The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Aku Salah Berharap Padamu


__ADS_3

Di dalam mobilnya, pria yang tidak pernah menangis itu akhirnya menangis. Nick merasa amat bersalah kepada Angela. Nick mencoba menelpon Angela dan seperti biasa Angela jarang mengabaikannya.


"Halo Nick." Suara adiknya terdengar dan terasa sakit untuk Nick yang mendengarnya.


"Kau dimana?" tanya Nick berusaha tenang dan meredam tangisnya agar Angela tak tahu keadaannya.


"Aku sedang melakukan tugasku. Ada apa?" ucap Angela sambil tertawa tapi itu justru semakin menyakiti Nick saat Nick seakan mengerti tugas yang dimaksud oleh adiknya.


"Aku bercanda, aku saat ini sedang berada di pesta seseorang. Ada apa Nick? Alden dimana dan bersama siapa?" ucap Angela lagi.


"Alden ada bersama pengasuhnya. Angela setelah selesai urusanmu, datang ke kantorku, ada hal penting yang ingin aku bicarakan!!" pinta Nick.


"Kantor?"


"Hmm... Pulang ke apartemen mu, nanti kita bicara di sana. Aku akan pulang lebih cepat hari ini, aki akan langsung ke tempatmu," ucap Nick lagi yang disetujui oleh Angela.


Setelah panggilan telepon di tutup, air mata Nick kembali mengalir, tak ada lagi yang bisa dikatakan untuk membantah semua kenyataan yang ada, adiknya melakukan semua itu demi nya dan Nick benar-benar merasa telah gagal sebagai seorang kakak. Nick merasa telah merusak masa depan adiknya hanya untuk kebahagiaannya, hanya karena cintanya yang lemah. Nick menyesali semua itu. "Maafkan kakak, Angela.," ucapnya.


***

__ADS_1


Evelyn tersenyum senang menatap ponselnya, Evelyn sangat yakin jika Nick akan marah besar pada Angela dan melarang Angela untuk mendekati Leo lagi. Evelyn merasa senang membayangkan Angel menjauh dari Leo


Eve yang tengah merasa senang kembali terusik dengan video yang dikirimkan lagi oleh temannya yang juga masih ada di pesta, video yang memperlihatkan bagaimana Leo memperlakukan Angela dengan begitu lembut dihadapan banyak orang. "Sial!" umpatnya.


Tanpa pikir panjang, Eve yang tidak ingin membiarkan Angela semakin merebut Leo darinya memutuskan untuk menyusul Leo.


Dengan tampilan yang begitu glamor, Eve telah siap dan langsung menuju pesta dimana avara berlangsung, sekali pun harus mempermalukan dirinya, Eve sama sekali tidak masalah selagi bisa mempertahankan Leo.


Di pesta.


Angela merasa malu tapi juga senang dengan sikap Leo yang benar-benar memperlakukannya seperti pasangan sungguhan. Setiap kali ada yang menyapa, maka Leo akan selalu memperkenalkan Angela sebagai kekasihnya dan itu berhasil membuat hati Angela jadi berbunga-bunga.


Tangan Leo tak lepas dari pinggangnya, sebelah tangan Leo terus bertengger di pinggang Angela seakan menegaskan pada semua orang jika Angela adalah miliknya.


Leo hanya tersenyum menanggapi itu lalu menoleh ke samping kembali tersenyum sangat lembut menatap Angela sembari sebelah tangannya merapikan tatanan rambut Angela yang menggemaskan menurutnya. "Sayang kau terlihat sangat cantik, harusnya aku kurung saja kau di rumah," ucap Leo tanpa mengingat ada orang lain disekitar mereka dan itu semakin menambah rona merah di wajah Angela.


Kemesraan yang terlihat dari keduanya benar-benar membuat banyak pasangan lainnya ikut tersenyum, terlebih kaum wanita yang merasa iri dengan perlakuan lembut Leo pada Angela.


"Cepat cepatlah menikah agar kau bisa setiap detik melihat Angela, kau bisa mengurungnya di kamar setiap saat," ucap kenalan Leo yang lainnya.

__ADS_1


"Secepatnya," jawab Leo mengecup sebelah tangan Angela.


Perbincangan berlanjut, Angela semakin merasa hangat pada hatinya, tak bisa dipungkiri lagi jika Angela begitu tersentuh dan merasa senang menjadi pasangan Leo, sekali pun hanya pasangan cadangan.


Disaat hatinya tengah berbunga-bunga, hal yang tidak diinginkan terjadi. Angela yang baru saja merasa bahagia dan tersentuh dengan sikap Leo merasa terhempas saat melihat kehadiran seseorang yang begitu mengejutkannya. Angela kembali teringat pesan Evelyn beberapa saat lagi yang mengatakan jika hari ini adalah hari terakhirnya.


Tatapan Leo juga tertuju pada Evelyn yang tengah melangkah menghampiri mereka, perasaan gugup, panik, dan gelisah menyelimuti Leo. Tangan Leo yang sedari tadi berada di pinggang Angela perlahan turun dan itu berhasil menyakiti hati Angela.


Angela menggenggam sebelah tangan Leo, membuat tatapan Leo kembali padanya. Tatapan penuh harap Angela perlihatkan, Angela juga menggelengkan kepalanya sebagai isyarat agar Leo tidak pergi.


Tidak Leo. Jangan menjatuhkan aku disaat aku baru saja terbang seperti ini. Batin Angela masih menatap Leo yang juga menatap bimbang padanya.


"Leo!" Suara Evelyn terdengar saat wanita itu sudah berada tepat disebelah Leo.


Angela masih menahan tangan Leo, masih berusaha mencegah Leo untuk berpaling pada Evelyn. "Please...," ucapnya pelan.


"Leo." Suara Evelyn dengan penuh penekanan kembali terdengar.


Angela tak mengatakan apa pun lagi, hanya terus menatap Leo dengan penuh harap, berharap Leo akan tetap memilihnya, terlebih saat ini dihadapan semua orang.

__ADS_1


"Aku akan segera kembali," ucap Leo melepas tangan angela lalu menggandeng tangan Evelyn pergi dari sana.


Aku salah berharap padamu, Leo. Batin Anggela.


__ADS_2