The Billionaire'S Scandal

The Billionaire'S Scandal
Eve Kembali Bertemu Leo


__ADS_3

Meski Nick tetap terlihat tenang, tapi tetap saja di hatinya merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Angela, dan Nick berpikir untuk mencari tahu semua itu.


"Dia mau kemana?" tanya Angela pelan membuat tatapan Nick beralih pada Evelyn.


“Kau mau pergi ke mana, Eve?”


Pertanyaan Nick sontak saja membuat Evelyn menghentikan langkahnya. Evelyn menoleh. Wanita itu kini tak lagi memakai pakaian rumahan melainkan memakai rok selutut dan sepatu hak tinggi. Evelyn bahkan juga sudah berdandan cantik lengkap dengan membawa tas selempang yang tersampir di bahunya.


“Aku ingin mencari udara segar. Beberapa hari di rumah dan hanya merawat Alden membuat kepalaku rasanya mau pecah.” Evelyn memutar bola matanya. “Apakah kau akan melarangku pergi lagi? Bukankah Alden sudah sembuh?” ucap Evelyn sinis.


Nick menggeleng. “Tidak. Aku tidak akan melarangmu,” jawabnya sambil tersenyum tipis.


"Baguslah!" Eve melenggang pergi.


Meski sejujurnya tak rela membiarkan Evelyn pergi, Nick tak melarang wanita itu. Alden baru saja sembuh. Nick tidak bisa membayangkan jika hanya karena masalah sepele dan mereka bertengkar maka akan mengganggu kesehatan Alden kembali.


Sementara Angela hanya bisa diam tatkala melihat kakaknya mengizinkan Evelyn untuk keluar. Angela tahu ke mana Evelyn akan pergi sekarang ini. Dia yakin kalau Evelyn akan langsung menemui Leo karena sudah beberapa hari tak bisa bertemu.


“Nick, kenapa kau mengizinkan Eve pergi?” tegur Angela tak mengerti. “Apakah kau rela jika Eve pergi menemui pria lain?”


Angela sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran Nick. Bagaimana bisa Nick mengizinkan Evelyn pergi padahal sudah jelas-jelas Nick mengetahui tentang hubungan gelap Evelyn dan Leo. Sebagai seorang suami, bukankah Nick seharusnya melarang Evelyn pergi?


“Entahlah.” Nick menghembuskan napas lelah. Dia mengedikkan bahunya seraya tersenyum pahit. Ditatapnya wajah sang adik dengan lembut. “Aku hanya ingin Eve tetap menjadi ibu untuk Alden.”


Angela berdeham. Setelahnya dia kembali berkomentar, “Itu artinya kau sudah lelah dengan perasaanmu, Nick.”


Nick menyandarkan punggungnya di sofa. “Aku rasa aku hanya lelah untuk terus bertengkar, Angela. Alden baru saja sembuh, aku tidak mau dia mendengar kami bertengkar dan berpikir yang tidak-tidak lalu jatuh sakit lagi,” jelas Nick.

__ADS_1


“Nick, apakah kau masih mencintai Eve?”


Mendengar pertanyaan dari Angela, Nick hanya bisa diam. Dia tidak punya jawaban pasti atas pertanyaan tersebut. Dia sendiri juga bingung apakah dia berjuang mempertahankan pernikahannya dengan Evelyn karena dia masih mencintai wanita itu atau hanya karena anak mereka, yaitu Alden.


"Jika kau tidak mencintainya lagi, maka sudahi semua ini, Nick. Sebagai adikmu aku tidak pernah rela dia memperlakukanmu seperti ini," ucap Angela.


"Kau belum merasakan pernikahan, kau belum tau rasanya berumah tangga. Aku juga berharap kau tidak merasakan apa yang aku rasakan, Angela. Untuk itu, jangan sembarangan memilih pria. Kau harus bisa mencari pria yang baik," ungkap Nick balas membuat Angela terdiam saat bayangan Leo hadir di benaknya.


*****


“Apakah Leo ada di dalam?” tanya Evelyn begitu pintu rumah mewah Leo dibuka oleh para pelayan.


Para pelayan saling tatap. Mereka tidak tahu harus berkata apa pada Evelyn. Awalnya mereka pikir Leo dan Evelyn sudah berpisah mengingat Leo membawa Angela datang ke rumahnya. Leo bahkan sampai meminta mereka menata barang-barang Angela di dalam kamar pria itu. Lantas, kenapa Evelyn tiba-tiba saja kembali?


Kesal karena pertanyaannya diabaikan, Evelyn menggeram kesal. Wanita itu memutar bola matanya lalu berkata, “Apakah kalian tuli? Minggir! Lebih baik aku mencari Leo sendiri.”


Evelyn mendorong para pelayan supaya tak menghalangi langkahnya. Setelah itu, dia mulai berjalan menuju tangga. Sampai di lantai dua, Evelyn langsung saja pergi ke kamar Leo. Tapi, entah kenapa pintu kamar Leo terkunci. Evelyn mengerutkan dahinya. ‘Kenapa Leo mengunci pintu kamarnya?’ tanyanya dalam hati.


Di sisi lain, Leo sedang dalam perjalanan menuju ke kediamannya. Pikiran Leo kacau karena dia tidak bisa menemukan keberadaan Angela. Dia benar-benar bingung sekaligus khawatir. Kini, dia hanya bisa merutuki sikap posesifnya yang telah membuat Angela marah besar padanya.


Mobil yang dikendarai Leo kini sudah memasuki area rumahnya. Setelah memarkirkan mobil di halaman rumah, Leo keluar dengan wajah lesu. Dia melangkah gontai masuk ke dalam rumah dengan pikiran ke sana ke mari memikirkan tentang Angela.


“Leo!!!”


Begitu membuka pintu rumah, suara nyaring yang sangat Leo kenali terdengar. Leo sontak saja terkejut dan membelalakkan matanya saat melihat Evelyn melompat berdiri dari sofa lalu berlari menghampirinya.


“Apakah kau merindukanku?” tanya Evelyn sambil merentangkan kedua tangannya, seolah mengharapkan pelukan dari Leo.

__ADS_1


“Eve, sedang apa kau di sini?” Leo balik bertanya. Dia bingung kenapa Evelyn tiba-tiba saja datang setelah berhari-hari menghilang.


“Tentu saja menemuimu. Apakah kau tidak mau memelukku?” tanya Evelyn lagi.


Leo yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi hanya diam. Baru kali ini Leo merasa ragu untuk memeluk Evelyn. Padahal, biasanya dia selalu dengan girang untuk menyentuh wanita tersebut.


Dengan kaku Leo memeluk Evelyn singkat lalu melepaskannya.


“Kenapa kau tak bilang kalau kau akan datang?”


Pertanyaan Leo membuat Evelyn mengerutkan dahinya. Sikap Leo juga membuat Evelyn bingung. Ada apa dengan Leo dan kenapa dia kini bersikap acuh tak acuh pada Evelyn?


Evelyn meraba dada bidang Leo. Dengan tatapan menggoda dia berucap, “Aku sangat merindukanmu, Leo.”


“Jika kau merindukanku, kau pasti sudah menghubungiku dari kemarin,” jawab Leo cuek.


“Posisiku sulit, Leo.” Begitu katanya. Tapi, dia tidak berniat untuk menceritakan lebih detail karena dia tidak ingin merusak momen pertemuan kembali mereka dengan bercerita tentang Nick. “Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi? Kau juga tidak berusaha menghubungiku.”


Leo menoleh. “Tentu saja aku masih mencintaimu, Eve,” jawabnya.


"Aku juga sangat mencintaimu. Aku benar-benar merindukanmu," balas Eve semakin bermanja pada Leo.


Leo masih berpikir jika dia hanya mencintai Evelyn. Dan oleh sebab itu pulalah dia berusaha untuk mengalihkan pikirannya. Namun, mau sekeras apa pun dia mencoba, dia tetap tak bisa menyingkirkan Angela dari pikirannya.


Sementara itu, di tempat lain, Angela merasa sangat gelisah. Saat ini, dia sudah kembali ke apartemennya, berbeda dari rencana sebelumnya dimana dia berpikir untuk bermalam di rumah Nick. Di dalam apartemen, dia terus menggigit ujung kukunya sambil memikirkan tentang Leo dan Evelyn.


Ya, benar. Angela memikirkan tentang Evelyn yang kembali menemui Leo. Dia bahkan sampai membayangkan apa yang sedang Evelyn dan Leo lakukan saat ini dan hal tersebut membuat amarah membara di relung hatinya.

__ADS_1


Rasa cemburu perlahan hinggap di hatinya. Namun, Angela kembali mengingat tujuannya. Ia pun meyakinkan diri jika yang dia rasakan bukanlah rasa cemburu, melainkan rasa takut. Ya, takut jika kedatangan Evelyn kembali di hidup Leo akan membuat rencananya gagal.


“Aku harus melakukan sesuatu,” gumamnya. Dia menyambar ponselnya yang terletak di nakas, lantas ia menghubungi Leo.


__ADS_2