
Angela tak bisa menjawab pertanyaan Leo. Jika saja Leo bukan kekasih Evelyn, jika saja hubungan mereka normal seperti hubungan pasangan lainnya, mungkin Angela akan dengan perasaan bahagia menerima lamaran Leo. Tapi Angela tahu betul jika Leo belum sepenuhnya menyukai dia, Leo masih menyimpan nama Evelyn di hatinya meskipun Leo berkata menyukainya dan nyaman bersamanya.
Jika saja tidak ada nama wanita lain di hatimu, jika saja hanya aku yang kau sukai, maka aku akan membuka hatiku untukmu, Leo. Terlebih kedua orang tuamu begitu baik padaku, tapi sayangnya semua ini hanya sandiwara kita dimana aku tau kau hanya menyukai fisikku dan aku melakukan semua ini demi kakakku. Batin Angela.
"Kau tidak ingin menjadi istriku?" tanya Leo lagi saat angela tak kunjung menjawabnya.
"Jangan membahas itu saat kau sendiri belum bisa meyakinkan hatimu siapa yang sebenarnya kau inginkan untuk tetap bersamamu. Jangan anggap semua hal sebagai candaan dan hiburan semata Leo. Ada kalanya berkata dan melakukan sesuatu hal dengan serius," ucap Angela balik membuat Leo terdiam.
"Apa yang kau bicarakan itu pantas dibicarakan oleh mereka yang memang menjalin hubungan serius, menjalin hubungan normal seperti pasangan lainnya, tidak seperti kita dimana aku hanyalah simpananmu. Wanita yang kau jadikan sebagai hiburanmu," ucap Angela lagi memasang raut wajah sedih kembali memainkan sandiwaranya untuk menarik hati Leo.
Leo merasa tertusuk dengan ucapan Angela. Leo merasa bersalah saat dia mulai berpikir jika Angela sangat berharap untuk mempunyai hubungan serius dengannya. Apa yang Angela lakukan berhasil memancing Leo agar Leo masuk ke dalam perangkapnya, tapi yang tak Angela sadari jika permainannya juga menjebaknya.
"Aku tidak pernah bermain denganmu, Angela!"
"Benarkah? Jika bukan bermain, lalu apa?"
"Jika aku melepas Evelyn, jika aku dan dia berpisah apa kau mau menjadi istriku?" tanya Leo dengan tatapan semakin serius menatap Angela. Leo bahkan kembali memegang kedua tangan Angela.
"Kau tidak ingin menghabiskan ini? Jika tidak aku akan membawa ini ke bawah!" Angela berusaha mengalihkan pembicaraan, tapi Leo menahan pergerakan Angela.
__ADS_1
"Ada pelayan yang bisa melakukan semua itu. Jawab dulu pertanyaanku, Angela. Jika aku melepaskan Evelyn, apa kau mau menikah denganku?" tanyanya lagi.
Angela tersenyum kecut sebelum menjawab, Angela terbawa alur permainannya sendiri. "Jika itu terjadi, maka aku bersedia menikah denganmu."
"Baiklah. Berjanji padaku jika hubungan kita bisa jauh lebih baik jika aku melepas Evelyn!" pinta Leo.
"Aku berjanji," jawab Angela.
"Tapi bagaimana jika Evelyn lah yang kau pilih?" tanya Angela.
Leo lagi-lagi terdiam, dan itu kembali menyadarkan Angela untuk tidak terhanyut dalam permainan yang sudah dia buat.
"Kau mau kemana?" tanya Leo panik.
"Kamar mandi," jawab Angela ketus.
****
Evelyn masih berada di rumah Leo, meski Leo sudah mengatakan dia akan bermalam di rumah orang tuanya. Evelyn yang merasa penasaran apakah ada perkembangan dari usaha Leo meyakinkan kedua orang tuanya, kembali mencoba menghubungi Leo.
__ADS_1
"Sial. Dia terlalu sering mengabaikan aku!" Geram Evelyn saat Leo tak juga menjawab teleponnya.
Melihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam, Evelyn akhirnya memutuskan untuk pulang.
Tiba di rumahnya, keheningan benar-benar terasa. Tak terdengar suara Alden yang artinya Alden sudah tidur.
Evelyn masuk ke dalam kamarnya tak juga melihat keberadaan Nick. Evelyn yang merasa penasaran dimana Nick coba mencari Nick ke ruang kerja pria itu yang berada tepat di sebelah kamar Alden.
"Alden sudah lama tidur?" tanyanya saat sudah berdiri di samping lemari menatap Nick yang tengah fokus menatap laptopnya.
"Ya," jawab Nick singkat.
Sebelah alis Evelyn terangkat menanggapi sikap Nick yang begitu acuh padanya. Meski tidak akur, tetapi Nick selalu saja bertanya dia kemana darimana dan pertanyaan lainnya yang membuat Evelyn selalu merasa terganggu. Namun, beberapa hari ini Nick sama sekali tidak pernah bertanya apapun padanya. Pria itu bahkan sudah tidak tidur di ranjang yang sama dengannya. Nick lebih memilih tidur di kamar Alden atau pun ruang kerjanya. Nick juga tidak membahas mengenai isi pesannya tempo hari yang membahas Angela.
"Kemana saja dia hari ini?" tanya Eve lagi.
Nick melepas kacamatanya lalu menatap sinis pada Eve. "Sejak kapan kau peduli?" tanyanya dingin.
"Aku hanya bertanya, jika kau tidak ingin menjawab ya sudah!" Eve memilih pergi dari sana dengan mood yang semakin berantakan karena sikap Nick.
__ADS_1
"Sial!" umpatnya setelah tiba di dalam kamar.