Thalita Istri Pendek

Thalita Istri Pendek
Malam Terakhir 03


__ADS_3

Arthan sudah membayar semua biaya perawatan Thalita, sekarang ia hanya menunggu Thalita sadar.


Kini perasaan Arthan tertuju pada Mommynya yang dirawat di rumah sakit, rasa sakit di punggungnya ia lupakan. Rasanya juga sudah agak mendingan dari sebelumnya.


"Emhh."


Arthan tersadar dari lamunannya, ia lalu menanti mata Thalita terbuka sempurna, ia sudah sangat merindukan suara sang Istri pendeknya padahal baru beberapa menit saja Thalita tak sadar.


"O, me Husband," kata Thalita kemudian tersenyum manis pada Suaminya.


Arthan ikut tersenyum, ia lalu membantu Thalita bangun dari pembaringannya.


"Kita akan pulang setelah, Istri pendekku membaik," ucap Arthan lalu mencium tangan Thalita di genggamannya


"Sudah membaik, ayo pulang!"


Arthan membalakangi Thalita.


"Ayo, naik, aku gendong!"

__ADS_1


Thalita tidak merespons Arthan, ia lalu turun dan berjalan sambil menarik tangan Arthan.


"Me Husband, juga capek 'kan? Jadi tidak usah sok kuat," ucap Thalita.


Arthan tersenyum lagi pada Thalita, Istri pendeknya sangat pengertian. Arthan semakin Sayang padanya.


"Tha," kata Arthan, dan di balas deheman oleh Thalita.


"Tha!" ulang Arthan, lagi dan lagi di balas deheman.


"Tha, lihat aku dulu!" tegas Arthan, Thalita pun berbalik ke Arthan sambil tersenyum dan menaikkan kedua alisnya.


Arthan ikut tersenyum pula, dan perlahan-lahan ia mendekati wajah Istrinya ia sedikit menunduk karena tinggi tubuh Thalita pendek. Wajah Arthan semakin dekat, Thalita hanya memejamkan matanya pasrah yang akan di lakukan Arthan padanya. Berikutnya bibir Arthan sudah menyentuh bibir Thalita dan ia langsung menciumnya lembut.


"Manis," kata Arthan setelah melepas ciumannya pada Istri pendeknya.


"Apa?" tanya Thalita singkat, ia berusaha menenangkan detak jantungnya, ia sebetulnya bingung ia sudah mau satu bulan masih deg-degan ketika Arthan memperlakukan nya seperti itu.


"Ah, tidak!"

__ADS_1


"Hoaamm, ngantuk! Ayo, pulang!" ajak Thalita, Arthan hanya mengangguk.


Saling bergandengan tangan untuk menuju tempat tunggu bus, mereka harus menaiki bus untuk sampai dengan cepat ke Apartemen.


Thalita sedikit murung karena gara-gara ia memanjat ke pohon bunga sakura dan akhirnya jatuh dan masuk rumah sakit tempat yang sangat ia tidak sukai dan yang paling utama, Suaminya harus mengurangi uangnya karena pembayaran rumah sakit.


"Kenapa, Tha? Kenapa murung begitu? Apa ada yang sakit?" tanya Arthan ketika ia duduk bersama Thalita ke kursi khusus untuk penunggu bus.


"Tidak ada kok, me Husband hanya sedikit merasa bersalah saja, hufft," ucap Thalita dan menghembuskan nafas berat.


Arthan sudah mengerti maksud Istrinya, ia lalu memeluk tubuh Istrinya sambil mengusap pucuk kepalanya.


"Sudah takdir, Sayang," ucap Arthan.


Tidak lama bus pun datang, dan dengan cepat mereka berdua naik ke Bus duduk paling belakang untuk menghindari tatapan aneh dari Penumpang Bus ketika mereka saling menjahili.


Dan, besok mereka akan kembali ke negara asalnya Indonesia. Arthan kembali teringat Mommynya, bagaimana keadaannya? Arthan harap Mommynya baik-baik saja.


Thalita tidur di bahu Arthan dan tangannya ia memeluk Arthan erat, sangat erat, Arthan membelai wajah putih mulus Istri Pendeknya.

__ADS_1


Arthan tidak menyangka bahwa ia menikah dengan wanita pendek yang di jodohkan Daddynya, dan dengan cepat ia melupakan Serina mantan kekasihnya, gadis yang berpostur tubuh semampai dan gadis yang sangat haus akan harta.


Arthan Sayang Thalita, sangat sayang. Ia adalah gadis yang mengisi hatinya setelah Serina.


__ADS_2