
Sarah terus saja tersenyum dan itu membuat suaminya–Wira ikut tersenyum.
"Kau terlihat sangat bahagia," ucapnya menghampiri Sarah yang tengah menata makanan untuk diantarkan pada Leo.
"Tentu saja aku senang saat melihat mereka sudah baikan. Aku berharap sekali hubungan mereka bertahan lama, aku tidak sabar menjadikan Angela sebagai menantuku, aku ingin dia tinggal di sini bersama kita," jawab Sarah dengan senyum yang terus terukir di wajahnya.
"Jangan terlalu berharap."
"Kenapa tidak? Aku akan memaksa Leo agar setelah menikah tinggal disini bersama kita. Aku kesepian selama ini, aku sangat ingin Angela menemaniku di sini, punya banyak cucu. Membayangkannya saja aku sangat bahagia," ucap Sarah terus tersenyum.
"Jangan terlalu berharap. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, karena selagi Leo belum bisa bersikap tegas maka apa yang kau harapkan mungkin sulit terjadi. Aku lihat Angela bukan gadis yang bodoh, jika dia tulus bersama Leo, dia tidak akan bersedia bertahan dengan sikap Leo yang plin-plan. Kecuali dia berniat memanfaatkan Leo, dia mungkin bertahan karena bisa menguntungkan," kata Wira lagi menghilangkan senyum Sarah.
Kedua orang tua Leo selalu mempunyai pendapat yang berbeda karena sikap Leo. Sarah sebenarnya cukup tegas tapi kasih sayangnya pada Leo jadi sering membuatnya tanpa menyadari sikapnya terlalu memanjakan Leo, berbeda dengan Wira yang lebih blak-blakan dalam berbicara dan bersikap tegas sekalipun pada Leo.
"Tidak ada salahnya berharap!" Ketus Sarah menatap suaminya lalu beralih pada pelayan yang dia minta mengikutinya untuk membawa makanan ke kamar Leo.
Di dalam kamar Leo, Leo sudah rebahan di atas ranjang, dengan Angela yang duduk di sampingnya. "Kenapa kau melihatku seperti itu?" Angela mencubit pelan tangan Leo.
__ADS_1
"Aku sedang sakit, Sayang. Harusnya disayang bukannya dicubit," ucap Leo berhasil membuat wajah Angela memerah karena panggilan sayangnya.
"Hemmm hemmmm." Suara deheman dari Sarah yang sudah berdiri di depan pintu mengalihkan perhatian Leo dan Angela. Sarah meminta pelayan keluar setelah meletakkan makanan di atas meja.
Angela baru saja akan berdiri, tapi Leo menahan tangannya dan itu semakin membuat wajah Angela merona.
Angela, kuasai dirimu. Jangan tertipu dengan sikap playboynya. Batin Angela menasehati dirinya sendiri
"Sayang kamu di sini saja, tante membawakan makan malam untuk kalian. Tante yakin Leo pasti lebih ingin makan berdua denganmu," kata Sarah menyentuh lembut bahu Angela yang masih menatap malu padanya.
"Terima kasih, Sayang. Tante senang melihat kalian bersama. Terima kasih juga karena sudah mau datang dan membantu Tante," ucap Sarah lagi mengecup lembut pucuk kepala Angela.
"Sayang, ada apa?" Sarah dan Leo sedikit bingung melihat tingkah Angela.
Angela yang baru menyadari apa yang dia lakukan sontak melepas pelukannya dan menjadi salah tingkah. "Maaf, Tante. Aku hanya merindukan mamaku," ucap Angela mengusap sudut matanya yang basah.
Mendengar itu, Sarah yang awalnya berdiri turut duduk di samping Angela. Keduanya duduk berhadapan dengan Leo yang menjadi penonton.
__ADS_1
"Jangn bersedih, ada Tante. Kamu bisa menganggap Tante seperti mamamu karena tante juga menganggapmu sebagai menantu tante, putri tante. Tante menyayangimu seperti anak Tante sendiri, jadi jangan pernah bersedih," ucap Sarah semakin menimbulkan rasa bersalah di hati Angela.
Ya Tuhan, maafkan aku. Maafkan aku, Tante. Andai saja semua ini tidak dimulai karena kesalahan. Batin Angela.
Angela tak bisa menanggapi lebih apa yang Sarah katakan, hanya ucapan terima kasih yang dapat dia katakan. Jika dapat meminta maaf, maka Angela akan meminta maaf pada Sarah.
"Sayang, tante tinggal kalian ya. Sudah telat untuk makan malam, kalian juga silahkan makan." Sarah keluar setelah mengatakan itu.
"Ayo makan!" ucap Angela mulai menyuapi Leo yang dengan patuh membuka mulutnya sambil terus menatap dalam pada Angela.
"Jangan menatapku seperti itu!" tegur Angela.
Leo mengambil piring yang Angela pegang lalu meletakan di atas nakas. Leo menggenggam kedua tangan Angela, Angela hanya diam melihat apa yang akan Leo lakukan.
"Aku merasa bahagia saat bersamamu seperti ini, aku ingin selalu seperti ini. Apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Leo.
Angela hanya diam. Dia punya jawaban untuk pertanyaan Leo, jawaban tulus dari hatinya gang takut untuk Angela akui.
__ADS_1
"Kedua orang tuaku merestui hubungan kita, mereka berharap lebih. Berharap kau menjadi istriku. Apa kau mau menjadi istriku?" tanya Leo lagi membuat Angela terdiam membeku mendengarnya.
"Kau mau menjadi istriku?"