu lagi. Jadi sebelum itu aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu sejak pertama aku melihatmu di perpustakaan itu saat aku membantumu mengambil buku." Jawab Yusuf.


"Terima kasih, Kak. Tapi maaf aku tidak bisa membalas perasanmu. Aku tidak ingin berpacaran aku hanya ingin fokus belajar." Ucap Nahda.


"Iya tidak apa-apa, yang penting kamu tahu kalau aku menyukaimu. Aku sudah merasa lega karena bisa mengatakannya kepadamu. Dan yang kamu katakan itu benar di masa sekolah memang harusnya fokus belajar bukannya pacaran." Kata Yusuf.


"Belajarlah dengan giat dan kejar impianmu untuk membanggakan orangtua." Lanjut Yusuf.


"Terima kasih, Kak." Ucap Nahda.


"Sayang sekali." Ucap Yusuf dengan raut wajah kecewa.


"Jangan bersedih, jika kita memang berjodoh kita akan bertemu lagi di masa depan." Kata Nahda.


"Baiklah aku akan setia menunggumu." Kata Yusuf tersenyum seperti di terpa angin sepoi-sepoi.


"Baiklah Kak, aku harus pergi sekarang. Assalamualaikum." Kata Nahda berpamitan dan pergi lebih dulu meninggalkan Yusuf.


"Waalaikumsalam. Sampai jumpa lagi adik manis." Ucap Yusuf sambil melambaikan tangan.


"Kenapa aku mengatakan itu tadi?" Batin Nahda herang dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Entahlah."


Tamat.


__ADS_2