
Arthan menghela nafas panjang, tangkai bunga sakura itu hanya sedaun telinganya.
"Dasar, Istri pendek!"
"Wah, ambilkan," ucap Thalita.
"Kalau aku tidak mau, kenapa?" tanya Arthan ia menaik turunkan alisnya.
Thalita yang kesal, langsung mendekati pohon bunga sakura dan menatapnya, Arthan tetap diam berfikir apa yang akan dilakukan oleh Thalita.
"Hey, turun kau!" Arthan meneriaki Thalita yang sudah naik ke atas pohon bunga sakura.
Thalita memanjat pohon bunga sakura dengan cekatan, untung ia menggunakan celana panjang.
Thalita sudah di atas pohon bunga sakura dan sedang berusaha untuk meraih tangkai bunga sakura yang sudah ia inginkan dari tadi. Sementara Arthan menjadi cemas, takut Thalita jatuh apalagi di bawah pohon bunga sakura ada banyak batu hias.
"Dapat, yes!" Thalita berteriak setelah ia berhasil mendapatkan tangkai bunga sakura itu.
"Ayo, cepat turun!" Arthan ikut berteriak dari bawah.
__ADS_1
"Iya, ia sabar, lah!"
Thalita berusaha turun, tangkai bunganya ia pegang erat-erat, ia tatap bunganya dengan kagum dan tidak fokus pada pijakan untuk turun.
"Aduh, Arthaannn!!"
Sekarang Thalita jatuh, Arthan panik ia cepat-cepat melangkah menuju arah Thalita yang akan ia jatuhi.
Brukkk
"Aduhh!" keluh keduanya.
Para Pengunjung yang melihat hal itu sebagian berlari menolong mereka, orang-orang Japan memang sangat baik.
Arthan dan Thalita di bantu bangun, Arthan sendiri memegang punggungnya yang ngilu dan sakit, Thalita sendiri memegang tangannya yang sakit dan sedikit bengkak.
"Are you, okey?" tanya salah satu dari penolong tadi.
"I am, okey!" jawab Arthan.
__ADS_1
"Haikk!" seseorang perempuan berteriak, ketika melihat Thalita yang mengeluarkan darah dari hidungnya.
Arthan langsung melupakan rasa sakitnya ketika melihat Istrinya, ia langsung mengeluarkan handphonenya dan bertanya pada penolong tadi dengan letak rumah sakit terdekat, mereka menjawab bahwa rumah sakit yang agak dekat di sini adalah rumah sakit osaka letaknya di jalan yemuora.
Diantara penolong tadi ada yang menelfon mobil yang biasa mengangkut orang sakit pada saat darurat.
Tidak lama, mobil yang akan mengantar ke rumah sakit sudah datang, dan tampa pikir panjang Arthan kembali menggendong Istri pendeknya masuk kedalam mobil.
Butuh waktu 1 setengah menit, mobil sudah tiba di rumah sakit, Arthan kembali menggendong Thalita masuk rumah sakit ia tidak lihat bahwa beberapa orang Suster mengejarnya sambil mendorong ranjang pasien.
Darah dari Hidung Thalita semakin banyak keluar dari arti lain darahnya semakin banyak.
Para Suster tadi sudah berhasil mengejar Arthan, mereka menyuruh Arthan menaruh Thalita ke ranjang dorong. Thalita dimasukkan kedalam ruangan khusus, Arthan juga ikut masuk.
Cukup butuh waktu agak singkat juga Dokter menangani Thalita, darah Thalita sudah berhenti keluar.
Kata Dokter, Thalita hanya mimisan dan yang paling menusuk di hari Arthan bahwa tangan kanan Thalita terkilir dan bengkak, Dokter sedikit tertawa karena Arthan sangat panik dan dikejar oleh Suster.
Arthan hanya bisa bersyukur, Istri pendeknya tidak apa-apa. Ia ingat betul kata Dokter bahwa Thalita tidak boleh panik dan kaget jika tidak ia akan mimisan yang lebih parah lagi.
__ADS_1
Arthan sudah melunasi semua pembayaran rumah sakit, ia tinggal menunggu Thalita sadar.