The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Alasan Rissa


__ADS_3

Angela tengah berpikir apa yang akan dia katakan pada Nick saat Nick datang menjemput Alden. Jarum jam sudah menunjukan pukul enam sore dan harusnya Nick sudah datang menjemput Alden, tapi hingga saat ini Nick belum juga terlihat.


"Riss, aku harus pergi ke rumah orang tua Leo." Angela memberitahu Clarissa.


"Pergilah, aku akan menjaga Alden," jawab Rissa.


"Apa yang harus aku katakan pada Nick? Aku yakin keluarga Leo akan menahan aku untuk bermalam disana," ucap Angela lagi.


"Pergilah, aku yakin Nick tidak akan lama di sini, nanti aku akan bilang kau pergi menjenguk temanmu sakit."


"Riss, Nick tau aku hanya pergi bersamamu, dia tahu temanku juga pasti temanmu." Angela masih bingung harus beralasan apa pada Nick.


"Tenang saja,ย  dia tidak akan banyak tanya padaku, lagian dia juga pasti akan langsung pulang," ucap Rissa tersenyum kecut seperti wanita yang dipatahkan hatinya.


"Riss, apa kau masih?"


"Masih apa?" tanya Rissa menjadi salah tingkah.


"Kau masih menyukai Nick?" tanya Angela membuat Rissa terdiam.


"Angel, aku tidak ingin membahas itu," ucap Rissa.


"Kau pergi saja, aku janji Nick tidak akan curiga padamu."


Angela ikut menatap sendu pada Rissa. Disaat teman-teman seusia Rissa sudah menikah dan bahkan sudah punya anak, Rissa bahkan tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun setau Angela. Meski Angela dan Rissa sudah jarang bertemu terlebih setelah Rissa sudah bekerja di klinik bersalin sebagai bidan, tapi Angela dan Rissa masih sering berkomunikasi dan hubungan mereka terjalin baik.

__ADS_1


Rissa empat tahun lebih tua dari Angela, keduanya tanpa sengaja bertemu dan menjadi teman baik hingga sekarang. Sejak awal Angela membawa Rissa ke rumahnya Angela sudah sadar jika Rissa menyukai Nick tapi tidak pernah mengatakannya sekali pun pada Angela.


"Aku selalu mendukungmu. Sejak dulu aku selalu bilang jika aku setuju dan akan sangat senang jika kau dan Nick bersama, tetapi kau tidak pernah jujur dengan perasaanmu. Kenapa kau tidak ingin berterus terang padaku, Ris?" tanya Angela yang enggan mengalihkan pembicaraannya, Angela sangat ingin tahu alasan Rissa yang sebenarnya.


"Aku akan menjawab, tapi setelah itu jangan tanyakan hal lainnya," ucap Rissa terdiam sejenak sebelum memberikan jawaban yang sejak lama ditunggu oleh Angela.


Beberapa tahun yang lalu.


"Clarissa, apa itu?" tanya Angela menatap paper bag yang tadi dibawa oleh Rissa tapi bukan untuknya.


Dengan wajah tersipu malu Rissa menjawab. "Itu untuk Nick, hadiah ulang tahun yang telat aku berikan."


"Benarkah? Apa itu?" tanya Angela semakin penasaran.


"Rahasia," jawab Rissa.


Rissa yang mendengar jika Nick sudah pulang dibuat gugup, Rissa menjadi salah tingkah dan itu membuat Angela tersenyum.


"Biarkan dia mandi dulu, Nick akan langsung mandi setelah itu pasti akan membuat kopi," ucap Angela yang diangguki oleh Rissa.


Dua puluh menit kemudian, seperti yang Angela katakan benar. Rissa keluar dari kamar Angela sudah melihat Nick duduk di ruang keluarga sambil menonton tv ditemani secangkir kopi.


"Rissa, kau disini? Bukankah kata Angela kau di luar kota." Nick tersenyum singkat menatap Rissa yang mendekat padanya.


"Ya, aku kembali kemarin." Rissa duduk di sofa lainnya tak jauh dr Nick.

__ADS_1


"Oh ha, ini untukmu. Maaf aku telat mengucapkan selamat ulang tahun untukmu," ucap Rissa memberikan paper bag kecil yang tadi dibawanya.


Nick tersenyum menerima pemberian Rissa. "Boleh aku buka?" ucapnya yang dianggukkan oleh Risa.


Senyum yang baru saja terbit di wajah Nick seketika menghilang saat Nick melihat hadiah yang diberikan oleh Rissa. Jam tangan dengan harga yang cukup mahal menjadi hadiah untuknya. Nick tahu betul jika hadiah yang diberikan Rissa adalah jam tangan couple dan itu semakin terbukti saat Nick melihat pasangan dari jam tangan itu tengah digunakan oleh Rissa.


"Terima kasih untuk ini, aku menerimanya. Namun ada hal yang perlu aku katakan padamu, Ris. Aku tidak ingin kau salah paham. Aku baik padamu karena aku menganggap kau sudah seperti adikku sendiri. Jadi, tolong jangan pernah berharap lebih padaku karena aku tidak akan pernah bisa membalas perasaanmu dan aku tidak bisa menjalin hubungan dengan teman adikku," ucap Nick dengan sangat tegas pada Rissa yang terdiam membeku mendengarnya.


"Aku tidak ingin merusak hubungan baik antara kita, aku harap kau mengerti," ucap Nick lagi.


Meski terkejut dan kecewa dengan apa yang didengarnya, tetapi Clarisa berusaha untuk mengatasinya.


"Tenang saja, Nick. Aku juga menganggapmu seperti kakak ku sendiri. Aku tidak mungkin menyukaimu karena sudah ada pria yang aku sukai sejak awal aku melihatnya," jawab Clarissa memberikan senyum terbaiknya.


"Itu bagus. Angela mana?" Nick menatap ke arah kamar adiknya.


"Dia sedang di dalam kamar mandi," jawab Clarissa tersenyum. "Aku kembali ke kamar, ya!" Angela bangkit dari duduknya dan menjnggalkan Nick dengan perasaannya yang berkecamuk.


Angela terkejut mendengar cerita Rissa, Angela sama sekali tidak menyangka jika sejak awal ternyata Rissa sudah ditolak secara halus oleh Nick. Angela terdiam bingung, baik Rissa ataupun Nick sama sekali tidak pernah membahas itu, hubungan mereka benar-benar terjalin baik dan Angela bahkan sempat berpikir jika Nick juga menyukai Rissa tapi menutupinya.


"Jadi tolong jangan pernah membahas tentang perasaanku lagi, Angela," ucap Rissa.


"Maaf, Rissโ€“"


"Berhenti membahasnya. Nah, itu Nick. Kau bisa pergi dengan tenang setelah Nick membawa Alden." kata Rissa saat mendengar suara Alden yang sedang bermain berteriak memanggil Nick.

__ADS_1


***


Untuk kakak semuanya, maaf jika ada yang membingungkan ya kak, catatanku kehapus dari goegle dokumen. Jadi per hari ini aku melanjutkan cerita mengandalkan apa yang aku ingat di kepala aja. Maaf jika nanti ada yang membingungkan, aku mesti bikin alur lagi mengingat ulang alur yang sudah aku siapkan sebelumnya. ๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2