The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Berubah


__ADS_3

Pagi hari, sesuatu yang dilihat oleh mereka membuat Sarah dan Wira tersenyum puas. Gadis yang tengah dekat dengan putra mereka tengah berada di dapur menyiapkan sarapan, hal yang cukup langkah untuk orang-orang kelas atas seperti mereka lihat. Karena apa, karena hampir gadis-gadis dilingkungan mereka tidak akan betah berada di dapur apalagi berkutat dengan masakan.


"Nyonya. Saya sudah mencoba melarang, tapi Non Angel memaksa," ucap pelayan yang merasa takut saat melihat majikannya.


Angela yang mendengar itu langsung menoleh dan mendapati kedua orang tua Leo sudah berada di depan pintu dapur tengah menatapnya.


"Selamat pagi Om, Tante. Tolong jangan salah paham, aku sendiri yang ingin membuatkan sarapan untuk kalian," ucap Angela tersenyum menatap keduanya.


"Pagi Angel." Wira balas tersenyum


Sarah menghampiri Angela. "Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Sarah membuat suasana yang sedikit tegang seketika mencair.


"Tidak Tante. Ini sudah selesai, hanya tinggal dihidangkan," jawab Angela kembali tersenyum.


"Sayang sekali aku tidak bisa memasak bersama calon menantuku." Sarah menghela napas berat.


"Masih ada lain waktu. Aku sudah lapar, apa sidah bisa dicicipi masakanmu, Angel?" tanya Wira yang diangguki oleh Angela.


Dibantu oleh pelayan, hasil masakan Angela sudah tersedia di meja makan. "Bawakan sarapan ke kamar Leo!" titah Sarah pada pelayan.


Belum sempat pelayan menanggapi ucapan Sarah, suara Leo sudah terdengar. "Aku di sini!"


"Selamat pagi Ma, Pa." Leo tersenyum pada kedua orang tuanya sembari terus melangkah menghampiri Angela yang tengah berdiri di depan meja berhadapan dengan kedua orang tuanya.


"Pagi sayang," ucapnya mengecup sebelah pipi Angela di depan semua orang membuat wajah Angela merona sempurna di buatnya.


"Sepertinya sudah jauh lebih baik," sindir Wira.

__ADS_1


"Iya, Pa. Sangat baik," sahut Leo tersenyum menggeser kursi untuk Angela tempati, diikuti dia yang duduk di sebelahnya.


"Ini pasti masakanmu," ucap Leo lagu menatap ke meja makan.


Angela hanya tersenyum menanggapi ucapan Leo sebab perasaannya tetap saja berkecamuk sekalipun sikap Leo benar-benar lembut dan perhatian padanya.


Angela teringat akan kejadian semalam dimana Angela kembali meminta Leo untuk meninggalkan Evelyn, dan Leo lagi-lagi menjawab jika dia butuh waktu, membuat Angela menelan pahit ucapan Leo.


"Angel, ada apa?" tanya Sarah menyadari Angela tengah melamun.


Dengan senyum terbaiknya Angela perlihatkan pada Sarah. "Tidak ada apa-apa Tante."


"Sayang, apa kau mau menemani Tante ke pesta pernikahan teman tante?"


"Kapan Tante?"


"Siang ini, apakah bisa?"


"Ma, aku ikut!" sahut Leo.


"Leo ada meeting penting siang ini, jangan lupa itu!" tegur Wira membuat Leo terdiam, berbeda dengan Sarah dan Angela yang saling tersenyum melihat wajah kecut Leo.


Suasana kembali hening saat semua kembali fokus ke sarapan mereka, Angela kembali melamun. Entah kenapa Angela merasakan perasaan yang begitu tak enak di hatinya, padahal semuanya tengah baik-baik saja


Ada apa ini? Kenapa perasaanku benar-benar tidak enak. Batin Angela.


***

__ADS_1


Evelyn terbangun dari tidurnya saat matahari sudah tinggi, Evelyn menggeliat kan tubuhnya dengan mata perlahan terbuka. "Jam berapa ini?" ucapnya meraba mencari ponselnya.


Rasa kesal mengawali hari Evelyn saat tak melihat pesan atau panggilan sama sekali dari Leo. Evelyn berpikir jika Angela lah pasti yang menjadi penyebabnya dan itu semua membuat Evelyn benar-benar geram.


Evelyn turun dari ranjang dan keluar dari kamar. Keheningan selalu Evelyn rasakan akhir-akhir ini. Meski bukan karena kebersamaan yang menyenangkan, tetapi setidaknya ada interaksi antara dia dan Nick atau pun Alden, sekalipun itu pertengkaran, namun sekarang semua benar-benar terasa berbeda. Berada di rumah tapi benar-benar seperti tidak ada kehidupan.


Selain Nick yang tak lagi merecokinya, Alden pun tak pernah lagi mencari perhatiannya seperti sebelumnya. Evelyn teringat hari terakhir dia bersama Alden yaitu saat Alden sakit.


"Mommy, aku ingin Mommy tidur bersamaku. Sudah lama aku tidak tidur bersama Mommy," ucap Alden yang tengah berbaring menatap Evelyn yang sibuk dengan majalah fashion.


"Alden, berhenti bersikap manja. Kau sudah besar, kau baru minum obat, sekarang tidur agar lekas sembuh. Mommy bosan seperti ini," jawab Evelyn acuh.


"Hari ini aja, Mommy. Setelah ini aku janji tidak akan nakal lagi, tidak akan manja lagi dan tidak akan meminta apa pun lagi pada Mommy," kata Alden dengan wajah pucatnya.


"Diam dan tidurlah! Kepala mommy pusing," bentak Evelyn membuat Alden terdiam dan mulai memejamkan matanya.


Evelyn tersadar dari lamunan nya saat pelayan bertanya padanya.


"Ada apa?" tanyanya ketus.


"Apa Nyonya butuh sesuatu?" tanya pelayan.


"Dimana Alden?" tanyanya balik.


"Tuan Nick membawa Alden ke kantor," jawab pelayan.


"Angela?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Saya belum melihat non Angela sejak kemarin, Nyonya."


Jawaban pelayan semakin membuat Evelyn kesal dan yakin jika Leo mengabaikannya pasti ada hubungannya dengan Angela. "Sial, aku tidak bisa diam saja seperti ini!" geramnya.


__ADS_2