The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Makan Malam Keluarga


__ADS_3

[Kenakanlah gaun ini. Aku akan menjemputmu pukul tujuh. —Leo.]


Angela meletakkan secarik surat tersebut di meja, lalu membuka sebuah kotak yang barusan dia terima dari seorang kurir. Senyum Angela mengembang sempurna tatkala ia mendapati sebuah gaun selutut berwarna peach yang tampak begitu cantik.


Senang mendapatkan hadiah dari Leo, ia pun lantas menghubungi pria itu.


“Halo, Angela. Apakah kau sudah menerima paket dariku?”


“Halo, Leo. Ya, aku sudah menerimanya. Terima kasih, gaunnya cantik sekali,” ucap Angela.


“Aku senang kau menyukainya.”


“Ngomong-ngomong, ke mana kau akan mengajakku pergi malam ini?” tanya Angela seraya mengerutkan dahi.


“Mama mengajak kita untuk makan malam di rumah orang tuaku. Kau tidak ada acara lain, ‘kan, malam ini?” balas Leo.


“Tidak.”


“Kalau begitu, dandanlah yang cantik. Pulang kerja nanti aku akan menjemputmu.”

__ADS_1


“Oke. Aku akan bersiap-siap sekarang juga.”


Dari seberang sana, terdengar suara tawa Leo. “Kita akan pergi jam tujuh malam, Angela. Sekarang masih jam empat sore,” selorohnya.


Angela ikut tertawa. Mereka pun lantas mengobrol sambil tertawa. Hingga akhirnya panggilan harus diakhiri karena ada sebuah rapat yang menunggu Leo.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Pukul tujuh lewat lima, Leo tiba di apartemen Angela. Pria itu ternganga saat Angela keluar dari apartemen. Angela tampak begitu cantik malam ini. Bahkan, gaun cantik yang Leo berikan tak mampu menandingi kecantikan Angela.


“Kau terlihat sangat cantik malam ini,” puji Leo.


“Apakah biasanya aku tidak cantik?” gurau Angela, berusaha menutupi euforia yang bergemuruh di hatinya ketika mendapatkan pujian dari Leo.


Angela tersenyum. “Terima kasih.”


“Ayo, kita berangkat.”


Leo mengulurkan tangannya untuk menggandeng Angela. Mereka pun keluar dari gedung apartemen Angela sambil bergandengan. Bahkan sepanjang perjalanan menuju ke kediaman orang tua Leo, mereka tak juga melepaskan diri dari genggaman satu sama lain.


Hubungan Angela dengan Leo semakin dekat. Tak hanya dengan Leo, Angela juga dekat dengan keluarga Leo. Leo bahkan tak menyangka jika orang-orang yang dulu sangat melarang hubungannya dengan Eve, justru dapat dengan mudahnya menerima kehadiran Angela.

__ADS_1


Seperti malam ini misalnya. Kedatangan Angela disambut dengan begitu hangat oleh keluarga besar Leo. Tak hanya orang tua Leo, bahkan sepupu Leo juga banyak yang langsung akrab dengan Angela.


Dari kejauhan, Leo tersenyum sambil memandang Angela yang tampak mengobrol dan tertawa dengan sepupu perempuan Leo di dekat kolam renang.


Andai saja keluarganya dapat menerima Evelyn seperti mereka menerima Angela, mungkin sekarang Leo dan Evelyn sudah menikah dan hidup bahagia bersama. Itulah yang ada di pikiran Leo saat ini. Tapi, sayangnya harapan tak pernah sesuai dengan kenyataan. Jauh di dalam lubuk hatinya, Leo tahu kalau keluarganya tak akan pernah bisa menerima hubungannya dengan Evelyn.


“Angela adalah wanita yang sangat ramah dan murah senyum. Mungkin itulah yang membuat keluarga besar ini cepat akrab dengannya,” komentar Wira, ayah Leo.


Leo menoleh. “Aku bahkan tak menyangka kalian dapat menerima kehadiran Angela secepat ini,” cibir Leo.


“Omong kosong! Tentu kami akan mudah menerima Angela. Dia tidak seperti mantan kekasihmu,” ujar Wira tegas. “Aku yakin Angela adalah wanita yang tepat untukmu.”


Leo tersenyum tipis. “Ya, mungkin,” jawabnya ragu.


Sementara itu ....


Evelyn tampak harap-harap cemas saat dia mendengar dari orang yang dibayarnya jika malam ini dia mengikuti Leo ke kediaman orang tuanya. Evelyn sudah tak sabar untuk mendapatkan informasi yang dia butuhkan. Dia sangat ingin tahu mengenai apa yang telah membuah Leo berubah. Dia juga penasaran apakah Leo tengah dekat dengan wanita lain sampai-sampai Leo kerap kali mengabaikannya.


Hal yang serupa juga dialami oleh Nick. Nick mungkin tak melakukan hal gila dengan menyuruh orang untuk memata-matai adiknya. Tapi, dia juga penasaran mengenai siapa pria yang tengah dekat dengan Angela. Karena rasa penasarannya, Nick bahkan sampai mengabaikan Evelyn dan tak lagi ikut campur dengan urusan Evelyn.

__ADS_1


“Siapa pria yang aku lihat di restoran waktu itu?” gumam Nick bertanya-tanya.


__ADS_2