Thalita Istri Pendek

Thalita Istri Pendek
Thalita cemburu


__ADS_3

Gadis tadi tersenyum lalu kembali berbicara pada Thalita.


"Anata no koibito wa totemu hansamodesu, anata no namae wa nanidesu ka?"


[Kekasihmu sangat tampan, siapa namamu?]


Thalita kembali bingung ingin bicara apa, ia kemudiam mencubit-cubit lengan Arthan.


"Dia ngomong apa, sih?" tanya Thalita saat Arthan menengok ke arahnya.


Arthan tertawa geli, melihat Thalita bingung.


Gadis Japan tadi kembali mengulang kalimatnya, kali ini Arthan yang menjawabnya.


"A, kanojo no namae, Thalita Wardana,"


[Ah, namanya, Thalita Wardana]


kata Arthan menjawab pertanyaan Gadis itu.


"A, anata wa hansamodesu, shashin o totte mo idesu ka?"


[Ah, kamu tampan, boleh kita berfoto?] tanya gadis itu lagi.


Thalita, hanya menyimak apa yang mereka katakan.


"Shashin!"

__ADS_1


[Boleh!] jawab Arthan.


Mereka akhirnya berfoto-foto, Thalita yang menyaksikanya meremas bawah dressnya hatinya memanas.


"Dasar! Gadis centill!" gumam Thalita.


Lama mereka berfoto, Thalita semakin kesal, apa ia cemburu pada mahluk pluto itu? Sepertinya ia.


"Arigato,"


[Terima kasih,] ucap gadis cantik asal japan itu.


Arthan hanya mengangguk, lalu kembali menggandeng lengan Thalita namun di tepis.


"Terus saja sana berfoto!"


Arthan tertawa pelan rupanya Istri pendeknya cemburu karena ia berfoto tadi.


"Kau tidak meminta izin padaku! Gadis itu sangat centil!" sungut Thalita sambil menghentak-hentakkan kakinya di lantai toko.


Arthan ingin semakin menggoda Thalita tapi penjual kembang gula menyerahkan 2 gulung kembang pesangannya.


"Sudah cemburunya, ini ambil. Ayo, kita ke taman bunga sakura yang sempat tertunda tadi." Ajak Arthan, ia menyerahkan satu gulung kembang gula yang berwarna hijau pada Thalita, sedangkan ia yang berwarna pink.


"Warna pink lagi, haha!" batin Thalita sambil tersenyum kecil.


Mereka kembali berjalan menuju taman bunga sakura, sambil menikmati kembang gula masing-masing.

__ADS_1


Setibanya di taman, Thalita semakin di buat terpanah oleh pemandangan bunga sakura. Ia menarik tangan Arthan dan menyerahkan kembang gulanya pada Arthan lalu berlari menuju salah satu pohon bunga sakura.


"Ahhh! Ini sangat cantik!!!! aku tidak mau pulang kalau begini, ummuach!" Thalita berteriak dan mencium pohon bunga sakura yang sedang dipeluknya.


Arthan menganga menyaksikan tingkah Thalita yang menurutnya sangat konyol dan memalukan di mata para pengunjung taman.


Sementara Thalita terus mencium pohon bunga sakura ia tidak menyadari jika semua tatapan pengunjung taman memperhatikannya sambil berbisik ada pula yang tertawa.


Arthan semakin merasa malu sebagai yang punya Istri, ia lalu mendekati Thalita dan menariknya menuju salah satu kursi agak jauh dari kerumuan pengunjung taman.


"Apa-apaan kau ini, kau tidak malu di tatap dan di tertawai mereka?" tanya Arthan sedikit kesal.


Thalita tak kalah kesal karena Arthan mengganggu momennya.


"Itu, biarkan saja! Aku tidak malu dengan mereka! Ini menyangkut momenku sendiri!"


Arthan yang sangat kesal dan ingin memukul Thalita namun tidak sampai hati, dan akhirnya ia mengelitik Thalita hingga Thalita mengeliat geli.


"Hahaha, geli aduh, hahaha... hentikan Arthan!"


Arthan semakin menggila untuk menggelitik Thalita, ia juga ikut tertawa menyaksikannya.


"Hentikannn, Arthann!!" teriak Thalita masih saja mengeliat di atas kursi taman, untuk kursinya agak lebar jika tidak Thalita sudah jatuh.


Arthan sudah puas menggelitik Thalita, ia menghentikan gelitikannya. Nafas Thalita tersenggal-senggal dan dari ujung matanya terdapat sisa air mata.


"Aduh, perutku sakit dan mengeras karena tertawa serta karena kau gelitiki!"

__ADS_1


"Itu hukuman untuk, Istri pendekku karena berbuat hal konyol!"


Thalita memasang wajah masam, dan mengambil secara kasar kembang gulanya dari tangan Arthan.


__ADS_2