The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Mulai Terbiasa


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu semenjak malam di mana sebuah telepon membuat Evelyn gagal merayu Leo. Malam itu, bahkan setelah mengangkat panggilan dari Angela, Leo langsung pergi mengabaikannya. Pria itu benar-benar langsung mencampakkan Evelyn seolah Evelyn tidak ada di sana.


Sampai hari ini, Evelyn merasa begitu gelisah. Di rumah, dia tak pernah bisa diajak fokus bicara. Bahkan kerap kali Nick memergokinya tengah bergerak gelisah atau menggunakan sesuatu yang tidak Nick pahami.


Seperti halnya saat ini. Nick dan Alden baru saja keluar dari kamar Alden ketika mereka mendapati Evelyn tengah duduk di ruang tamu sambil menggigiti kukunya. Beberapa hari melihat Evelyn yang selalu tampak gelisah, Nick pun tak tahan untuk bertanya mengenai kondisi wanita itu.


“Ada apa denganmu, Eve?” tanya Nick.


Evelyn terkejut mendengar pertanyaan itu. Dia menoleh seperti orang kesetanan. Namun, saat melihat Nick dan Alden, dia langsung mengubah ekspresinya menjadi datar.


“Bukan urusanmu,” jawab Evelyn singkat.


Nick menghela napasnya. “Aku ingin mengajak Alden jalan-jalan. Apakah kau mau ikut?” tawarnya.


Evelyn menggeleng. “Tidak,” jawabnya. Dia sama sekali tidak tertarik untuk pergi jalan-jalan. Apalagi bersama Nick dan Alden. Lebih baik dia berdiam diri di rumah daripada harus pergi dengan mereka.


“Baiklah kalau begitu kami pergi dulu.”


“Hm.”


Nick menggandeng Alden keluar dari rumah. Baik Nick mau pun Alden tak ada yang berniat untuk memaksa Evelyn supaya ikut dengan mereka. Mereka seolah sudah mulai terbiasa hidup tanpa kehadiran Evelyn. Jadi, mau Evelyn ikut atau tidak, mereka akan tetap pergi.


Di perjalanan, Nick menyadari jika Alden tampak melamun. Dia pikir, Alden merasa sedih karena Evelyn tidak ikut dengan mereka. Tapi, rupanya bukan itu yang sedang dipikirkan oleh anak itu.


“Alden, kenapa kau hanya diam saja?” tanya Nick. “Apakah kau sedih karena ibumu tidak bisa ikut?”


“Tidak, Pa.” Alden menggeleng. “Aku hanya berpikir jika mungkin akan lebih menyenangkan kalau Tante Angela juga ikut jalan-jalan dengan kita,” jawabnya.


“Kau ingin mengajak Tante Angela?”


Alden mengangguk. “Iya, Pa. Di mana Tante Angela sekarang? Kenapa Papa tidak telepon Tante Angela saja?” usulnya.


“Baiklah, Papa akan menelepon Tante Angela.”


“Hore!!!!”


Nick menepikan mobilnya di sisi jalan. Setelahnya, dia menghubungi Angela. Tak perlu menunggu lama, panggilannya langsung terhubung.


“Halo, Angela? Apakah kau ada di apartemen sekarang? Kebetulan aku dan Alden akan jalan-jalan dan kami ingin mengajak dirimu,” ucap Nick tanpa basa-basi lagi.

__ADS_1


“Ah, sayang sekali, Nick. Aku sedang tidak di apartemen sekarang,” balas Angela dari seberang sambungan telepon.


“Aku bisa menjemputmu. Katakan saja di mana kau sekarang.”


“Nick, maaf. Tapi, sepertinya aku tidak bisa ikut dengan kalian sekarang. Aku sedang pergi menemui Clarissa,” jawab Angela penuh sesal. “Tapi, tenang saja. Aku lain kali pasti akan ikut dengan kalian. Hanya saja aku tidak bisa kalau sekarang.”


“Ah, begitu?”


Ada guratan kecewa di wajah Nick. Dan ada juga rasa curiga di benaknya saat mendapat penolakan dari Angela. Bagaimana tidak? Angela tidak biasanya menolak jika ada sesuatu yang berhubungan dengan Alden.


“Maaf, Nick. Katakan permintaan maafku kepada Alden juga. Aku janji aku akan mengajak Alden jalan-jalan lain kali.”


“Baiklah, tidak apa-apa.”


Begitu mematikan sambungan telepon, Nick menoleh pada sang putra. “Alden, Tante Angela tidak bisa ikut karena sedang ada urusan. Tidak apa-apa, ‘kan, kalau hanya pergi jalan-jalan dengan Papa?”


Alden menghela napas. “Ya sudah tidak apa-apa, Pa. Tapi, lain kali kita harus mengajak Tante Angela lagi.”


“Iya, Papa janji.”


*****


Di saat yang sama. Angela tengah duduk di sebuah restoran. Hatinya merasa tak tenang karena dia sudah membohongi Nick dan Alden. Tapi, dia takut ketahuan jika dia sedang menjalin hubungan dengan Leo. Nick pasti akan marah jika sampai mengetahui tentang hal itu.


“Nick. Dia mengajakku jalan-jalan dengan Alden. Tapi, aku berkata jika aku tidak bisa.”


“Tidak biasanya kau menolak jika ada hubungannya dengan Alden,” komentar Clarissa.


Angela menghela napasnya. “Mau bagaimana lagi? Aku takut kalau di jalan kami tiba-tiba bertemu dengan Leo. Rencanaku untuk memisahkan Leo dan Evelyn hampir berhasil. Aku tidak mau jika semuanya berakhir sia-sia,” terang Angela.


Clarissa tersenyum lembut. Dia tahu bagaimana rasanya jika dia berada di posisi Angela. Dia pun kalau menjadi Angela pasti akan melakukan hal yang sama. Toh, yang Angela lakukan untuk kebaikan semua orang.


“Aku mengerti, Angela.” Begitu katanya. Dia menggenggam tangan Angela, seakan menyalurkan kekuatan untuk Angela. “Aku akan selalu mendukungmu. Aku yakin kau pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini.”


“Terima kasih, Sa. Aku sangat beruntung memiliki teman seperti dirimu.”


Clarissa tersenyum. Belum sempat dia menjawab, suara seseorang memanggil Angela membuat Angela dan Clarissa sontak saja menoleh.


Tampak seorang wanita paruh baya berjalan menghampiri meja mereka. Angela pun langsung berdiri saat melihat wanita tersebut.

__ADS_1


“Tante Sarah?” gumam Angela.


“Kau mengenal ibu itu?” bisik Clarissa.


“Dia adalah ibunya Leo,” jawab Angela lirih. Clarissa hajya bisa mengangguk-anggukkan kepala mendengar itu.


“Astaga, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini,” ucap Sarah.


“Apa kabar, Tante?” balas Angela. Wanita itu menyambut kedatangan Sarah dengan pelukan singkat.


“Kabarku baik. Bahkan kabarku selalu baik setelah aku tahu jika Leo mengenal dirimu,” gurau Sarah, membuat Angela tersipu.


“Tante, ngomong-ngomong ini Clarissa. Dia adalah temanku.”


Clarissa dan Sarah pun berkenalan. Usai berkenalan, tiba-tiba saja Clarissa mendapat telepon dari klinik dan dia diminta untuk kembali ke klinik. Segera dia berpamitan pada Angela dan Sarah.


Kini, hanya ada Angela dan Sarah di restoran. Angela pun mempersilakan Sarah untuk duduk di depannya menggantikan Clarissa.


“Apakah Tante memiliki janji makan siang dengan seseorang?” tanya Angela.


“Seharusnya aku memiliki janji makan siang dengan teman-teman lamaku. Tapi, tiba-tiba saja mereka membatalkan janji. Untung saja aku melihatmu. Jadi, aku bisa makan siang denganmu, ‘kan?”


Angela mengangguk. “Benar, Tante. Tante ingin makan apa? Steak di sini sangat lezat. Tante harus mencobanya,” saran Angela.


“Baiklah, kalau begitu aku akan mencobanya.”


Angela pun memanggil pelayan restoran, lalu mengorder pesanan untuk Sarah. Sementara itu, Sarah diam-diam merekam Angela dan mengirimkan video tersebut kepada Leo.


“Apa kau sering ke sini, Angela?” tanya Sarah.


“Kadang-kadang saja, Tante. Tapi, restoran ini adalah restoran langganan teman-temanku,” jawab Angela.


Angela dan Sarah pun mengobrol sambil menunggu pesanan datang.


Sarah memeriksa ponselnya. Sudah lima belas menit berlalu dan belum ada jawaban dari Leo. Dia bertanya-tanya di mana Leo saat ini. Dia curiga jika Leo saat ini sedang bersama Evelyn.


Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi ....


“Angela, Mama,” panggil seseorang yang tidak lain adalah Leo.

__ADS_1


***


Maaf baru up kakak, kurang enak body beberapa hari ini. Terima kasih selalu untuk semua yang masih mengikuti cerita ini.🙏


__ADS_2