
Arthan Sayang Thalita sangat Sayang, ia adalah wanita yang mengisi hatinya setelah Serina.
Arthan sangat bersyukur di jodohkan oleh Thalita, karena dengan Itu ia bisa terbebas dari gadis gila harta dan tukang selingkuh seperti Serina. Soal Arthan bilang Serina tukang selingkuh, ia tahu ketika ingin menjemput Serina di rumahnya ia mendapatinya sedang berciuman dengan seorang lelaki, ketika Arthan menanyainya Serina hanya bilang kalau dia adalah Sepupunya. Tapi semakin berjalannya hari Arthan sudah tahu ketika Lelaki itu menembak Serina dan kembali berciuman.
"Kamu yang terbaik di hatiku, Thalita!" gumam Arthan dan terus membelai lembut pipi Thalita.
Tidak terasa bus yang Arthan dan Thalita kendarai telah berhenti di depan Apartemen, Arthan langsung turun soal bayar ia sudah membayarnya tadi.
Ia turun sambil menggendong Thalita, Istri pendeknya ini sangat pulas tidurnya ia tidak ingin mengganggu tudur damainya.
Rasa sakit di punggungnya sudah tidak terasa lagi mungkin sudah lama jadi lukanya sudah kering.
Arthan sudah tiba di dalam kamarnya dan segera ia membaringkan Thalita di kasur empuk itu lalu ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari bau keringat.
Cukup lama Arthan mandi, dan akhirnya ia keluar lalu memakai baju tidurnya dan berbaring di samping Thalita.
"Selamat malam, Honay," ucap Arthan, sambil menarik selimut dan tidur seraya memeluk Istrinya.
Tiba-tiba Arthan terbangun dan sudah berada di tanah lapang yang sejuk, Arthan sedikit bingung bukannya tadi ia berada di kamar Apartemen? Tidur bersama Thalita, dan dimana Thalita?, Arthan lalu bangkit untuk berdiri, ia sedikit khawatir terhadap Thalita.
"Thalita!!" Arthan berteriak keras sambil terus berjalan menyelusuri tanah lapang itu.
"Arthan!"
__ADS_1
Arthan mengenal suara itu, itu suara Mommynya, ia dengan segera berbalik ke belakang sesuai sumber suara itu.
"Mommy?" tanya Arthan memastikan, ia berkata begitu karena wanita di depannya terlihat muda dari Mommynya namun suaranya seperti Mommynya.
"Ya, Arthan ini, Mommy. Mommy sudah tenang, Nak jaga dirimu baik-baik hiburlah Daddymu agar tidak sedih atas Mommy," ucap wanita itu yang ternyata memang Mommy dari Arthan.
"Maksudnya, Mommy apa?" tanya Arthan sedikit tidak mengerti.
Mommynya hanya tersenyum lalu sedikit mundur dari Arthan.
"Mom!"
Arthan mengejar Mommynya yang sudah sedikit menjauh dari hadapannya.
"Tidak, tidakkkk!!!" teriak Arthan, ia berlari untuk memeluk Mommynya.
Arthan sedikit lagi mengapai Mommynya untuk memeluknya, namun Mommynya sudah lebih dulu hilang dari hadapannya.
Arthan terduduk di tanah, sekarang air matanya menetes secara bergantian.
"Mommy!!!"
Arthan langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersenggal-sengal, Thalita ikut bangun karena teriakan Arthan.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Thalita dengan suara khas orang yang baru bangun dari tidurnya.
Hiks
Hiks
Hikss
Arthan menangis dengan menutup kedua matanya dengan kedua tangan, ia sudah mengerti yang di maksud oleh seseorang yang mengaku sebagai Mommynya.
Thalita membulatkan matanya ketika mendengar lebih jelas suara Arthan menangis.
Mata Thalita ikut mengembun, ia terharu mendengar dan menyaksikan sang Suami menangis di hadapannya, Thalita memang mudah menangis ketika melihat seseorang menagis.
Arthan menghentikan tangisannya ketika mendengar Istrinya menangis dengan terisak.
"Kenapa nangis, Tha? Syutt!" tanya Arthan dan di akhiri dengan mengelab hidungnya yah, mengusap ingus.
"Hiks ... hiks ... hiks ...., aku sedih, Arthan lihat me Husband nagis, huaaaa!"
Arthan terkejut, jadi Istrinya menangis hanya melihat ia menangis.
"Sudah, Tha sudah. Hiks ... tadi Mommy datang ke mimpiku dan berkats ia sudah tenang, aku harab itu hanya mimpi belaka!"
__ADS_1
Thalita langsung mengangkat kepalanya, apa yang Arthan maksud? Ia memimpikan Mommynya