
"Kenapa kau hanya diam? Jawab pertanyaan Angela. Bisakah kau tinggalkan aku demi dia?" pertanyaan yang sama dari orang yang berbeda terdengar sesaat Angela berbicara. Tatapan keduanya tertuju pada Eve yang sudah berdiri tak jauh dari mereka.
Angela menjadi semakin gugup, dia nyaris berhasil menggoyahkan pilihan Leo, tetapi Eve justru datang. Perasaan takut menyelimuti Angela, entah takut akan jawaban Leo yang memilih Eve atau memang takut kehilangan Leo.
"Eve, aku memintamu tunggu di kamarmu!" ucap Leo sedikit membentak Eve, tapi Eve justru mendekat dan berdiri di sampingnya.
"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua karena adik iparku yang licik ini pasti akan melakukan segala cara untuk menggoda mu," jawab Evelyn.
"Sekarang jawab pertanyaannya!" Eve kembali mendesak Leo. "Katakan kau mencintaiku dan minta dia menjauh."
Tatapan Angela kembali pada Leo, begitu juga Leo yang menatapnya. Leo yang kembali mengingat niat awal Angela, kembali merasa kesal. "Kau sudah mendengar jawabannya dari Eve, aku mencintainya dan menjauhlah dari kami," ucap Leo yang hanya ditanggapi Angela dengan senyuman kecut di wajahnya, senyuman yang dapat membuat perasaan Leo menjadi campur aduk melihatnya.
Tanpa mengatakan satu kata pun, Angela pergi dari sana. Leo hanya bisa menatap sendu pada kepergian Angela, berbeda dengan Evelyn yang langsung memeluk Leo seraya terus mengungkapkan rasa cintanya.
"Kau puas?" Tatapan tajam Leo berikan pada Eve.
"Kenapa nada bicaramu seperti itu?" bentak Eve tak terima.
"Sudahlah, aku tidak ingin bertengkar, aku lelah." Leo memilih pergi tapi Eve mengejarnya sembari terus berbicara.
"Nick benar-benar licik, dia bahkan rela membiarkan adiknya mendekatimu, aku ingin lihat reaksinya setelah dia tau jika aku sudah mengetahui kedok mereka," ujar Eve menghentikan langkah Leo yang langsung menatapnya.
"Jangan katakan apapun pada pria itu, bersikaplah seakan kau tidak tau. Aku ingatkan lagi, jangan bahas apa pun mengenai ini pada suamimu!" Leo berbicara dengan penuh penekanan lalu kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"Leo! Ada apa denganmu sebenarnya? Ini kesempatan ku untuk lepas dari Nick." Eve terus mengejar Leo hingga di depan pintu kamar Leo barulah pria itu kembali menoleh padanya.
"Ingat apa yang aku katakan! Sekarang pergilah ke kamarmu, aku lelah," ucap Leo tak ingin dibantah setelah itu masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya, Leo terdiam duduk di tepi ranjang. Pikirannya benar-benar merasa kacau, senyum terakhir yang dia lihat barusan dari Angela benar-benar membuat perasaan Leo berkecamuk.
Tidak ada sedikitpun Leo pernah berencana untuk jatuh cinta pada Angela, yang Leo tahu hanya tubuh Angela yang dia butuhkan, tapi yang terjadi justru sebaliknya, sekarang Leo merasa seperti pria yang tengah putus cinta dan Leo mulai memahami semua itu.
***
Angela saat ini sudah berada di dalam taksi menuju apartemennya, meski sudah berusaha biasa saja menghadapi apa yang telah terjadi, namun tetap saja air matanya menetes keluar. Apa yang Leo rasakan juga Angela rasakan, Angela merasa seakan dia telah diputusi oleh kekasihnya dan itu membuat Angela juga menyadari dan tak dapat menyangkal perasaannya yang memang sudah menyukai Leo. Angela sadar dia telah masuk dalam perangkapnya sendiri.
"Halo," ucap Angela yang memilih menghubungi Clarisa untuk bercerita.
"Leo dan Eve sudah tau rencanaku," jawabnya.
"Apa? Lalu bagaimana selanjutnya?"
"Entahlah Ris, aku tau setelah Eve tahu, ini tidak akan berjalan mudah lagi. Tapi aku akan tetap berusaha membuat Keo terbiasa dengan keberadaanku, apalagi kedua orang tua Leo menyukaiku. Aku akan memanfaatkan itu, aku tidak akan berhenti sebelum mereka berpisah," jawab Angela kembali membara saat mengingat wajah sedih Nick.
"Angel, boleh aku bertanya? Apa kau mencintai Leo? Meski aku percaya kau melakukan semua demi Nick, tapi aku juga merasa kau mencintai Leo. Apa aku benar?" tanya Clarisa membuat Angela terdiam.
"Kau tidak akan bersedih seperti ini jika hanya karena mereka tahu rencanamu, tapi yang aku rasakan justru ada yang lain, kau sedih karena kebersamaanmu dan Leo harus berakhir," ucap Clarisa lagu yang masih tak ditanggapi oleh Angela.
__ADS_1
"Ris, aku sudah tiba di apartemen, aku tutup dulu ya. Ada Nick di sini." Angela menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Clarisa–temannya.
Bukan sebuah alasan, tapi apa yang Angela katakan benar adanya, Nick saat ini berada di parkiran apartemen nya, pria itu baru saja akan masuk ke dalam mobil ketika Angela akan turun dari taksi.
"Nick, kenapa kau disini?" tanya Angela berusaha setenang mungkin menghadapi Nick terlebih tatapan tak biasa Nick perlihatkan.
"Kau dari mana? Aku perhatikan akhir-akhir ini kau selalu keluar."
"Siapa kekasihmu, Angela? Aku kakakmu, aku tidak ingin kau menutupi apapun dariku!" Ucapan Nick membuat Angela semakin gugup.
"Apa maksudmu? Aku tidak punya kekasih," jawab Angela.
"Jangan berbohong padaku, aku melihatmu bersama pria kemarin. Siapa dia?" tanya Nick semakin membuat Angela merasa tersudutkan.
Nick awalnya sama sekali tidak berniat melaranh ataupun ikut campur dalam urusan Angela sebab Nick yakin adiknya tidak akan salah dalam melangkah, tapi sebuah pesan yang dia dapat dari Eve membuat Nick tak tenang.
"Nick, ada apa denganmu?"
Nick mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan pesan dari Eve yang berisi. "Adik yang kau pikir polos, tidak sepolos yang kau pikirkan. Dia pandai dalam menggoda pria kaya, kau tidak percaya, aku punya buktinya."
"Jelaskan semua ini Angela!" bentak Nick.
***
__ADS_1
Maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan atau alur yang kurang menarik bagi kalian, aku nulisnya beneran dalam keadaan mood n fisik yang lagi gak sehat. 🙏🥺