The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Happy Cafe


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, di kota yang menjadi pilihan mereka, Nick mendukung keinginan Angela yang mengajak Nick membuka usaha sendiri. Angela sangat tahu jika akan sangat sulit bagi Nick mendapatkan pekerjaan di perusahaan tanpa diketahui oleh Leo. Leo seorang pebisnis besar, teman dan rekan bisnisnya tersebar di banyak tempat dan itu akan sangat memudahkan Leo mencari keberadaan mereka, karena itu Nick berusaha agar keberadaan mereka tidak mudah dilacak oleh Leo.


Tak ada persiapan yang sempurna untuk Nick membawa adik dan anaknya ke kota tersebut. Nick hanya mendatangi kota yang hanya sekali dulu pernah dia datangi dan cukup aman serta nyaman menurutnya.


Hari ini semua persiapan untuk Happy cafe telah seratus persen selesai. Besok Angela dan Nick akan membuka Happy Cafe dimulai dengan promo gratis, sebagai pancingan agar orang-orang dapat merasakan dan tahu menu di sana. Angela ingin membuka usaha, tapi sempat ragu takut orang-orang tidak suka dengan hasil masakannya, tapi Nick sangat mendukung keahlian adiknya di dapur dan yakin orang-orang akan menyukai apapun yang adiknya sajikan. Sederhana tapi cocok di lidah, itulah yang Nick katakan pada adiknya.


Angela tersenyum menatap bangunan yang akan menjadi tempat tinggal sekaligus mencari rejeki untuk mereka. Bangunan tiga lantai dimana lantai ketiga akan menjadi tempat tinggal mereka serta lantai pertama dan kedua menjadi tempat usaha bagi mereka.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Angela tanpa menatap Nick yang berdiri di sampingnya.


"Happy Cafe. Aku berharap yang terbaik untuk semuanya." Nick tersenyum merangkul adiknya.


"Apa mereka akan suka?" tanya Angela kembali merasa gugup membayangkan hari esok. Angela takut usaha mereka tak berjalan lancar sedangkan Nick sudah sangat menguras tabungannya untuk membeli dan merenovasi bangunan tiga lantai tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus usaha mereka.

__ADS_1


"Mereka akan suka. Tempat ini sangat strategis, suasana di sini juga menyenangkan, harga yang kita patokan juga terjangkau. Aku yakin adikku bisa membuat cafe ini berkembang. Aku selalu yakin padamu, Angela." Ucapan Nick selalu saja kembali membuat Angela percaya diri. Angela berharap dirinya tidak akan lagi mengecewakan Nick. Nick sudah mengorbankan banyak hal untuk Angela dan Angela tak ingin pengorbanan Nick menjadi sia-sia.


"Daddy...!" Suara teriakan Alden mengalihkan keduanya. Nick langsung merentangkan tangannya saat Alden berlari menghampirinya.


"Kau terlihat sangat senang," ucap Angela mencubit gemas pipi Alden.


Jika orang tidak mengenal mereka, maka orang-orang akan berpikir jika Angela dan Nick adalah pasangan suami istri. Terlebih mereka terlihat seperti pasangan yang bahagia dan saling mencintai, tapi sejak awal tiba di sana Nick sudah menjelaskan pada orang-orang yang mereka temui jika Angela adalah adiknya guna menghindari kesalahpahaman yang mungkin saja akan ada.


"Aku senang tinggal di sini, Tante. Kapan kita mulai tinggal di sini? Aku tidak sabar menempati kamarku, aku senang berada di sini. Kapan Daddy, Tante?" tanya Alden pada keduanya.


"Sekarang? Hari ini?" tanya Alden lagi memastikan.


Nick dan Angela dengan kompak menganggukkan kepalanya, Alden yang melihat itu meronta dari pelukan Nick dan berlari berputar kegirangan.

__ADS_1


"Angel, kau yakin cukup mereka bertiga?" tanya Nick.


"Ini baru saja buka, kita belum tau perkembangannya. Tiga sangat cukup untuk sekarang," jawab Angela.


"Alden senang berada di sini. Bagaimana denganmu? Apa kau bahagia?" tanya Nick membuat senyum di wajah Angela hilang.


"Aku perhatikan kau sering melamun. Kau merindukannya? Apa aku benar-benar kakak yang buruk untukmu?" sambung Nick.


"Nick, aku tidak ingin membahasnya. Aku akan ke dalam, aku ingin mengecek lagi persiapan untuk besok!" Angela bergegas masuk ke dalam setelah mengatakan hal itu.


Tolong jangan membahas itu, Nick. Aku tidak ingin mengingat tentangnya lagi, sudah cukup semuanya. Semua hanya masa lalu yang harus aku lupakan.


Nick yang melihat Angela pergi tak menghentikannya. Nick duduk di kursi yang ada di sana terdiam mengingat kembali apa yang sudah terjadi. Kemarin pengacaranya menelpon dan mengabarkan kalau proses perceraiannya dan Eve berjalan lancar.

__ADS_1


Nick ingin bertanya kabar Eve rapi dari ucapan pengacaranya yang berkata jika semua berjalan lancar, menandakan jika Eve baik-baik saja dan tidak peduli dengan perceraian mereka.


"Apa yang kau harapkan darinya Nick? Alden saja dilupakan apalagi dirimu," gumamnya menertawakan kebodohannya yang masih saja mengingat Evelyn.


__ADS_2