
"Nick kemana kita? Bukankah kau bilang kita akan pulang ke rumah?" tanya Angela saat mereka tengah berada di stasiun kereta api, tapi bukannya naik kereta api, namun justru keluar dari sana menuju sebuah mobil yabg berada cukup jauh dari sana.
Rumah yang dimaksud oleh Angela adalah rumah kedua orang tuanya yang mereka tinggalkan setelah Nick mendapat pekerjaan yang lebih bagus setelah menikah.
Tak hanya arah yang berbeda, sikap Nick yang membuat mereka terlihat seperti buronan juga membuat Angela bingung. "Nick, ada apa sebenarnya? Jelaskan padaku!" pinta Angela meski kakinya terus melangkah mengikuti Nick.
"Nanti aku jelaskan di mobil. Cepat jalan!" ucap Nick tak lagi membuat Angela berbicara.
Setelah berada di dalam mobil yang berbeda dari mobil saat mereka pergi tadi, Angela kembali mendesak Nick untuk menjawab pertanyaannya.
"Nick. Jelaskan padaku! Kau bilang kita akan pulang ke rumah papa mama, kemana kita sebenarnya?" ulangnya lagi saat Nick tak kunjung menjawab, tapi justru sibuk menatap kesana-kemari seakan tengah mencari sesuatu.
"Siapa yang kau cari?" tanya Angela mulai kesal.
__ADS_1
"Aku hanya memastikan tidak ada yang melihat kita," jawab Nick menghela nafas berat, lalu perlahan menenangkan dirinya yang sebelumnya merasa gelisah.
"Nick, kau sangat berlebihan. Kau bahkan belum menjelaskan apa pun padaku, hanya mengajakku untuk cepat-cepat pergi dari kota ini. Kenapa harus pergi dari kota ini? Aku bisa menjauhinya tanpa harus pindah seperti ini," ucap Angela mendengus kesal.
"Angel!" Nick menegur Angela sambil melirik Alden, pertanda jika dia tidak ingin membahas itu semua di depan Alden. Angela yang baru menyadari itu seketika dia dan fokus pada Alden.
"Sayang, kau mengantuk?" Angela mulai memangku Alden, berharap Alden segera tidur agar dia bisa mendapatkan jawaban dari Nick.
Sepuluh menit berlalu dan selama itu juga hanya keheningan yang terasa saat semuanya diam, Angela yang menyadari Alden sudah tertidur pulas di pangkuannya kembali menoleh pada Nick. "Sekarang jelaskan padaku!" pintanya.
"Nick, setidaknya kau harus bertanya pendapatku. Aku juga berhak tau kemana tujuan kita, bukan seperti ini. Kita terlihat seperti buronan," ucap Angela kesal, tapi tetap berbicara dengan nada yang sopan kepada Nick.
"Semua aku lakukan demi dirimu. Kita harus pergi tanpa meninggalkan jejak, aku tidak ingin pria itu menemukanmu. Aku percaya padamu, tapi tidak padanya," jawab Nick jujur membuat Angela terdiam.
__ADS_1
Keheningan kembali menyelimuti keduanya saat mood Angela kembali tak baik setelah mendengar ucapan Nick. Angela memilih memejamkan matanya dan ikut tidur seperti Alden, berharap saat terbangun sudah tiba di tujuan.
***
Evelyn masih terdiam melamun di kamarnya. Beberapa jam yang lalu Nick dan Alden pergi meninggalkan rumah yang sudah beberapa tahun mereka tempati bersama. Evelyn masih tak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan, Evelyn merasakan kekosongan yang begitu terasa di hatinya. Eve terdiam seperti orang kebingungan, tetapi matanya menatap kesana kemari seakan mencari sesuatu.
"Mommy, selamat tinggal." Ucapan Alden kembali terngiang-ngiang di telinga Eve dan itu membuat Eve langsung berlari menuju kamar Alden.
Sunyi. Kamar itu benar-benar terlihat sunyi tak berpenghuni. Meski sadar jika Alden telah pergi bersama Nick, tapi Eve tetap saja memeriksa lemari pakaian Alden dan tersenyum kecut setelahnya. "Mereka sudah pergi," gumamnya.
Eve kembali melamun. Tatapan Eve pada ranjang Alden kembali membuatnya teringat hari dimana terakhir kali Alden meminta untuk tidur bersamanya, tetapi Eve mengabaikannya. Pertanyaan Alden yang juga sering bertanya apakah Eve menyayanginya juga kembali terngiang-ngiang di telinga Eve dan itu membuat dadanya menjadi sesak.
Eve menggelengkan kepalanya saat sudut matanya mulai basah. "Tidak. Kenapa aku harus menangis? Bukankah ini hari yang membahagiakan dimana tidak ada lagi Nick dalam hidupku. Tidak akan ada lagi yang mengganggu hidupku, terutama Angela. Mereka sudah pergi dan kini saatnya aku bahagia bersama Leo. Alden juga akan baik-baik saja bersama Nick. Aku bisa menemui dia jika aku merindukannya nanti," ucap Evelyn menghapus sudut matanya yang basah.
__ADS_1
"Leo. Sekarang kita bebas. Nick sudah pergi. Proses perceraian sedang berlangsung. Aku dan dia sudah berpisah dan sekarang kita bisa sepenuhnya bersama. Aku mencintaimu. Aku tidak sabar untuk hidup bersamamu," ucap Eve dalam pesan yang dia kirimkan untuk Leo.
Lima menit tak ada tanda-tanda Leo akan membaca pesannya. Eve keluar dari kamar Alden dan mulai bersiap-siap untuk keluar. Eve berniat bersenang-senang bersama teman-temannya merayakan hari kebebasannya.