
"Lihat saja kau, Thalita!"
Dokter Serina, mantan pacar Arthan yang masih mengharap bisa balikan dengan Arthan namun itu tidak mungkin.
"Permisi, Dokter ada pasien yang perlu ditangani lagi. Pasien itu korban kecelakaan, Dok." Seorang Suster membuyarkan lamunan dan amarah Dokter Serina.
"Aku sedang tidak enak badan, Sus. Kau suruh saja, Dokter Maheza untuk menenganinya hari ini," kata Dokter Serina dan langsung pergi.
Suster itu menghela nafas sabar ia lalu menuju ruangan Dokter Maheza.
Sementara Dokter Serina langsung menuju pulang kerumah nya, ia punya ide untuk memisahkan Arthan dan Thalita.
"Tunggu takdirmu, Thalita!" gumam Dokter Serina dan langsung menginjak pedal gas.
***
"Aduh, aku tidak bisa bernafas."
Thalita mengeliat sambil berusaha mencari udara segar yang bisa cepat ia hirup, makanan tadi membuatnya tidak bisa bernafas karena terlalu kekenyangan.
"Kau ini kecil-kecil tapi perutmu seperti karet rupanya, ckckck." Arthan beberapa kali menggelengkan kepalanya.
"Habisnya makanannya enak semua pedis, kecut, dan... ah, masih banyak lagi!" Thalita menelan ludah beberapa kali juga.
__ADS_1
"Tukang makan!"
"Terserah!"
Arthan dan Thalita mengadu tatapan tajam semuanya tidak ingin kalah.
"Aku mau ke ruangan, Daddy saja! Malas lihat, Suami dari planet pluto yang nyasar di Indonesia!"
Thalita kemudian berlalu pergi meninggalkan Arthan yang masih menatap nya tajam.
"Tunggu, Suami kenapa, sih?!" sungut Arthan dan mengejar Thalita yang sudah sedikit jauh di depan sana.
"Hey, Mas bayar dulu!"
"Argghhh! Ini!"
"Kemana dia?"
Arthan berjalan sambil mengedarkan pangannya untuk mencari-cari jejak Thalita yang sudah menghilang.
Sementara Thalita sudah ada di ruangan Tuan Sastriwijaya dan rupanya orang tuanya juga ada disana, ya, Ayah dan Ibu Thalita langsung ke rumah sakit setelah mengenatahui Tuan Sastriwijaya sakit, Pelayan di rumah Arthanlah yang memberi tahunya.
Sesuai kata Suster, Tuan Sastriwijaya sudah bisa pulang besok karena keadaannya sudah berangsur membaik dari sebelumnya.
__ADS_1
"Ah, astaga! Ternyata kau disini, Kurcaci!"
Arthan datang dengan nafas memburu karena tadi ia berlari keliling rumah sakit untuk mencari Thalita.
"Arthan, aku sudah bilang akan ke ruangan, Daddy!" Thalita yang tadi fokus menyuapi Tuan Sastriwijaya angkat bicara setelah melihat Arthan secapek itu.
Arthan ingin mengomeli Thalita namun tidak jadi karena ia baru menyadari bahwa ada mertuanya di dalam ruangan Daddynya juga, ia menjadi seperti ini karena pas ia datang ke ruangan Daddynya Thalita belum ada dan kata Daddynya, Thalita belum kemari untuk menjumpainya dan itu sebabnya Arthan panik dan langsung bergegas mencari Thalita ke segala penjuru rumah sakit dan tampa tahu Sang Istri ternyata tidak langsung datang ke ruangan Daddynya mainkan langsung ke WC untuk buang air kecil.
"Ohya, kapan, Ibu sama Bapak datang kesini?" tanya Arthan sekaligus sekedar berbasa-basi.
"Baru saja, Nak. Bapak tiba disini karena kebetulan kami mau berkunjung ke rumahmu dan seorang, Pelayan memberi tahu bahwa, Tuan Sastriwijaya masuk rumah sakit." Jelas Ayah Thalita.
Arthan hanya mengangguk mengerti saja. Sementara Thalita sudah selesai menyuapi Tuan Sastriwijaya.
"Sebaiknya kalian pulang istirahat dahulu pasti... kalian belum sempat istirahan bukan?" tanya Ibu Thalita.
Arthan dan Thalita hanya mengangguk sambil memberi senyum.
"Betul kata, Ibumu. Kalian pulang istirahat saja, Daddy juga ingin tidur dan lagi pula Besan, Daddy ada disini," kata Tuan Sastriwijaya.
Karena itu, akhirnya Thalita dan Arthan pun akhirnya pulang untuk istirahat dan akan kembali nanti malam.
Diperjalan saat Arthan berhenti untuk mengisi bahan bakar pada mobil, Thalita merengek untuk membeli eskrim rasa vanilla pada seorang penjual eskrim di pinggir jalan.
__ADS_1
Arthan terpaksa menurutinya sementara Thalita menunggu di sekitar mobil.
"Anak kecil itu sungguh kasihan," ucap Thalita lalu berjalan pelan untuk menghampiri seorang anak kecil di pinggir jalan yang sedang terlihat menangis.