The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Aku Merindukanmu


__ADS_3

Sarah yang tengah mengadakan arisan di rumah nya terkejut saat melihat Leo tiba-tiba pulang. Leo termasuk jarang pulang ke rumah dan kalaupun pulang Leo akan mengabari sebelumnya, tapi kali ini Leo tiba-tiba sudah berada di depannya.


"Leo, ada apa?" tanya Sarah lembut pada putranya setelah Leo mengecup sebelah pipinya.


"Ma, apa Mama ada berbicara dengan Angela?" tanya Leo langsung tanpa menjawab pertanyaan Sarah sebelumnya.


Melihat Sarah menanggapi dengan gelengan kepala, Leo kembali lemas. Leo menjauh dari mamanya dan memilih duduk di sofa lainnya yang tidak tersentuh oleh teman-teman arisan mamanya.


"Jeng, putramu benar-benar seperti yang diberitakan, dia tampan sekali," ucap salah satu teman Sarah yang sedari tadi menatap Leo.


"Dia mau gak jadi menantuku, ya?" sahut teman Sarah yang lainnya.


"Sayangnya Leo sudah punya kekasih." Sarah dengan bangga mengatakannya.


"Benarkah? Hmmm sayang sekali, kita gagal besanan," jawab teman Sarah yang lain sambil tertawa.


"Aku kesana dulu ya," jawab Sarah sambil tersenyum, lalu menghampiri Leo–putranya.


Sarah duduk di samping Leo. "Ada apa?" tanyanya lembut.


"Sudah tiga hari Angela tidak bisa dihubungi, Ma. Dia bertemu Eve dan ternyata dia adik iparnya Evelyn," jelas Leo.


"Ha, apa? Ipar?" Sarah jelas saja terkejut mendengar ucapan Leo.


"Benar, Ma. Angela saudara ipar Evelyn."


Leo menceritakan apa yang terjadi tempo jari dan Sarah mendengarkan dengan seksama penjelasan putranya.


Sarah terdiam. Dia coba mencerna apa yang sedang terjadi. Sebagai orang tua dan sebagai orang yang sudah lebih banyak pengalaman hidup, Sarah bertanya-tanya juga coba mencerna semua kejadian yang mungkin saja terjadi.


Apa ada maksud tersendiri dibalik kedekatan Angela dan Leo? Apa Angela mendekati Leo dengan sengaja? Batinnya.

__ADS_1


"Lalu apa tanggapan Angela?" tanya Sarah mencoba memahami dulu semuanya sebelum menyimpulkan.


"Mereka sempat berdebat, lalu Angela memintaku memilih."


"Dan kau memilih wanita itu?" Tatapan kesal Sarah tujukan pada Leo.


"Dia marah padaku, Ma," keluh Leo.


"Jelas saja dia akan marah, siapa pun yang berada di posisinya pasti akan merasa kecewa. Kalian berpacaran tetapi kamu lebih memilih wanita lain, mama tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu, Leo."


"Sudahlah, Mama lelah menasehatimu. Jika kau menyukai wanita itu lanjutkan saja, tapi ingat mama tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Angela pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik darimu," ucap Sarah lagi lebih dingin, sambil berdiri berniat untuk kembali pada teman-temannya.


"Ma, tolong jangan menyudutkanku," pinta Leo menahan tangan Sarah.


"Masih banyak teman-teman mama, jangan bahas itu sekarang!" Sarah melepas tangan Leo lalu pergi.


Leo yang melihat mamanya sudah kembali bergabung bersama teman-temannya memilih untuk naik ke lantai dua dimana kamarnya berada, tapi baru saja berada di tengah anak tangga, Leo kembali turun menghampiri Sarah–mamanya.


"Pinjam handphone Mama!" 


"Untuk apa?" tanya Sarah lagi.


"Aku sudah bilang Angela memblokir semua kontakku, ma," jawabnya.


"Ma, pinjam!" rengek Leo.


Dengan wajah yang masih menahan kesal pada putranya, Sarah dengan enggan memberikan ponselnya. Sarah hanya bisa menggelengkan kepala melihat putranya berlalu pergi setelah mendapat ponselnya.


Leo langsung menekan kontak Angela dan menghubunginya, dia yang baru saja akan masuk ke dalam kamarnya bersorak riang saat kontak Angela sudah bisa dihubungi. Perasaan gugup hadir menunggu panggilannya ditanggapi oleh Angela.


"Halo Tante." Suara lembut itu kembali terdengar setelah tiga hari.

__ADS_1


Deg deg deg….


Leo merasa detak jantungnya berdetak kencang, sebelah tangannya bergerak menuju dadanya merasakan debaran jantungnya. 


"Halo, Tante. Ada apa Tante? Apa kabar Tante?" ucap Angela bertanya saat orang yang menghubunginya belum mengeluarkan suara sama sekali.


Aku merindukanmu. Leo hanya bisa berkata dalam hatinya.


Leo ingin berbicara tapi takut bersuara, takut jika Angela langsung mengakhiri panggilan jika tau Leo lah yang menghubunginya menggunakan ponsel mamanya.


Tak mendapat tanggapan dari Sarah, Angela yang masih berada di rumah Rissa mengakhiri panggilan telepon membuat Leo kecewa dan hanya bisa menghela napas berat.


"Dia terdengar baik-baik saja tanpaku," ucapnya lemas.


***


Angela masih menatap ponselnya, Angela baru saja mengaktifkan ponselnya dan langsung mendapat panggilan telepon dari ibu Leo. Tak ada suara sama sekali dan itu membuat Angela langsung berpikir jika yang menghubunginya adalah Leo, Angela tersenyum dibuatnya.


"Ada apa? Siapa?" tanya Rissa penasaran.


"Mamanya Leo," jawab Angela.


"Dia bilang apa? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Risa lagi merasa penasaran dan juga bingung dengan sikap Angela.


"Aku yakin itu Leo." Angela kembali tersenyum. "Rencanaku benar-benar akan berhasil, Ris. Aku yakin dia sedang berusaha mencari cara agar tetap bisa berhubungan denganku," sambung Angela.


"Dan kau tetap akan menjalankan rencanamu?" tanya Risa yang dijawab Angela dengan anggukan kepala.


"Aku gagal membuat Nick melepaskan Evelyn, jadi aku akan membuat Leo melepaskan Evelyn."


"Aku hanya berharap ending dari semua ini tidak membuatmu terluka, Angel. Aku justru takut kau juga akan jatuh cinta pada Leo dan itu akan menjadi sulit jika Nick tahu semuanya," ucap Rissa. Meski mendukung Angela, tapi Rissa juga mengkhawatirkan Angela.

__ADS_1


"Entahlah, Ris. Aku nyaris berhasil, aku tidak punya pilihan lain selain melanjutkan rencanaku dan memastikan semuanya berhasil," jawab Angela.


__ADS_2