
Di tempat yang sama, seorang wanita paruh baya dari kejauhan terlihat tersenyum menatap ke arah Leo. Wanita itu adalah Sarah, ibunda dari Leo. Dia baru saja memberikan donasi di panti asuhan di mana Leo dan Angela berada saat ini. Betapa terkejutnya dia saat melihat sang putra juga berada di sana dengan seorang wanita.
“Siapa perempuan yang bersama Leo? Apakah dia kekasih baru Leo?” lirih Sarah seraya mengerutkan dahinya.
“Bu, apakah kita akan pulang sekarang?” tanya sopir Sarah.
Sarah menoleh ke depan. “Ya, kita pulang sekarang,” jawabnya tanpa ragu. Sarah sudah tak sabar ingin menceritakan tentang apa yang baru saja dilihatnya di panti asuhan.
Tiba di rumah, Sarah berjalan cepat masuk. Di ruang keluarga, dia melihat seluruh anggotanya sedang berkumpul. Buru-buru Sarah mengambil tempat duduk di samping sang suami dan bersiap menceritakan tentang Leo.
“Kalian tidak akan percaya dengan apa yang tadi aku lihat,” ucap Sarah sambil tersenyum lebar. Dia melihat ke sekeliling, tampaknya ucapannya berhasil menyita perhatian seluruh anggota keluarganya.
“Apa yang kau lihat, Ma?” tanya Wira, sang suami.
“Aku tadi melihat Leo di panti asuhan bersama seorang wanita cantik,” terang Sarah.
Semua orang terkesiap. Mereka sangat terkejut mendengar cerita tersebut karena mereka semua tahu kalau Leo diam-diam masih berhubungan dengan Evelyn.
“Apakah kau tidak salah melihat, Ma? Leo di panti asuhan? Sejak kapan anak itu mau mengikuti acara sosial? Setiap kali kita ajak pergi ke acara amal saja dia selalu menolak,” ucap Wira seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, masih tak percaya dengan ucapan sang istri.
“Aku juga sama terkejutnya dengan dirimu, Pa. Leo bahkan tadi bermain-main dengan anak-anak panti asuhan. Sepertinya wanita itu yang membuat Leo berubah pikiran, Pa,” ucap Sarah, menebak-nebak apa yang terjadi.
__ADS_1
“Apakah kau mengenali wanita itu, Ma?”
Sarah menggeleng. “Tidak. Tapi, aku yakin dia jauh lebih baik dari Evelyn,” jawab Sarah dengan mantap.
*****
Baru saja bangun tidur, Evelyn sudah dibuat kesal. Wanita itu kebingungan mencari ponselnya. Ia ingat sekali jika tadi malam dia meletakkan ponselnya di nakas. Tapi, kenapa pagi ini ponselnya sudah tidak ada di sana?
“Di mana ponselku?” gerutu Sarah sambil mencari-cari ponselnya di seluruh penjuru kamar tidurnya.
Dia sudah mencari ponsel itu di laci bahkan sampai di kolong kasur, tapi tetap saja dia tidak menemukan ponsel miliknya. Kesal karena tidak menemukan ponselnya di kamar, dia pun keluar kamar dengan langkah mengentak-entak.
“Apakah mungkin Nick mengambil ponselku?” tanyanya pada diri sendiri.
“Nick!” Evelyn berteriak memanggil nama Nick sembari mengelilingi rumah untuk mencari Nick.
Tak dapat menemukan Nick di dalam rumah, Evelyn pun menuju ke taman belakang. Benar saja, rupanya Nick sedang bersama Alden dan perawat Alden di taman belakang rumah. Pantas saja Nick tidak mendengar panggilannya.
“Nick, apakah kau melihat ponselku?” tanya Evelyn tanpa basa-basi.
Mendengar itu, Nick berbalik badan. “Ikut aku,” ucap Nick pada Evelyn.
__ADS_1
Evelyn mengekori Nick masuk kembali ke dalam rumah, meninggalkan Alden dengan perawat anak itu di taman. Di dalam rumah, Nick mengatakan sesuatu yang mengejutkan Evelyn.
“Ponselmu aku sita sementara.”
“Apa?!” pekik Evelyn. “Apa maksudmu?”
“Apakah masih belum jelas?”
“Kau tidak bisa lakukan ini padaku, Nick. Kau tak punya hak untuk menyita ponselku!”
“Oh, aku tentu punya hak karena aku adalah suamimu!”
Keributan kembali terjadi. Nick dan Evelyn kembali bertengkar. Karena kesal Nick tak mau mengembalikan ponselnya, Evelyn akhirnya mengatakan sebuah kalimat yang berhasil menikam dada Nick.
“Ceraikan aku saja, Nick. Aku sudah muak dengan hubungan kita.”
“Tidak semudah itu, Eve. Aku tidak mau,” balas Nick keras kepala. “Jika kau meminta pisah, aku akan memviralkan hubunganmu dengan Leo.”
Mendengar ancaman Nick, Evelyn merasa ketakutan. Hubungannya dengan Leo saja tidak diketahui oleh orang tua Leo. Jika Nick melakukan ancamannya, pasti Leo akan sangat marah padanya.
Evelyn mengeram kesal. “Apa maumu?”
__ADS_1
“Jangan abaikan Alden. Setelah dia pulih, aku akan mengembalikan ponselmu.”