
Seharian tanpa kabar dari Leo membuat Angela bertanya-tanya apakah Leo tengah sibuk, karena tidak bisanya Leo mengabaikannya terlebih setelah orang tua Leo menyukai hubungan mereka.
Angela menatap ponselnya dan membuka kontak Leo, melihat Leo terlihat aktif beberapa menit yang lalu tapi juga tak ada pesan dari Leo semakin membuat Angela bingung. "Sedang apa dia? Apakah aku harus menghubunginya lebih dulu?" gumam Angela masih menatap kontak Leo.
Meski berusaha untuk berpikir positif, tapi entah kenapa perasaan Angela tidak baik-baik saja, angela pun memutuskan untuk menghubungi Leo.
Tiga panggilan dari Angela sama sekali tidak mendapat jawaban dari Leo, hal itu semakin membuat Angela merasa gelisah.
Disisi lainnya, Leo terdiam menatap ponselnya. Nama Angela tertera di sana. Rasa kecewa yang Leo rasakan membuatnya enggan menanggapi Angela meski rasa rindu ada untuk gadis itu.
Suara ketukan pintu mengalihkan Leo yang tengah melamun menatap ponselnya. "Masuk!" ucapnya.
Leo bangkit dari duduknya saat melihat temannya yang datang. "Hei, kapan kau kembali? Kau menemukan wanita itu?" tanya Leo memeluk sekilas sahabatnya tersebut.
"Kemarin malam. Kenapa kau tidak datang tadi malam, semua berkumpul di tempatku?" tanya teman Leo setelah keduanya duduk di sofa yang ada di sana.
Mendengar pertanyaan Imran , Leo kembali terdiam. Tadi malam dia masih bersama Angela dan tadi malam juga mungkin menjadi hari terakhir mereka bertemu. Memikirkan itu Leo merasa lain di hatinya.
"Hei! Ada apa denganmu? Kau memikirkan istri orang?" sindir Imran jengah mengingat kebodohan temannya.
"Tidak, bukan dia!" jawab Leo kembali menatap Imran.
"Lalu?"
__ADS_1
"Kau ingat gadis yang bersamaku malam tahun baru?" tanya Leo.
"Gadis itu? Jadi benar kata mereka kau dekat dengannya?" Imran menjadi antusias jika bukan Eve yang tengah dipikirkan oleh Leo.
"Dia adiknya Nick!"
"Apa?" Imran yang baru saja meneguk minuman dingin yang ada jadi tersedak.
Leo menceritakan semua yang dia tahu dari Evelyn. Mendengar penjelasan Leo, Imran ikut terdiam coba mencerna semua penjelasan Leo.
"Apa kau menyukainya?" tanya Imran setelah beberapa saat terdiam.
"Aku mencintai Evelyn," jawab Leo ragu.
"Apa pendapatmu tentang dia?" tanya Imran lagi.
"Keluargaku menyukainya, aku merasa nyaman dan berpikir dia bisa menjadi tameng untuk hubunganku dan Evelyn."
"Lalu? Kenap kau kecewa?"
Leo lagi-lagi terdiam tak dapat menjawab pertanyaan Imran.
"Leo, menurutku kau menyukai Angela. Kau kecewa bukan karena dia adik Nick, tapi kecewa karena ternyata Angela tidak menyukaimu seperti kau menyukainya. Hatimu kecewa karena Angela tak memiliki perasaan yang sama seperti yang kau rasakan padanya."
__ADS_1
"Sudahlah, berhenti membahasnya. Katakan padaku, bagaimana dengan wanita idamanmu? Kau berhasil menemukannya?" tanya Leo berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Mungkin sudah waktunya aku harus merelakannya," jawab Imran pelan.
"Jika kau menyukai gadis itu, maka kejar dia. Buktikan padanya jika kau menyukainya sekali pun dia adiknya Nick. Aku lebih suka kau bersama gadis itu dari pada Eve," ucap Imran kembali pada pembahasan awal mereka.
"Aku mencintai Eve," jawab Leo menyangkal perasaan yang ada untuk Angela.
***
Malam harinya, Angela yang terus merasa gelisah tanpa kabar dari Leo memutuskan untuk datang ke rumah Leo.
"Ada apa denganku? Kenapa aku begitu gugup?" ucap Angela yang saat ini baru saja turun dari taksi tepat di depan rumah Leo.
Beberapa saat setelah menekan bel, pintu dibuka oleh pelayan yang menatap Angela dengan tatapan terkejut.
"Bi, Leo ada di rumah?" tanya Angela sopan.
"Itu, anu, Nona. Tuan–"
"Ada apa, Bi?" tanya Angela melihat tingkah pelayan yang tak biasanya seperti itu.
"Biarkan dia masuk!" Suara Leo yang terdengar dari dalam membuat Angela bergegas masuk, tapi alangkah terkejutnya Angela setelah berada di dalam rumah saat melihat seorang wanita yang tengah bergelayut manja di lengan Leo.
__ADS_1
"Hai, Angel." Sapaan dari Evelyn membuat Angela terdiam membeku ditempatnya terlebih melihat bagaimana Leo terlihat begitu memanjakan Evelyn.