Tetap Istiqomah Ya

Tetap Istiqomah Ya
Heboh karena undangan


__ADS_3

Hari ini Nahda, Lina dan Rida berangkat sekolah bersama naik mobil milik ayahnya Rida. Sekolah itu terdengar sangat ramai sudah seperti ada di pasar saja, entah ada apa.


"Ada apa sih pada heboh?" Tanya Rida melihat beberapa siswi di halaman sekolah sedang antusias membicarakan sesuatu.


"Entahlah, abaikan saja." Kata Lina


"Hai, selamat pagi." Sapa Rizal.


"Pagi, Kak." Balas Rida.


"Kalian baru datang ya?" Tanya Rizal.


"Iya, Kak." Jawab Rizal.


"Ini untuk kalian." Kata Rizal memberikan 3 undangan.


"Apa ini?" Tanya Rida.


"Undangan pesta ulang tahunku nanti malam. Kalian datang ya." Jawab Rizal.


"Wah hari ini ulang tahun Kakak?" Tanya Rida.


"Iya." Jawab Rizal.


"Kita pasti datang kok, terima kasih undangannya." Kata Rida.


"Sama-sama, ya udah aku masih harus membagikan undangan lagi." Kata Rizal.


"Iya, Kak." Kata Rida.


"Jadi ini yang bikin heboh?" Tanya Nahda.


"Tentu saja, siapa yang tidak heboh mendapat undangan dari bintang idola." Jawab Rida.


"Aku biasa saja." Kata Nahda.


"Ya itukan kamu." Kata Rida.


"Aku kasih hadiah apa ya?" Tanya Rida sambil berfikir.


"Kaos kaki aja cukup." Jawab Nahda.


"Masa kaos kaki sih." Kata Rida.


"Ya hadiahkan bisa apa aja." Kata Nahda.


"Iya, tapi yang bagus dong. Masa kaos kaki." Protes Rida.


"Nahda, kamu datang gak ke acaranya?" Tanya Lina.


"Entahlah." Jawab Nahda.


"Harus datanglah, Lina juga. Jangan suruh aku pergi sendiri." Kata Rida.


"Okelah, paling juga om Hanif ada di sana. Lumayanlah makan enak gratis, hehe." Kata Nahda.


"Kamu ini ada-ada aja sih, Na" kata Lina.


"Kalau gitu nanti kita barengan aja beli hadiahnya." Kata Rida.


"Iya."


"Ya udah aku ke kelas dulu ya, jumpa lagi nanti." Kata Rida.


"Oke." Kata Lina dan Nahda bersama.


"Ayo Lin, kita ke kelas juga!" Ajak Nahda.


"Iya."


"Nanti beli apa untuk hadiahnya?" Tanya Lina.


"Itu mah gampang, pikir nanti aja sekarang fokus pelajaran hari ini dulu." Jawab Nahda.


"Iya sih." Kata Lina.


"Entah kenapa mereka jadi heboh karena mendapat undangan." Kata Nahda.

__ADS_1


"Ya secarakan Kak Rizal itukan bintang idola di sekolah kita, siapa aja yang mendapat undangan pasti seneng banget, terlebih para fensnya." Kata Lina.


"Iya sih, udah kaya di undang oleh artis korea aja." Kata Nahda.


"Pasti acaranya sangat meriah nanti." Kata Lina.


"Ya kita lihat saja nanti, semeriah apa." Kata Nahda.


.....


Di kelas XI MIPA 1


Seperti biasa 3A sedang ngerumpi masalah ingin menjahili orang yang di anggap musuh.


"Ngel, Nahda dan temanya pasti di undangkan, lo gak ngerencanain sesuatu gitu?" Tanya Aurel.


"Pastilah, gue gak akan biarin mereka begitu aja." Jawab Angel.


"Apa rencananya?" Tanya Alfi.


"Lihat aja nanti." Jawab Angel.


"Tapi Rizal gak akan tinggal diam, kalau dia tahu." Kata Aurel.


"Iya, Ngel jangan kacauin acara ulang tahunnya." Kata Alfi.


"Ya gak lah, Al. Kita cari situasi yang tepat untuk memberi mereka pelajaran nanti." Kata Angel.


"Terutama Nahda, dia udah mempermainkan gue. Sekarang dia yang akan jadi mainan gue." Kata Angel.


.....


Di kelas X MIPA 2


Nahda dan Lina sudah sampai di kelas.


"Selamat pagi Fikri." Sapa Nahda duduk di bangkunya


"Pagi." Balas Fikri.


"Kamu dapat undangan juga gak?" Tanya Nahda.


"Enggak, nanya aja." Jawab Nahda.


"Kamu juga di undang?" Tanya Fikri.


"Iya." Jawab Nahda.


"Pergi sama siapa?" Tanya Fikri.


"Lina dan Rida." Jawab Nahda.


"Oooh."


"Kasih inspirasi dong Na, untuk hadiahnya, aku bingung mau kasih apa?" Tanya Fikri.


"Permen ajalah." Jawab Nahda.


"Emang balita di kasih permen?" Tanya Fikri.


"Hahaha, ya mungkin saja begitu."


"Ngeledek kamu." Kata Fikri.


"Ya kan kamu bisa kasih kaos, jaket, topi, sepatu, jam tangan juga bisa. Atau snack aja lah yang ringan." Kata Nahda.


"Iya sih, kenapa aku jadi ikut-ikutan ribet kaya yang lain." Kata Fikri.


"Ya gak tau, mungkin kamu ngefen kalik sama Kak Rizal." Kata Nahda.


"Gak lah, aku cuma ngefen sama kamu aja." Kata Fikri.


Nahda hanya tersenyum menanggapinya.


Jam sekolah telah selesai waktunya para murid untuk pulang dan sebagiannya akan sibuk bersiap-siap untuk acara ulang tahunnya Rizal nanti terutama para cewek. Seperti menyiapkan hadiah, pakaian yang akan di kenakan dan lain sebagainya, termasuk Rida, Lina dan Nahda. Setelah pulang sekolah mereka mampir ke mall lebih dulu. Mereka bertiga sibuk memilih hadiah yang akan di berikan kepada Rizal.


"Apa ya, yang bagus?" Tanya Rida yang masih kebingungan mencari hadiah untuk Rizal.

__ADS_1


"Jaket aj, Da." Jawab Nahda.


"Tapi yang mana?" Tanya Rida lagi.


"Itu bagus." Jawab Nahda menunjuk salah satu jaket berwarna coklat.


"Bagus sih emang, tapi Kak Rizal bakalan suka gak nih?" Tanya Rida.


"Suka atau enggak itu urusan dia, yang penting kita udah kasih hadiah." Jawab Nahda.


"Kamu tuh gak ngerti perasaan aku benget sih." Protes Rida.


"Iya iya. Itu aja yang warna hitam." Kata Nahda.


"Yang ini?" Tanya Rida mengambil sebuah jaket.


"Iya." Jawab Nahda.


"Oke deh." Kata Rida setuju.


"Kamu mau ngasih apa, Lin?" Tanya Nahda.


"Apa ya, kalau sepatu aku gak tahu ukurannya." Jawab Lina masih bingung.


"Topi aja, Lin." Kata Nahda.


"Coba kita lihat, apa ada yang bagus." Kata Rida.


"Ini aja, Lin. Bagus." Kata Rida mengambil topi berwarna biru.


"Ya udahlah, itu aja." Kata Lina setuju.


"Kamu gimana Nahda?" Tanya Rida.


"Aku beli kaos aja." Jawab Nahda.


"Ya udah ayo!" Ajak Rida.


"Ini bagus, Na." Kata Rida mengambil kaos berwarna hitam dengan gambar biola.


"Gak terlalu bagus, yang biasa aja." Kata Nahda.


"Kamu ini, kasih hadiah tuh yang bagus." Kata Rida.


"Ini aja kalik ya." Kata Nahda mengambil kaos berwarna kuning dengan gambar anak ayam.


"Masa anak ayam gitu." Protes Rida.


"Kan lucu, hahaha." Kata Nahda.


"Yang lainlah!" Kata Rida.


"Iya deh iya." Kata Nahda mengembalikan kaos yang di ambil tadi.


"Ini aja,Na." Kata Lina menunjukkan kaos berwarna abu-abu dengan tulisan Friend.


"Mana coba ku lihat." Kata Rida mengambil kaos yang di pegang Lina.


"Kurang bagus ini, cari lagi." Kata Rida.


"Rebet amat sih beli kaos aja." Gerutu Nahda.


"Ini nih bagus." Kata Rida menunjukkan kaos berwarna biru dengan gambar gitar.


"Ya udahlah itu aja, gak selesai-selesai nanti." Kata Nahda setuju.


"Oke sekarang baju untuk ku, ayo!" Kata Rida.


"Hah kamu beli baju juga?" Tanya Nahda.


"Iya." Jawab Rida.


"Emang bajumu kurang apa di rumah?" Tanya Nahda.


"Kurang bagus soalnya." Jawab Rida.


"Hadeh bakal lama nih." Kata Nahda.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2