The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Dukungan Orang Tua


__ADS_3

“Leo?” Angela membelalakkan mata. Dia begitu terkejut saat melihat Leo tiba-tiba saja menghampiri dia dan Sarah di restoran. “Bagaimana bisa kau tahu kalau aku ada di sini?”


“Seseorang memberitahuku kalau dia sedang bersama dirimu,” jawab Leo. Dia menatap sang ibu, lalu mengedipkan sebelah matanya.


Angela terkejut saat mendengar hal tersebut. Dia tak menyangka kalau Sarah akan memberitahu Leo jika mereka sedang bersama.


Leo pun juga sebenarnya tak kalah terkejutnya. Tadi, begitu menerima pesan dari sang ibu yang berisi video Angela sedang memesan makanan, Leo langsung saja meninggalkan semua pekerjaannya dan bergegas menuju ke restoran yang disebut oleh ibunya. Ia bahkan lupa tak membalas pesan singkat ibunya. Sebab yang tadi ada di pikirannya hanya satu, yaitu untuk segera menemui Angela dan Sarah.


Leo duduk di samping Angela. Dia menatap Sarah dan Angela secara bergantian. Ada satu pertanyaan yang dari tadi tak berhenti terngiang-ngiang di benaknya.


“Aku tidak tahu kalau Mama dan Angela saling mengenal,” ucap Leo. Dia begitu terkejut saat mengetahui ibunya mengenal Angela. Terlebih lagi, tadi dari luar dia dapat melihat kalau Angela dan Sarah tampak begitu akrab.


“Kami tidak sengaja bertemu saat aku dan papamu datang ke rumahmu beberapa hari yang lalu,” jawab Sarah, menjelaskan tentang bagaimana pertemuan pertamanya dengan Angela terjadi. “Niatnya kami ingin bertemu denganmu, tapi, kami malah bertemu dengan Angela.”


“Kapan itu?” Leo bertanya-tanya. Ia menyipitkan mata, mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali orang tuanya datang ke rumahnya sebab pelayan tak mengatakan apa-apa padanya.


“Saat aku menginap di rumahmu. Tante Sarah dan Om Wira datang setelah kau pergi ke kantor,” timpal Angela.

__ADS_1


Leo mengangguk-anggukkan kepala. Bibirnya membentuk huruf ‘O’. Dia ingat sekarang. Hari itu, dia sempat bertengkar dengan Angela. Lalu, malam harinya Evelyn datang ke rumahnya. Pantas saja para pelayan tidak sempat mengatakan tentang kedatangan orang tuanya, mereka pasti tak sempat. Jadi, di hari yang sama Angela sudah sempat bertemu dengan orang tuanya?


“Mama dan Papa masih tak menyangka kalau kau tidak berniat untuk mengenalkan Angela kepada kami,” sindir Sarah.


Leo tergelak. Pernyataan sang ibu benar-benar menggelitik hatinya. Leo masih ingat bagaimana respons orang tuanya terakhir kali dia mengenalkan seorang wanita pada mereka. Dan sekarang, mereka mengharapkan Leo untuk mengenalkan Angela pada mereka?


Kesal sebab sang putra justru tertawa, Sarah pun mencubit perut Leo pelan. “Dasar tidak sopan! Bukannya menjawab malah menertawakan orang tua!” gerutu Sarah.


Leo menghentikan tawanya. “Memangnya kalau aku mengenalkan Angela pada Mama dan Papa, kalian akan menerima hubungan kami?” tanya Leo penasaran. “Dulu saja—”


Sarah menatap tajam ke arah Leo, membuat pria itu menghentikan kalimatnya. Dia tak mau Angela berpikir kalau dia adalah calon mertua yang tidak baik.


Bibir Leo terkatup. Dia tak menyangka jika ibunya akan dengan mudah menerima kehadiran Angela.


Seulas senyum tercetak di bibir Leo. Pria itu merasa begitu senang karena ini adalah kali pertama orang tuanya memberikan restu terhadap hubungannya dengan seorang wanita. Dulu, bahkan saat Evelyn belum menikah saja orang tuanya langsung menolak mentah-mentah hubungan mereka. Apalagi sekarang saat Evelyn telah menikah. Mereka pastinya semakin melarang Leo untuk berhubungan dengan Evelyn sehingga Leo harus menjalani hubungan sembunyi-sembunyi dengan Evelyn.


Leo menoleh pada Angela yang tampak tersenyum malu-malu. Ada perasaan hangat yang perlahan merambat masuk ke relung hatinya. Namun, lagi dan lagi, Leo berusaha menepis perasaan itu karena dia pikir, hanya Evelyn lah wanita yang dia cintai di dunia ini.

__ADS_1


“Jangan dekati Eve lagi. Aku dan papamu jauh lebih menyukai Angela,” ancam Sarah.


Leo dengan santai merangkul pundak Angela. Kemudian ia berkata, “Mama tenang saja. Aku hanya dekat dengan Angela, kok.”


Dalam hati, Leo berpikir jika kedekatannya dengan Angela cukup menguntungkan. Sekarang, dia bisa menjalin hubungan sembunyi-sembunyi dengan Evelyn tanpa perlu takut orang tuanya akan curiga. Ya, Leo akan menjadikan Angela sebagai tameng atas hubungannya dengan Evelyn.


Sementara Angela tersenyum lebar. Dia pikir, rencananya sudah berjalan semakin mulus.


Satu jam pun berlalu. Saat mereka bertiga hendak pulang, Angela pamit untuk pergi ke toilet sebentar saat tanpa sengaja dia melihat Nick dan Alden berada di restoran yang sama dengannya. Angela terkejut bukan main saat melihat mereka. Ia tak menyangka jika Nick dan Alden akan mendatangi restoran mengingat tadi Nick berkata jika dia akan mengajak Alden jalan-jalan.


Panik, Angela pun berlari masuk ke dalam salah satu bilik toilet sambil berusaha mengatur detak jantungnya.


“Apakah tadi Nick melihatku?” gumamnya. “Tidak, tidak! Nick tidak boleh melihatku bersama Leo. Bisa-bisa rencanaku gagal.”


Angela sangat takut jika dia akan ketahuan. Dia tak mau Nick memergokinya sedang bersama Leo karena itu artinya bencana baginya. Dia harus menyelesaikan rencananya sebelum Nick menyadari apa yang dia lakukan.


Beberapa menit berdiam diri di toilet, Angela lantas mengintip dari sela pintu. Setelah memastikan jika Nick dan Alden sudah pergi dari restoran, Angela pun keluar dan menghampiri Leo dan Sarah kembali.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Angela, sebenarnya Nick juga melihatnya. Namun, pria itu tak dapat melihat wajah Leo dari posisi duduknya.


Nick tersenyum, menyadari jika sang adik mungkin merasa malu ketahuan jalan dengan kekasih dan calon mertuanya.


__ADS_2