
Keributan tengah terjadi di rumah orang tua Leo. Leo saat ini tengah memaksa keluar dari rumah orang tuanya setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Evelyn satu jam yang lalu. Mengetahui jika Nick dan Angela telah pergi membuat Leo semakin gelisah, perasaan takut kehilangan Angela benar-benar menyelimuti Leo membuatnya tak bisa tenang.
Kedua orang tua Leo coba menghentikan Leo terlebih melihat telapak kaki Leo yang kembali berdarah. Leo seakan tak merasakan sakit di kakinya sebab rasa sakit dan takut akan kehilangan lebih besar dia rasakan.
"Aku mohon jangan melarangku pergi. Aku ingin menemui Angela, aku tidak ingin kehilangannya," ucap Leo menatap penuh harap pada kedua orang tuanya yang terus saja mencegatnya.
"Kau sudah kehilangannya sejak kau memilih Eve saat di pesta, Leo. Kapan kau akan sadar?" Perkataan ibunya kembali menyudutkan Leo tapi Leo tetap bersikeras ingin pergi. "Tolong biarkan aku pergi!" pintanya.
"Semua sudah terlambat, mereka sudah pergi. Kau bisa saja mencari mereka, tapi bukan keberadaan mereka yang menjadi masalah, masalah terbesarnya adalah Nick tidak akan membiarkan adiknya bersama pria yang sudah menghancurkan pernikahannya. Kau harus sadar itu, Leo. Pergilah jika ingin pergi. Biarkan dia pergi. Jangan ada yang menghalanginya!" ucap Wira dengan tegas pada semua orang yang dengan patuhnya memberi jalan untuk Leo, termasuk Sarah yang tak lagi mencoba menahan Leo.
Melihat itu semua, Leo berlari keluar dari rumah, meminta supir untuk mengantarkannya ke apartemen Angela. Namun, saat tiba disana kecewa jelas dia dapatkan sebab Angela tidak ada di sana.
Sulit untuk Leo menerima jika Angela sudah pergi, Leo masih saja tak ingin menerima itu semua dan tanpa rasa ragu memilih untuk datang ke rumah Nick.
"Dimana Angela?" tanyanya mengejutkan pelayan yang ada di rumah Nick.
"Nona Angela sudah pergi bersama Alden dan tuan Nick." Jawaban pelayan membuat Leo jatuh merosot terduduk di lantai. Sekeras apa pun Leo menolak menerima kenyataan itu tetapi tetap saja Angela sudah pergi.
"Kemana mereka pergi?" tanya Leo lagi mendongak menatap pelayan yang berdiri tak jauh darinya.
__ADS_1
"Saya tidak tahu, Tuan. Maaf," jawab pelayan itu pelan.
Leo masih terdiam sejenak duduk di lantai sebelum akhirnya bangkit dan kembali masuk ke dalam mobil.
Evelyn. Hanya Eve yang bisa menjawab pertanyaannya, pikirnya langsung menghubungi Eve.
"Leo. Akhirnya kau menghubungiku. Hari ini aku sangat bahagia, Leo. Mereka telah pergi, kita akhrinya bisa bersama," ucap Eve saat telepon tersambung.
"Dimana Angela? Kemana mereka pergi? Katakan padaku!" Tanggapan Leo yang sama sekali tidak seperti yang dia harapkan jelas membuat Eve marah.
"Apa maksudmu bertanya dimana keberadaannya padaku? Jangan membuatku kesal, Leo!" bentak Eve tak suka.
Leo sama sekali tidak peduli dengan amarah Eve, yang dia inginkan hanya mengetahui dimana Angela dan menyelesaikan masalah yang ada diantara mereka.
"Aku tidak tahu, itu bukan urusanku, dan sekalipun aku tahu aku tidak akan pernah memberitahumu," ucap Eve berteriak kesal setelah itu mengakhiri panggilan telepon.
***
Angela terbangun dari tidurnya saat Nick membangunkannya. "Kita sudah sampai?" tanyanya.
__ADS_1
"Belum, perjalanan masih jauh. Ayo turun kita makan dulu!" ajak Nick lebih dulu keluar dari mobil.
"Ayo pak!" Angela juga turun dari mobil bersama Alden, tapi sebelumnya juga mengajak supir yang membawa mereka.
Baik Angela atau pun Nick sama-sama menikmati makan mereka tanpa bersuara sedikitpun. Keduanya sama-sama tengah berkecamuk dengan pikiran mereka masing-masing. Angela teringat pada Leo dan bertanya-tanya apakah Leo kehilangan dia atau tidak. Begitu juga dengan Nick yang juga bertanya-tanya apakah Evelyn akan kehilangan mereka.
"Daddy, apakah masih jauh?" Suara Alden mengalihkan perhatian Nick dan Angela, keduanya kompak menatap Alden.
"Masih cukup jauh, sayang. Apa kau lelah? Jika kau lelah kita akan menginap di hotel terdekat," ucap Nick menjawab pertanyaan putra kesayangannya.
Alden menanggapi dengan gelengan kepala. "Tidak Daddy. Aku hanya bertanya," jawab pria kecil itu lalu kembali fokus pada makanannya.
"Berapa jauh lagi, Nick?" sahut Angela ikut bertanya.
Bukannya menjawab, Nick justru menoleh pada supir yang ikut makan bersama mereka, seakan bertanya pada supir itu meski tak mengeluarkan suara. "Kurang lebih enam jam perjalanan lagi jika tidak ada kemacetan, Nona," jawab supir tersebut.
Angela yang mendengar itu jelas terkejut. Mereka sudah hampir tiga jam lebih diperjalanan dan masih ada enam jam perjalanan lagi yang mesti mereka tempuh. Angela jelas semakin bertanya-tanya kemana tujuan Nick sebenarnya.
"Nick. Jika sejauh itu kenapa tidak menggunakan pesawat? Ini cukup jauh untuk anak seusia Alden, Nick."
__ADS_1
"Semua demi kebaikanmu. Kita akan membicarakan ini lagi nanti setelah tiba di tujuan. Sekarang habiskan makan kalian agar kita bisa segera kembali melanjutkan perjalanan," ucap Nick menutup pembicaraan.