The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Bantuan Sarah


__ADS_3

Leo keluar dari kamarnya mengintip ke bawah berharap jika teman-teman ibunya sudah pergi, tetapi ternyata belum dan itu membuat Leo semakin tak bisa tenang.


"Kapan mereka pulang?" geramnya yang sudah tiga kali mengintip ke bawah dan acara arisan ibunya belum juga selesai.


Setengah jam sudah berlalu, Leo yang sedari tadi masih menunggu, kembali keluar dari kamarnya. "Bi, sini!" panggil Leo pada pelayan yang terlihat.


"Ada apa, Tuan. Tuan butuh sesuatu?" tanya pelayan menghampiri Leo.


"Mereka sudah bubar?" tanya Leo.


"Siapa? Teman-teman nyonya besar?" 


Leo mengangguk lalu kembali bertanya. "Sudah pergi belum?" 


"Sepertinya sudah, Tuan. Saya naik ke atas saat mereka berpamitan," jawab pelayan membuat Leo tersenyum setelah itu berlari turun ke bawah menghampiri ibunya.


"Ma… Ma!" panggilnya.


Sarah yang baru saja akan kembali masuk ke dalam rumah setelah melepas kepergian teman-temannya kembali di buat geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya. "Ada apa lagi, Leo?" tanyanya masih terlihat kesal.


"Hubungi Angela ma, bantu aku. Please…!" pinta Leo dengan tatapan memohon.


"Kenapa mama harus membantumu? Pergilah pada istri orang kesayanganmu itu, berhenti mengganggu Angela, dia pantas mendapatkan pria lain yang jauh lebih baik darimu. Dia cantik, pintar, menarik, banyak pria yang akan mengejarnya. Berhenti mengganggu Angela," ucap Sarah sinis semakin membuat Leo menjadi tak tenang.


"Ma, kenapa Mama justru berkata seperti itu. Aku putramu, bantu aku ma, aku mohon!" pinta Leo lagi masih berusaha membujuk mamanya.

__ADS_1


"Bukankah kau sendiri yang membuat semua jadi seperti ini. Kau dipertemukan dengan wanita seperti Angela tapi kau lebih memilih wanita tak tahu malu itu, sekalipun Angela punya niat tersendiri padamu tapi tetap saja mama yakin dia wanita yang baik, dia punya alasan mendekatimu," ucap Sarah meluapkan kekesalannya.


"Ma, aku mohon." Leo tetap berusaha agar Sarah mau membantunya.


Sarah membuang napas berat. "Baiklah, tapi sekali ini saja. Mama akan memberikan kalian kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kalian, hanya kali ini." 


"Makasih ma, aku sayang mama." Leo memeluk Sarah.


"Katakan apa yang kamu ingin mama lakukan?" tanya Sarah melepas pelukan Leo.


"Aku ingin melihat Angela ma, aku ingin hubunganku dan Angela kembali baik. Dia menjauhiku, dia tidak ingin berhubungan lagi denganku."


"Mana?" Sarah meminta ponselnya.


"Halo tante." Suara Angela terdengar dan itu menerbitkan senyum di wajah Leo yang saat ini sangat menempel pada Mamanya ingin mendengar suara Angela.


"Halo sayang. Apa kamu sibuk?" ucap Sarah bertanya.


"Tidak, tante. Ada apa? Tante apa kabar?" tanya Angela dengan lembut pada Sarah.


"Maaf tadi setelah menghubungimu ada teman tante," ucap Sarah. "Sayang, sebenarnya ada yang ingin tante bicarakan padamu," sambungnya.


Angela yang berada di seberang telepon terdiam sejenak, jika gadis lain yang berada di posisinya mungkin akan berpikir ucapan Sarah benar. Namun, di sini Angela sadar betul jika semua ini pasti rencana Leo, semua tidak mungkin kebetulan dan Angela tersenyum mengikuti alur yang mereka buat.


"Iya tante, ada apa?" tanya Angela dengan nada panik dan itu membuat Leo yang mendengar tersenyum senang.

__ADS_1


Sarah yang melihat sikap Leo kembali merasa kesal, dia mendorong pelan Leo agar sedikit menjauh darinya.


"Ma." Leo berbicara tanpa mengeluarkan suara menunjukan rasa keberatannya atas sikap Sarah.


"Tante, ada apa?" tanya Angela lagi.


"Sayang, Leo akhir-akhir ini terlihat berbeda. Dia lebih banyak diam, seharian ini Leo juga tidak keluar dari kamar. Tante sudah berusaha membujuknya tapi Leo tetap tidak mau keluar dari kamar, dia belum makan dari kemarin, tante takut penyakit maag nya kambuh. Leo punya penyakit maag, tante yakin ini ada hubungannya denganmu. Apa kalian bertengkar?" ucap Sarah mengarang cerita demi Leo, meski tak semua yang dia katakan sebuah kebohongan sebab Leo memang memiliki penyakit maag.


Angela lagi-lagi tersenyum karena yakin semua persis seperti yang dia pikirkan.


"Tante, maaf. Aku dan Leo tidak ada hubungan apapun. Mungkin bukan karena aku Leo seperti itu, Tante bisa tanyakan pada kekasihnya," ungkap Angela pelan.


Tatapan tajam kembali Sarah berikan pada putranya dan tatapan memohon kembali Leo perlihatkan berharap Sarah akan membantunya.


"Tante hanya tahu kamu dan hanya menganggap kamu sebagai kekasih Leo. Tidak ada wanita lainnya dan Leo juga tidak pernah lagi membahas wanita lainnya selain kamu," jawab Sarah.


"Tante mohon, datanglah kemari dan bujuk Leo. Tante yakin dia pasti akan keluar kamar dan makan jika kamu yang memintanya, tante mohon Angela. Tante takut terjadi hal buruk pada Leo," ucap Sarah lagi.


"Tante–"


"Tante mohon?" Sebelum Angela selesai berbicara, Sarah sudah lebih dulu memotong ucapannya.


"Baiklah, aku akan datang. Semoga saja aku bisa membantu tante," jawab Angela sebelum panggilan telepon berakhir.


Leo langsung memeluk Sarah setelah Sarah selesai berbicara dengan Angela. "Terima kasih, Ma. Mama selalu jadi yang terbaik," ucapnya senang.

__ADS_1


__ADS_2