
Arthan? Jangan ditanya lagi, sekarang ia sudah tertawa keras hingga semua mata tertuju padanya, oke sekarang Thalita akui bahwa ia menjadi malu.
"Haha, namanya juga Susi pasti pakai daging mentah! Hahaha," ucap Arthan masih tertawa.
Para Pelanggan berbisik-bisik sambil mata mereka tertuju pada Thalita dan Arthan, sebagian dari mereka ada yang mengatakan, "Apa dia gila?" dan "Wah, lihat dia benar-benar imut!" dan masih banyak lagi.
"Arthan!" pekik Thalita sambil memukul-mukul pipi Arthan.
"Haha aduh, perutku sakit," kata Arthan lalu kembali tertawa.
Thalita semakin kesal, tanduknya sudah tumbuh sekarang. Ia lalu mengambil Susi ikan tuna itu di piringnya lalu memasukkannya secara paksa di mulut Arthan.
Dengan sepontan Arthan langsung memuntahkannya kembali, daging ikan tuna itu sangat terasa di lidahnya.
"Hueekkkk!!" Arthan menutup mulutnya lalu berlari menuju ke WC yang di sediakan oleh restaurant itu.
Thalita yang melihat Arthan sudah paham bahwa ia akan ke WC untuk muntah, merasa mendapat kesempatan Emas iya mengambil sumpit me dan langsung memakannya, ia menggunakan sumpit itu dengan tangan kiri memegang satu sumpit dan tangan kanan memegang satu sumpit pula.
"Enak!" girang Thalita.
Thalita memakan me pesanan Arthan dengan sangat lahap, merasa menggunakan sumpit terlalu susah dan hanya mengambil sedikit me, Thalita melepas sumpitnya dan menggunakan tangan kanannya.
__ADS_1
Sementara Arthan, ia sudah selesai dengan alasan ia pergi ke WC. Sekarang ia berjalan menuju tempat Thalita perutnya sekarang sangat lapar.
"Hahh!" Arthan dengan membulatkan mulutnya, ia melihat me nya dimakan lahap oleh Thalita, dan sekarang Thalita menuju ke kimchi. Tidak! Ia tidak boleh membagi kimchi itu.
Arthan mempercepat langkahnya untuk sampai sebelum kimchinya habis dimakan Thalita lagi, sungguh Istri pendeknya ini ternyata sangat rakus dalam hal makan tapi meski begitu Arthan tetap sayang.
Thalita baru ingin menyentuh kimchi Arthan namun pemiliknya lebih dulu menariknya.
"Hey, my Husband," ucap Thalita memberi senyum lebar.
Arthan duduk di depan Thalita lalu menarik piring bekas Susi tadi lalu menyumpit kimchinya dan menaruhnya di piring bekas Susi tadi, ia lalu menyedorkannya pada Thalita.
"Wah, makasih, my Husbandku yang gantengggg, ummuach!"
Arthan mengusap pipi kanannya lalu melihat tangannya, apa ini? Bumbu me nya melekat di pipinya yang di cium Istri pendeknya.
"My Husband," kata Thalita.
Arthan dengan cepat mengangkat kepalanya sambil tersenyum, sisa-sisa kimchi tadi belepotan di bibir kanan Arthan.
"Apa?" tanya Arthan, ketika Thalita diam.
__ADS_1
Thalita mengambil 2 lembar tisu dan mengelap sisa makanan kimchi Arthan, Arthan sedikit merasa aneh dengan perlakuan manis Istri pendeknya.
"Makan kok kayak anak kecil," ucap Thalita.
Arthan terkekeh pelan, tumben Thalita berucap lembut.
"Tidak lihat diri!" balas Arthan.
Thalita sedikit tersinggung dengan perkataan Arthan, tidak ingin kalah ia mulai mencari perkataan yang bisa membuat Arthan tersinggung juga.
"Jadi, Suami, kok kayak tiang listrik," kata Thalita.
Arthan tidak tersingguk sedikit pun, ia malah melihat ke arah Thalita dengan mata yang di buat juling.
"Jadi, Istri. Kok pendek amat, haha!" sengit Arthan.
"Hissh!" desis Thalita.
Hening, itu yang kini melanda mereka berdua, semua fokus dengan makanan masing-masing.
Tit
__ADS_1
Titt
Titt