The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Mencari Tahu


__ADS_3

"Kenapa Daddy tersenyum?" tanya Alden saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Nick melirik putranya kembali tersenyum. "Tadi Daddy melihat tantemu," ucapnya.


"Tante Angela? Dimana? Kenapa dia tidak menyapa kita?" tanya Alden antusias.


"Tantemu bersama seseorang, mungkin dia malu," jawab Nick kembali tersenyum sambil terus membahas Angela kepada putranya.


***


"Ada apa Angela?" Leo dan Angela sudah berpisah dari ibu Leo, saat ini mereka berdua.


"Apanya yang ada apa?" tanya Angela.


"Kau terlihat gelisah sejak kembali dari toilet. Apa sesuatu terjadi?"


Angela yang mendengar itu sebisa mungkin berusaha untuk tidak lagi terlihat gelisah, Angela tidak ingin membuat Leo curiga padanya.


"Leo, orang tuamu sangat baik padaku," ucap Angela mengalihkan pembicaraan.


Leo tersenyum mendengar itu, sebelah tangannya meraih tangan Angela dan menggenggamnya, dengan sebelah tangan lainnya berada di setir mobil. "Kau jelas tau merela menyukaimu."


"Lalu pacarmu? Kenapa kau bersikap seolah-olah akulah pacarmu yang sesungguhnya?" tanya Angela lagi membuat Leo terdiam saat dia kembali teringan Eve.

__ADS_1


Tak bisa dipungkiri, meski sedikit, tapi di hati Angela sedikit tak nyaman dengan respon Leo. "Boleh aku bertanya?"


"Hemmm..." tanggap Leo.


"Apakah kau mencintai kekasihmu?" tanya Angela yang tak mendapat jawaban dari Leo.


Angela tersenyum masam. "Aku mendapat jawabannya. Jika kau mencintai dia, lalu kenapa kau mengkhianati cintamu dengan tidur bersamaku?" tanya Angela lagi yang semakin membuat Leo terdiam tak memiliki jawaban atas pertanyaannya.


"Tolong antar aku pulang!" ucap Angela lagi dengan wajah menoleh ke samping jendela.


Angela berusaha menahan gemuruh yang hadir di hatinya setiap kali membahas hubungan Leo dan Eve.


Tidak Angela, ingat niat awalmu. Jangan lemah! Batinnya.


Di tempat lain ....


"Leo! Dimana kau?" rutuknya terus mencoba menghubungi Leo.


Namun, bukan Leo yang menjawab panggilannya, tapi seorang operator. Entah sudah berapa banyak telepon dari Evelyn yang masuk pada notifikasi ponsel Leo, pria itu tak menjawab satu pun panggilan dari Evelyn.


“Sial! Sial! Sial! Di mana Leo sebenarnya? Apa yang sedang dia lakukan?” umpat Evelyn.


Dia mengusap wajahnya dengan gusar, lalu melempar tubuhnya ke atas ranjang. Dia berteriak frustrasi, kesal karena Leo tak kunjung menjawab teleponnya.

__ADS_1


“Kenapa sifat Leo jadi berubah? Apakah mungkin ada wanita lain yang dia temui?”


Hal tersebut membuat Evelyn semakin gelisah. Dia sangat mencintai Leo. Dia tidak akan rela jika Leo menemukan wanita yang jauh lebih baik dari dirinya.


“Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya dengan mantap.


Evelyn yang tak bisa lagi tenang sebelum menemukan jawaban atas perubahan sikap Leo, langsung menghubungi seseorang.


"Halo!"


"Iya halo, ada apa Eve? Aku pikir kau lupa denganku," ucap seseorang yang menjadi lawan bicara Eve.


"Berhenti basa-basi, aku ingin kau membantuku mencari tahu tentang Leo!" pinta Eve.


"Leonard? Mantan kekasihmu?" tanya orang itu.


"Dia masih kekasihku, bukan mantan!"


"Ayolah Eve, kau sudah menikah. Aku dengar suamimu pria yang sangat baik, berhenti mengejar Leo!"


"Aku menghubungimu bukan untuk mendengar nasihatmu. Aku akan membayar mahal, tapi kau harus segera mendapatkan informasi tentang apa yang Leo lakukan akhir-akhir ini dan dengan siapa dia!" ucap Eve tegas.


"Kau dengar?" Kesalnya saat ucapannya tak ditanggapi.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan profesional menjalankan pekerjaanku. Tapi jika boleh, sebagai teman aku menyarankan untukmu menjadi istri yang baik dan lupakan Leo!"


"Lakukan saja tugasmu!" ucap Eve mengakhiri panggilan telepon.


__ADS_2