Thalita Istri Pendek

Thalita Istri Pendek
Malam Terakhir 01


__ADS_3

Tit


Titt


Tittt


Arthan meraba saku celananya dan mengambil handphone untuk mengangkat telepon dari seseorang.


"Siapa?" tanya Thalita.


"Daddy," jawab Arthan.


Arthan dengan cepat mengangkat telepon dari Daddynya, sementara Thalita meminum juz lemonnya lalu mengelap sisi mulutnya dengan tisu.


"Apa, Dad? Mom, masuk rumah sakit?" tanya Arthan, kini perasaannya tidak karuan.


Thalita ikut memajukan kepalanya ke handphone Arthan, bertujuan untuk mendengar pembicaraan Tuan Sastriwijaya. Ia sama dengan Arthan setelah mendengar kalau Nyonya Sastriwijaya masuk rumah sakit.


"Ia, Dad, Arthan akan pulang ke Indonesia besok," ucap Arthan, kini telapak tangannya menjadi dingin karena takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap Mommynya.


"Ingat, Arthan jangan terlalu panik. Kau sedang bulan madu!" pesan Tuan Sastriwijaya.


"Ia, Dad!" balas Arthan, lalu memutuskan telepon.

__ADS_1


Arthan tidak melanjutkan makan khimci lagi, nafsunya sudah lenyap. Thalita mengajak Arthan untuk keluar, Arthan hanya menurut tapi sebelum keluar mereka membayar makanan tadi cukup mahal, 600 Ribu.


Di jalanan, Arthan dan Thalita memilih berjalan kaki saja dari pada naik Bus. Sekedar untuk lebih menikmati suasana sore hari dan untuk membuat hiburan tersendiri.


Thalita berbalik ke arah samping untuk memanjakan matanya oleh bunga sakura yang sengaja ditanam di pinggir-pinggir jalan khusus untuk pejalan.


Arthan melirik ke arah Thalita, ia sudah paham bahwa istrinya ingin ke taman sakura namun ia tidak memberi tahu dirinya karena Istrinya tahu bahwa perasaannya kalut. Sebagai Suami yang baik, Arthan menggendong Thalita dengan gaya seperti ketika di drama korea dimana pemeran pria menggendong wanitanya ketika capek atau mabuk.


"Hey, Arthan! Turunkan aku, aku malu," ucap Thalita memukul-mukul pipi Arthan.


"Sembunyikan wajahmu di dadaku, kita akan ke taman bunga sakura," kata Arthan dan terus berjalan menuju taman bunga sakura.


Thalita kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang Suami tampan namun selalu membuatnya tumbuh tanduk.


"Wah, tamannya cantik kalau waktu begini, hehe," kata Thalita lalu meloncat dari gendongan Arthan.


"Eh, Honay hati-hati!"


Dhuk ...


Thalita menabrak batu-batu yang sengaja di susun untuk menambah keindahan taman, dan sekarang ia tengah mengeluh kesakitan di tempatnya.


Arthan bergegas menghampiri Thalita, namun tak jadi karena seseorang laki-laki sudah mengulurkan tangannya pada Istrinya.

__ADS_1


Sementara Thalita mendongak menatap laki-laki yang mengulurkan tangan padanya.


Thalita hanya diam, enggan menerima uluran itu. Arthan yang melihat Istrinya hanya diam tersenyum lebar, Istri pendeknya memang terbaik. Bergegas ia untuk ke tempat jatuh Istrinya.


"Honay!!" teriak Arthan, Thalita benengok ke arah sumber teriakan Arthan.


Laki-laki di hadapan Thalita menarik kembali uluran tangannya dan menengok pula ke Arthan, exspresi wajah mereka sama, sama-sama datar sedatar dinding.


Arthan sudah berada di hadapan Thalita, ia kemudian kembali menggendongnya.


Laki-laki tadi menatap Arthan dengan menaikkan sebelah alisnya, satu yang kalian ketahui pria itu juga tampan dan sepertinya sedikit muda dari Arthan, penampilannya seperti orang Indonesia.


"Dia, Istriku," kata Arthan, sambil membalas tatapan Pria itu.


"Beautifool, gril!" balas si Laki-laki.


"Good, She is mine!" balas Arthan juga.


"Yes, i am sorry, boy," ucap Laki-laki itu, ia menepuk pundak kanan Arthan lalu memberikan senyum dan pergi dari kedua Suami dan Istri itu.


Thalita turun dari gendongan Arthan, lalu melompat-lompat untuk meraih satu tangkai bunga sakura.


Arthan menghela nafas panjang, tangkai bunga sakura itu hanya sedaun telinganya.

__ADS_1


__ADS_2