Thalita Istri Pendek

Thalita Istri Pendek
Semburat Cinta 18+


__ADS_3

Thalita sangat lahab memakan makananya hingga sedikit terkena mulutnya, Arthan mencari tisu namun tidak ia temukan.


Arthan yang tidak mengambil banyak pusing langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Thalita persis jika ingin berciuman, Thalita hanya diam dengan apa yang akan di lakukan Arthan padanya.


Bibir Arthan bertemu dengan bibir jinggaThalita. Ia lalu melumata semua sisa makanan di bibir Thalita dengan lembut.


Thalita yang merasakan sentuhan bibir Arthan mulai terbuai olehnya, ia lalu mengalungkan tangannya ke leher Arthan dan mulai ikut ******* bibir Suaminya.


Awalnya hanya berniat membersihkan sisa makanan di bibir Thalita namun pada akhirnya mereka berciuman, dan kini ciuman mereka semakin dalam.


Merasa tipisnya udara, mereka berdua melepas ciumannya. Nafas Thalita terenggah Arthan tak kalah terenggah.


Thalita yang sudah tak sabar menunggu ciuman dari Arthan kini ia yang memulainya, Arthan bersorak di dalam hatinya. Perlahan-lahan ia menarik Thalita ke atas kasur untuk memulai adengan lainya.


Arthan melepas baju Thalita dan Thalita sendiri melepas kemeja Arthan. Mereka semakin menggila, semburat cinta menguasai sepasang Suami dan Istri itu.


Arthan bangun dari atas tubuh Thalita dan mematikan lampu mini di sebelah kasur mereka, ia kembali menindih Thalita yang sudah mengeliat menahan gejolaknya sendiri.


Thalita merenggut rambut Arthan lalu meremasnya pelan, Arthan terus memainkan bibir Thalita lanjut dengan leher jenjang sang Istri.

__ADS_1


(SENSOR AJA AUTHOR NGAK SANGGUB BUAT LANJUTIN!)


Pagi hari telah tiba, silau cahaya matahari menembus masuk ke dalam kamar melalui jendela.


Kali ini Arthan lebih dulu bangun dari Thalita, ia tersenyum lebar mengingat hal semalam. Thalita sangat kuat menghadapi serangannya walau tubuhnya terbilang ramping serta pendek.


Arthan memeluk Thalita dari belakang dan menciumi lehernya lalu bangun sedikit untuk mencium bibir pink sang Istri.


Thalita merasa geli ketika Arthan menyentuh perutnya, ia kemudian bangun dari tidurnya dan mendapati Arthan yang memeluknya dari belakang.


"Tumben bangun lama?" tanya Arthan, sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Thalita menampol wajah Arthan dengan tangannya, Arthan memasang wajah masam karena Thalita memukulnya sedangkan Thalita hanya terkekeh melihat wajah Arthan yang menurutnya sangat lucu.


"Lapar?" tanya Arthan.


Thalita hanya mengangguk tanda ia kalau ia memang merasa lapar.


"Pagi ini kita makan di restaurant Jepang, bagaimana?"

__ADS_1


"Terserah kau saja!" balas Thalita lalu bengkit dari pembaringannya.


"O, astaga!" Thalita terkejut ketika mendapati dirinya tak terdapat sehelai benang pun.


"Hey, kau tutup matamu!" teriak Thalita.


Arthan memutar bola mata malas, buat apa ditutup sedangkan ia sudah melihat semuanya semalam. Tapi tetap saja ia menutupnya karena tidak ingin mendapat amukan Thalita.


Wanita itu jika mengamuk seperti macan, pikir Arthan bergidik ngeri sekaligus ia membayangkan Thalita berubah wujud menjadi seekor macan lalu menerkam dan mencabik-cabik tubuh dan wajah tampan sedunianya.


Thalita masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, namun lagi-lagi dan lagi ia dibuat bingung dengan beberapa tombol di sudut kamar mandi.


"Yang mana ini?" gumam Thalita bertanya sambil menggaruk kepalanya, seperti monyet.


Ia kemudian memencet tombol biru dan tiba-tiba saja software di atasnya menyala dan menyiramnya dengan air dingin.


"Segar!" gumam Thalita.


Sementara Arthan memasang satu persatu bajunya kembali lalu merapikan sisa makanan semalam, ia lalu mendekati pintu dan memencet suatu tombol hijau di sana.

__ADS_1


Tidak lama seseorang masuk dan mengambil bekas makan di tangan Arthan.


__ADS_2