The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Aku Mencintaimu, Nick


__ADS_3

Leo terbangun dari tidurnya dalam keadaan yang sangat berantakan, pria itu baru memejamkan matanya saat pagi menjelang dan sekarang terbangun ketika matahari sudah tinggi. Leo bergegas turun dari ranjang dan seketika berteriak.


"Aaaaa..." suara teriakan Leo terdengar saat kedua telapak kakinya menginjak lantai. Kedua telapak kakinya yang tadi malam menginjak pecahan kaca terasa nyeri.


Leo kembali terduduk di tepi ranjang, kedua tangannya mengusap kasar rambutnya yang terlihat berantakan. Pria itu kembali mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Angela. Namun, lagi dan lagi kontak Angela tidak bisa di hubungi sama seperti semalam saat Leo mencoba menghubunginya.


"Ma," ucap Leo lemah menatap ke arah pintu kamarnya dimana sudah berdiri Sarah di sana.


"Lepaskan Angela! Berhenti menghubunginya!" Sarah berbicara sambil menghampiri Leo.


"Kakimu kembali berdarah," ucapnya lagi.


Leo kembali ingin berdiri mencoba mengabaikan luka di kaki ya, tapi Sarah menghentikannya. "Kau tidak boleh kemana-mana sampai luka di kakimu sembuh. Ini bukan satu titik Leo, kakimu menginjak pecahan kaca dengan sengaja, ini bisa berakibat fatal jika kau tak berhati-hati," ucap Sarah kembali mengobati luka di telapak kaki Leo.


"Diam jika kau tidak ingin mama memanggil dokter untuk mengobatimu, atau jika tidak lebih baik kau dibawa ke rumah sakit!" Sarah merasa kesal saat Leo masih saja bersikeras untuk turun dari ranjang.


"Luka seperti ini aku tidak butuh dokter. Mama lulusan kedokteran, kenapa harus ke rumah sakit untuk luka seperti ini," ucap Leo yang juga merasa kesal.


"Karena itu, turuti apa yang doktermu ini katakan. Diam dan jangan turun dari ranjang, mama akan minta perawat pria untuk datang merawatmu."

__ADS_1


Leo tak lagi bersuara dan Sarah melanjutkan tugasnya mengobati kaki Leo. Setelah selesai, Sarah kembali menatap Leo dan merasa iba pada Leo. Sarah tau Leo bersalah, tetapi tetap saja Leo adalah anaknya, Sarah akan merasa sedih saat Leo bersedih.


Maafkan mama, Leo. Mama pikir ini adalah yang terbaik untuk mendewasakan dirimu. Kau belum bisa menjadi pria yang baik, mama harap kehilangan Angela dapat membuatmu belajar dari kesalahanmu. Mama yakin jika kalian berjodoh, kalian pasti akan dipersatukan kembali. Ucap Sarah dalam hati berusaha mengabaikan kesedihan Leo, meski sesungguhnya dia tak tega melihat itu.


"Mama akan mencari perawat untukmu, tetaplah di kamar!" Sarah berdiri.


"Ma!" Leo menahan tangan Sarah.


Sarah tahu jelas apa yang akan Leo katakan, karena itu Sarah mencoba mengabaikannya. "Ingat apa kata papamu, jangan lagi membahas tentang Angela. Sadari kesalahanmu dan perbaiki dirimu dulu sebelum kembali mengejarnya karena itu hanya akan kembali menambah daftar kebodohanmu jika kau tidak belajar dari kesalahanmu," ucap Sarah lalu keluar dari kamar Leo.


***


"Nick, apa harus secepat ini?" tanya Angela saat Nick tengah memasukan beberapa koper milik mereka ke dalam mobil.


Baik untuk dirimu agar segera melupakan Leo, Angela. Aku tau kau memiliki perasaan untuk pria bajingan itu, karena itu aku ingin segera membawamu pergi agar bisa segera melupakan dia dan menghindar darinya. Ucap Nick dalam hati.


Rissa yang saat ini berdiri menggendong Alden hanya bisa terdiam menatap itu semua. Jika bisa melarang, maka Rissa akan melarang mereka pergi. Selain karena Rissa akan kehilangan teman baiknya, Rissa juga sudah terlanjur menyayangi Alden yang beberapa hari belakang ini sering bersamanya. Namun, apalah daya, Rissa tak punya hak untuk menghentikan mereka.


"Tante tidak ingin ikut bersama kami?" pertanyaan yang sama sudah beberapa kali Rissa dengar dari Alden hari ini.

__ADS_1


Rissa tersenyum menggeleng. "Sayang, tante punya tugas di sini. Jika ada waktu, Tante pasti akan mengunjungimu. Jadilah anak yang baik, oke. Ingat Tante sudah memberimu nomer ponsel Tante, hubungi tante jika kau merindukan Tante. Oke," ucap Rissa dengan sangat lembut dan pelan agar tidak terdengar oleh Nick.


Nick sudah menjelaskan pada Rissa jika dia akan mengganti nomer ponsel mereka, mereka juga akan bersembunyi untuk sementara waktu agar Leo tidak dapat menemukan mereka. Rissa yang takut jika Nick atau pun Angela benar-benar akan menghilang darinya, dengan sengaja menulis nomer ponselnya dan meminta Alden menyimpannya, semua itu Rissa lakukan agar bisa tetap terhubung dengan mereka meski hanya melalui Alden.


"Aku janji, Tante. Nanti aku pasti akan menghubungi Tante," jawab Alden dengan mata berkaca-kaca lalu menangis memeluk Rissa.


Angela dan Nick menatap kepada Alden yang tengah menangis, keduanya menghampiri Rissa. "Ada apa?" tanya Nick mencoba mengambil Alden, tapi Alden semakin memeluk Rissa.


"Sayang, kita harus pergi." Angela coba bergantian mengambil alih dan berhasil membawa Alden pindah ke pelukannya.


"Aku pergi, aku akan sangat merindukanmu, jaga dirimu." Angela memeluk Rissa masih dalam keadaan menggendong Alden.


"Aku juga akan sangat merindukan kalian," balas Rissa berusaha menahan air matanya.


Angela yang tidak ingin menangis dan melihat Alden semakin menangis, bergegas masuk ke dalam mobil, dan tinggallah Nick yang terdiam sejenak menatap Rissa.


"Clarissa, jaga dirimu baik-baik. Jika keadaan sudah aman, aku pasti akan menghubungimu. Terima kasih untuk semuanya. Aku menyayangimu," ucap Nick tiba-tiba saja memeluk Rissa, setelah itu masuk ke dalam mobil tanpa menunggu tanggapan Rissa yang hanya bisa terdiam membeku menatapnya.


Aku mencintaimu, Nick. Balas Clarissa dalam hati.

__ADS_1


****


Kakak semuanya, maaf aku belum bisa up banyak. Sekali lagi terima kasih banyak untuk kehadiran kalian. Bantu like setelah baca ya kak. Semoga kalian selalu sehat.πŸ™πŸ€—


__ADS_2