The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Kesempatan


__ADS_3

Di kediaman orang tua Leo, Wira hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan anak dan istrinya. Saat ini mereka tengah berada di dalam kamar Leo, dan saat ini Sarah tengah berusaha membuat penampilan dan wajah Leo terlihat seperti orang yang tengah sakit. Semua dilakukan agar nanti saat Angela tiba Angela bisa percaya jika Leo tidak baik-baik saja karenanya.


"Jika kau suka dia jangan lepaskan dia, kau lepaskan wanita tidak tahu malu itu, Leo!" tegur Wira masih menatap istri dan anaknya.


"Pa, aku sudah tidak ada hubungan dengan Eve. Jangan membahasnya hanya akan membuat mood ku semakin buruk," ucap Leo sedikit kesal.


Wira bangkit dari duduknya. "Papa harap kamu bisa menjadi pria yang baik, jangan sia-siakan kesempatan jika nanti Angela benar-benar datang kemari." Wira keluar dari kamar Leo setelah mengatakan itu.


"Ma, apa ini akan berhasil?" tanya Leo pada Sarah.


"Ini pasti berhasil, lihat saja Angela bersedia datang. Seperti yang papamu katakan kau harus memanfaatkan kesempatan ini jika kau memang ingin bersama Angela. Disini harusnya kau sadar jika yang kau butuhkan adalah Angela bukan Evelyn," ucap Sarah menjawab.


"Mama akan keluar, ingat apa yang mama katakan, manfaatkan kesempatan ini semua dengan baik."


Melihat Leo mengangguk, Sarah segera keluar dari kamar putranya, bersiap menunggu Angela yang mungkin saja akan segera tiba.


Sarah duduk di ruang keluarga, menyusul suaminya. Wira yang melihat Sarah tersenyum sambil menepuk sisi kosong di sampingnya sebagai tanda meminta Sarah untuk duduk disampingnya. Sarah yang mengerti segera duduk dan bersandar di paha Wira.


"Kenapa kau mendukung kelakuan Leo. Dia bersalah, dia belum bisa menentukan pilihannya sendiri. Dia masih berhubungan dengan wanita itu," ucap Wira dengan lembut.


"Sebagai orang tua jelas aku akan mendukungnya terlebih jika itu untuk hal baik, menurutku baik jika Leo berniat memperbaiki hubungannya dengan Angela. Aku menyukai gadis itu jelas aku berharap hubungan mereka bisa bertahan lama, aku bahkan berharap mereka menikah." Sarah mengatakan isi hatinya.


"Kau ingin dia menjadi menantumu?" tanya Wira memastikan.


"Sejauh ini hanya Angela wanita yang pernah dekat dengan Leo yang aku sukai. Aku tahu dia gadis yang baik terlepas dia adiknya Nick dan punya tujuan mendekati Leo," jawab Sarah begitu yakin.


"Bagaimana jika dia tidak menyukai Leo? Bagaimana jika dibalik niatnya memisahkan Eve dan Leo, dia juga memanfaatkan Leo dalam hal lainnya?" tanya Wira lagi membuat tatapan Sarah berubah kesal.


"Pa, Angela bukan wanita seperti itu. Percaya padaku. Aku yakin dia wanita yang baik," ucap Sarah dengan penuh ketegasan. 

__ADS_1


"Baiklah, aku percaya. Maaf Sayang jangan marah." Wira dengan cepat merangkul istrinya agar kembali bersandar padanya.


"Sepertinya itu Angela." Sarah kembali bangkit dari duduknya dan bergegas menuju ke pintu rumah untuk menyambut Angela dan benar saja tebakannya Angela tiba di sana.


"Selamat malam, Tante." Angela tersenyum hangat pada Sarah yang langsung memeluknya.


"Malam Angela. Tante senang kau datang, terima kasih Angela," ucapnya setelah pelukan terlepas.


Sarah mengajak Angela masuk, keduanya berbicara sebentar di ruang tamu sebelum akhirnya Sarah mengajak Angela menuju lantai dua dimana kamar Leo berada.


"Tolong minta Leo untuk keluar dari kamar dan makan, Angela," pinta Sarah setelah keduanya tiba di depan kamar Leo.


"Aku coba ya, Tan. Semoga Leo mau bertemu denganku," jawab Angela anggukan oleh Sarah dengan tatapan penuh harap.


Setelah Sarah pergi membiarkan Angela sendiri, Angela mulai mengetuk pintu kamar Leo.


Tanpa Angela tahu jika di dalam sana Leo sama sekali tidak sedang berada di ranjang, melainkan tengah bersandar di pintu dengan jantung berdebar-debar saat mendengar suara Angela dan tersenyum senang saat merasa begitu dekat dengan Angela.


"Leo. Ada apa denganmu? Orang tuamu mengkhawatirkanmu, buka pintunya! Jangan membuat mereka khawatir!" ucap Angela lagi semakin membuat Leo tersenyum senang.


"Leo!" 


"Leo!"


"Baiklah, sepertinya apa yang aku katakan benar. Bukan aku yang kau harapkan, melainkan kekasihmu. Aku akan bilang pada orang tuamu untuk meminta Evelyn datang," ucap Angela lagi berpura-pura akan pergi sebab dia tahu jika Leo pasti akan keluar mencegahnya pergi.


Angela yang sudah memutar tubuhnya akan menjauh dari kamar Leo tersenyum saat mendengar suara pintu kamar Leo dibuka dan sesaat kemudian Angela rasakan pelukan seseorang siapa lagi jika bukan Leo. "Jangan pergi." Suara Leo terdengar dan itu membuat Angela yang masih membelakanginya tersenyum puas.


"Maafkan aku, jangan marah padaku. Aku salah, maaf," ucap Leo lagi sambil memutar tubuh Angela agar menghadap padanya.

__ADS_1


"Lepas!" Angela berusaha melepas pelukan Leo.


"Kau marah padaku? Kenapa kau blokir kontakku? Kenapa kau menghindariku?" tanya Leo tanpa melepas tangannya yang menahan pinggang Angela.


"Leo, lepas!" Angela merasa malu jika ada orang yang melihat, tapi tangan Leo tetap saja memeluk pinggangnya.


Leo melepas pelukannya tapi menarik tangan Angela untuk masuk ke dalam kamarnya. Keduanya duduk di sofa yang ada di kamar Leo.


"Jangan marah padaku!" ucap Leo lagi.


"Apa sebenarnya mau mu? Kau memilih dia, kau tidak ingin melepasnya meskipun kau tahu dia istri kakakku. Aku tidak habis pikir padamu, Leo. Jika kau menyukaiku, jika kau memiliki perasaan padaku lalu kenapa kau masih ingin bersamanya?" tanya Angela kembali ingin menjaga jarak dari Leo, tapi Leo menahan tangannya.


"Maafkan aku." Dua kata yang sama Leo ucapkan berulang kali.


"Kau mencintainya?" tanya Angela menatap serius pada Leo karena pertanyaan itu memang keluar dari hatinya.


"Aku bingung Angela. Aku tidak bisa jauh darimu, aku nyaman bersamamu tapi aku juga belum bisa melepasnya. Karena itu aku pernah berkata untuk tidak jatuh cinta padaku karena aku takut aku tidak bisa membalasnya. Aku masih bingung harus melakukan apa, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku tidak berbohong, aku mengatakan yang sebenarnya. Sebelum mengenalmu aku tidak pernah takut bermain dengan wanita mana pun, tapi sejak bersamamu aku tak bisa menguasai diriku sendiri, Angela. Tolong beri aku waktu," ucap Leo tanpa dia sadari juga mengatakan yang sebenarnya.


"Jika kau ingin bersamaku maka lepaskan dia, tapi jika kau ingin bersamanya maka lepaskan aku. Aku tidak ingin lagi bermain dengan semua ini, aku lelah, aku justru lebih berharap ada keajaiban dimana Nick meninggalkan Evelyn."


Bagaimana caranya membuat Leo meninggalkan Evelyn. Tuhan, bantu aku. Batin Angela mulai frustasi.


"Tolong beri aku waktu. Tolong tetaplah bersamaku, aku janji akan memikirkan semuanya," pinta Leo menggenggam kedua tangan Angela.


Sial, tetap saja semua pria sama. Dia menginginkan keduanya. Tapi baiklah, aku akan mengikuti caramu, Leo. Aku harus memastikan secepatnya kau melepaskan Evelyn. Ucap Angela dalam hati.


"Baiklah, satu minggu. Aku beri waktu satu minggu untukmu memilih antara aku dan Evelyn," jawab Angela pada akhirnya dengan tegas.


"Terimakasih Sayang, aku janji akan memberikan jawaban secepatnya. Tapi tolong hingga waktu itu berakhir tetaplah bersamaku." Leo yang merasa senang langsung memeluk Angela.

__ADS_1


__ADS_2