
Evelyn menyadari bahwa Leo benar-benar mengabaikannya, Evelyn sudah cukup sabar membiarkan Leo karena berfokus pada proses perceraian agar segera tuntas, tapi semua justru membuat Leo menjadi semakin menjaga jarak dengannya bukannya mendukungnya. Eve tidak ingin lagi membuang waktu sama sekali. Eve langsung bergegas menemui Leo, karena Eve tidak bisa terus menunggu pesan dari Leo yang bahkan tidak pernah menanggapi pesannya. Eve mencoba menenangkan hatinya dengan berpikir jika Leo terlalu sibuk karena Leo adalah seorang pria dengan banyak pekerjaan.
Leo juga pria yang sangat mencintai pekerjaannya, tidak akan ada yang bisa mengganggu konsentrasi Leo, begitu Leo mulai bekerja. Itulah yang Eve pikirkan tentang Leo, tanpa dia sadari jika Angela selalu mengusik konsentrasi Leo.
Evelyn berniat menemui Leo di perusahaannya. Hanya dengan begitu mereka bisa bertemu. Selain itu, Eve yakin jika dia bisa menggunakan banyak cara untuk memenangkan kembali hati Leo. Selama Leo masih memiliki perasaan yang dalam padanya, Eve masih memiliki peluang yang sangat bagus untuk memenangkan kembali Leo. Karena sejak awal, Leo adalah miliknya dan akan selalu begitu.
"Aku tidak akan membiarkan kau lepas, Leo."
Evelyn tiba di kantor Leo dengan percaya diri yang tinggi, merasa yakin bisa menaklukan kembali hati Leo. Namun, rencana Evelyn tidak berjalan mulus. Pasalnya, security dan resepsionis sengaja mempersulit Evelyn untuk bertemu Leo. Sesuai dengan instruksi Wira dan itu semua tanpa sepengetahuan Leo. Jika mereka tidak bisa menghentikan Evelyn, maka pekerjaan mereka dipertaruhkan. Siapa yang mau kehilangan pekerjaan bagus di perusahaan besar milik keluarga Rolando? Sehingga seluruh karyawan langsung menuruti perintah Wira.
"Maafkan aku nona. Apa yang Anda lakukan di sini? Anda bukan salah satu karyawan perusahaan ini?" tanya salah satu satpam pada Evelyn.
“Aku datang untuk menemui Leo. Tentu kau tahu siapa aku, jadi jangan coba-coba menghalangiku untuk bertemu Leo," kata Evelyn yang tidak senang karena dihalangi untuk bertemu Leo.
__ADS_1
"Maaf nona. Tetapi aturan baru perusahaan telah memperjelas bahwa kami tidak dapat mengizinkan orang asing masuk ke perusahaan. Jika Anda ingin masuk, tunjukkan kartu identitas Anda, atau setidaknya sudah membuat janji temu,” jawab petugas itu dengan tenang. Seolah-olah apa yang dia katakan adalah hal biasa.
“Apakah kau lelah bekerja di perusahaan ini? Berani sekali kau menghalangi jalanku untuk bertemu Leo? Siapa memerintahkan mu melakukan semua ini?" tanya Evelyn yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
“Maaf, Nona, tidak ada yang menyuruhku melakukan semua ini. Apa yang aku katakan benar, bahwa tidak ada yang boleh masuk kecuali orang tersebut memiliki kepentingan di perusahaan. Jadi tolong jangan mempersulit pekerjaanku dan kembalilah jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan." Petugas juga tidak mau terus berdebat dengan Evelyn meminta Evelyn pergi secepatnya.
“Jangan halangi jalanku. Kalian tahu Leo tidak kan membiarkan kalian bersikap seperti ini padaku. Aku akan memastikan kau kehilangan pekerjaanmu ini. Karena kau berani memperlakukan aku seperti itu?" ancam Evelyn yang terlihat sangat serius dengan kata-katanya.
"Nona. Anda tidak bisa bertemu pak Leo!" Beberapa karyawan lainnya ikut menghentikan Evelyn membuat suasana di lobi kantor menjadi heboh dan itu semua bersamaan dengan Leo yang baru saja keluar dari lift.
Semua orang yang melihat Leo langsung terdiam. Beberapa dari mereka tahu tentang hubungan Leo dan Eve di masa lalu merasa takut jika Evelyn benar-benar membuktikan ancamannya. Mereka tak lagi menghalangi Evelyn membuat Eve dengan cepat berlari menghampiri Leo.
"Leo. Mereka bersikap kasar padaku! Lihat tanganku memerah karena mereka!" Evelyn langsung melaporkan apa yang terjadi pada Leo, tetapi respon Leo begitu datar menatapnya.
__ADS_1
Beberapa karyawan yang tadi berurusan dengan Eve semakin panik mendengar itu, mereka mulai mencoba mencari pembelaan, tetapi belum sempat mereka menyelesaikan ucapan mereka, Leo meminta mereka diam.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Leo terdengar tegas pada Eve. Tak ada sedikitpun kelembutan dari nada bicara Leo, tatapan yang biasanya lembut itu juga tak terlihat lagi dari pacaran matanya.
Eve jelas merasakan sikap Leo yang begitu berubah, tetapi berusaha tetap tenang karena tidak ingin semakin dianggap remeh oleh karyawan Leo. "Sayang, aku lelah. Mereka coba menghalangiku bertemu denganmu. Lihat tanganku. Ayo bicara di ruanganmu saja." Evelyn berbicara dengan nada manja dan baru saja akan menyentuh lengan Leo, tapi Leo dengan sigap menghindar.
"Leo. Ada apa denganmu?" tanya Evelyn menatap tak percaya sekaligus malu pada orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Pergilah!" Singkat, dingin, dengan tatapan tajam Leo katakan.
"Leo...," ucap Eve tak terima.
"Pergi!"
__ADS_1