Thalita Istri Pendek

Thalita Istri Pendek
Pesan Dari Dia


__ADS_3

1


2


3


Dorr!!


Suara tembakan peluru menggema di ruangan gudang rumah Serina. gadis tanpa hati nurani itu tersenyum puas menyaksikan wajah kesakitan dari Thalita.


"Setelah ini kau akan selalu merasakan rasa sakit, Thalita, hahaha!" Serina tersenyum sinis.


" Kamu memang tidak punya rasa kasihan, kau gadis yang paling jahat!! " Talita meneriaki Serina sekuat tenaganya dan sesekali ia meringis karena peluru tembakan Serina baru saja bersarang di perut kanannya.


Gadis bernasib malang itu sedikit pucat Karena rasa sakit dan darah terus mengalir dari lubang tembakan peluru Serina.


" Aku memang gadis tanpa hati nurani, Thalita! ya, Aku adalah, Serina gadis yang tidak punya hati nurani hanya karena cintanya kepada, Arthan. Ya, Suamimu itu! " Serina berjalan pelan menuju Thalita dan kemudian menarik rambut sebahu Thalita.


" Kalian semua jaga gadis ****** ini dan jangan biarkan dia lolos mengerti?! " Sherina berseru kepada anak buahnya tanpa melepaskan tangannya dari rambut Thalita.

__ADS_1


Para anak buah Serina hanya menganggukkan kepala tanda mengerti dan selanjutnya Serina pergi keluar menuju ke kamarnya.


"Sepertinya gadis ini cantik, bagaimana kalau kita bersenang-senang dengannya? " tanya salah seorang anak buah Serina yang memiliki jenggot tebal di bawah dagunya.


Thalita langsung kaget mendengarnya apa yang akan dilakukan oleh para anak buah Serina itu padanya? Thalita memang belum mengerti tapi dia tahu para anak buah Serina itu berniat sesuatu yang jahat padanya.


"Ya, dia memang cantik dan patut untuk kita bersenang-senang karena barang sebening dia mubazir kalau tidak diajak bersenang-senang, hahaha! "


Para anak buah Serina tertawa terbahak-bahak dan tawa mereka menjadi anak panah yang menusuk hati Thalita, sakit.


" Kalian semua mau apa pada diriku? " tanya Talita dengan panik ketika para anak buah Sherina mendekat sambil tertawa-tawa kepadanya.


Thalita terus berontak karena para tangan-tangan nakal anak Serina membeli semua celah-celah tubuhnya dan ada juga yang mencoba untuk melepas kancing baju Thalita.


"Arggghhhh!" Thalita menjerit seketika ketika salah satu tangan anak buah Sherina memencet tepat pada perut bagian kanan tempat peluru Serina yang bersarang.


" Hati-hati, Dodo!! " bentak salah satu anak buah Serina.


Rasa sakit di perut kanan Thalita semakin menjadi-jadi, selanjutnya penglihatannya mengabur dan Thalita sudah tidak tahun apa yang terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Dia kenapa, Jo?" tanya Dodo anak buah Serina itu ketika kedua mata Thalita sudah tertutup.


Anak buah Serina yang bernama Jo itu tidak kalah terkejutnya dan diikuti oleh 4 orang anak buah Serina. Jo lalu mengajak semua anak buahnya untuk meninggalkan Thalita dengan keadaan satu kancing baju bagian atas Thalita yang sudah terlepas.


Sementara Serina masih tersenyum penuh kepuasan di kamarnya, ia lalu meraih hanphonenya dan membuka aplikasi whatapp.


"Ternyata nomormu masih aktif juga ternyata, haha," kata Serina dan tertawa kecil setelah melihat kata online di bawah nomor mantan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Arthan.


Selanjutnya Serina mulai mengetik sebuah kalimat dan mengirimnya ke nomor Arthan.


"Hmm, sebelum kau datang untuk menjemput atau... melihat, Istrimu itu untuk yang terakhir kalinya, aku akan menyiksanya dengan siksaan yang lebih menyakitkan lagi, Arthan."


Serina menarik selimut tebalnya lalu terlelap, hari pun sudah malam.


"Oh, astaga! Aku hampir lupa memberi makan pada gadis ****** itu, ckckck!"


Serina lalu bangun dan menuju ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah 3 hari untuk Thalita makan.


"Oh, sudah basi tapi... lebih cocok untuk memberi makan untuk dia!"

__ADS_1


Serina lalu memindahkan semua nasi dan lauk yang sudah basi untuk Thalita, benar-benar sudah hilang hati nurani.


__ADS_2