THE BLACK MAN

THE BLACK MAN
Awal Mula Kekuatan


__ADS_3

Terlihat kesibukan di pusat Kota London di sebuah Laboratorium bernama LCOL yang di dirikan oleh Robert Kill.


Siang itu mereka sedang memproduksi Serum M01 secara besar-besaran di Laboratorium Robert yang kini telah mendapatkan Legalisasi dari pemerintahan Inggris.


Denis pun kini telah di beri penghargaan Sertifikat dan Lisensi sebagai seorang Profesor bersama Robert Kill dan kawan kawan lainnya.


Walaupun Robert adalah seorang Doktor di bidang pertahanan negara, namun Robert pun kini menjadi seorang Profesor atas kerjasamanya bersama Denis.


Beberapa hari yang lalu, Pemerintahan Inggris telah mengirim Serum M01 ke China dan kini mereka akan mengirimkan serum tahap kedua ke Negeri Tirai bambu itu.


Baru pagi tadi, Denis dan kawan-kawan mendengar kabar bahwa di sekitar negara Rusia sampai ke Uzbekistan telah tersebar pula Virus yang sama dengan yang ada di China.


Denis yang berencana akan kembali ke Tibet esok hari, masih terlihat sibuk mengawasi Serum-serum yang sedang di produksi dan di paketkan di Lab tersebut.


Saat itu Denis berkata kepada rekan-rekan ilmuannya,


"Malam ini aku akan bersiap kembali ke sana".


Robert pun bertanya,


"Apakah perlu aku mengantarmu ke sana?


istriku sudah lama mengajak kami ke Tibet untuk mengunjungi Citra dan kau, mungkin kita bisa berangkat sekalian?"


"Lalu siapa yang akan mengawasi ini semua?"


Tanya Denis kepada Robert.


"Serahkan hal ini kepada kami, lagipula tempat ini telah di jaga ketat oleh pihak militer kerajaan Inggris, apa yang perlu kau pusingkan Denis". Berkata seorang ilmuan sahabat mereka bernama Van Der Mord dari Jerman.


Tak lama kemudian, Robert segera masuk ke rumah memberitahukan hal itu kepada istrinya yang sedang memasak.


Begitu mendengar kabar tersebut dari suaminya, Melly berjingkrak kegirangan dan segera menuju ke dalam sambil berkata,


"Honey, tolong matikan Oven sebentar,


aku akan menyiapkan perlengkapan kita.


Robert yang melihat tingkah istrinya menggeleng-geleng kepala seraya tersenyum.


.---***---. .---***---. .---***---.


Di sebuah bukit bernama Bunga Merah, terlihat 4 orang sedang duduk dan makan di meja bambu yang sangat sederhana.


Salah satu dari mereka adalah seorang anak berusia dua tahun setengah bernama John.


Disebelahnya terlihat wanita cantik yang ternyata adalah ibunya.


Mereka berempat yang telah beberapa bulan menetap di puncak bukit Ang Hwa kini tinggal di sana atas inisiatif Han Lojin.


"Ci Mei, tolong rebus bahan-bahan yang ada di dapur sebelah kanan meja", Han Lojin berkata kepada Citra yang dipanggil Ci-Mei oleh ayah angkatnya tersebut.


"Baik Suhu" jawab Citra yang langsung menuju ke dapur.


Sesampainya di dapur, Citra segera menggodok rempah-rempah yang dia tau sangat berkhasiat dan nantinya akan diminumkan kepada putranya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, telepon genggam Citra berdering,


"kriiing, kriiing"


Dengan cepat Citra melesat ke kamar mengambil Hp nya dan dia segera tau bahwa itu telepon dari suaminya.


"Denis, kenapa lama sekali baru memberi kabar?" Tanya Citra begitu dia mengangkat telepon selulernya.


"Maaf sayangku, aku harus merampungkan Serum M01 karena Charlie dan antek-anteknya telah menyebarkan Virus Medulla ke sebagian daratan China dan Moskow hingga ke Uzbekistan".


"Apa?" teriak Citra marah.


Denis kembali melanjutkan kata-katanya,


"Tenang saja, kami telah berhasil membuat Serum nya dan kini sedang di produksi secara besar-besaran oleh pemerintah kerajaan Inggris"


"Sekarang kau masih di London?" Tanya Citra dengan nada sedikit sedih.


"Aku sekarang berada di rumah kita di kaki bukit Bunga Merah" Jawab Denis yang langsung mendengar teriakan istrinya yang begitu gembira.


Sebagaimana dikatakan oleh Denis tadi, kini mereka bertiga memang telah sampai di rumah yang kemarin dulu di tempati oleh Denis dan keluarganya.


Sebenarnya denis ingin segera naik ke puncak bukit Ang-Hwa, namun saat dia masuk ke rumahnya di Tibet, Denis yang ingin mengambil beberapa barang miliknya dikagetkan oleh suara teriakan Melly.


Dengan segera Denis lari ke ruang tengah dimana Melly dan Robert berada.


Ternyata yang membuat Melly berteriak ketakutan adalah keluarnya seekor tikus got besar dari lantai rumah Denis yang berlubang karena retak.


Namun yang menjadi perhatian Denis bukanlah Melly yang sedang berjingkrak-jingkrak kegelian karena tikus yang ukurannya lumayan besar itu.


Namun dari lubang dimana tikus got keluar, tampak cahaya redup berwarna hitam dan berasap tipis.


Dengan segera Denis menuju ke dapur dimana cangkul kebunnya tersimpan dan begitu Denis kembali ke ruang tengah, dia segera menggali tepat di lubang tersebut.


Dengan agak bersusah payah Denis menggali, akhirnya dia mengenai sebuah batu, terus saja dia menggali sampai tampaklah sebongkah batu berwarna hitam mengkilat sebesar kepalan tangan bayi yang mengeluarkan sinar menyeramkan.


Cepat Denis berjongkok dan mengambil batu itu dengan tangannya.


Namun saat akan di pegang, terasa hawa panas yang begitu dahsyat di sekitar batu.


Akhirnya Denis pun mengambil batu tersebut dengan menggunakan cangkul dan segera dia masukkan ke ranselnya, lalu dia menutup kembali lubang galian itu seadanya dan segera menuju ke atas bukit setelah mengambil beberapa pakaian dari lemari.


Tak lama kemudian, tibalah Denis beberapa puluh meter dari gubuk tempat Han Lojin tinggal sementara bersama istri dan anak Denis serta ayah Citra.


Namun saat itu dia melihat Citra sedang menangis tersedu-sedu.


Citra yang melihat Denis telah tiba di tempat itu segera berlari menyongsong sang suami dan berkata,


"John, John sakit"


Denis dengan panik segera berlari kedalam gubuk, dia melihat putranya telah terlentang di atas meja bambu dengan wajah pucat dan tubuh membiru.


"kenapa dia, anakku kenapa seperti ini?" Teriak Denis sambil menangis menyaksikan anaknya yang sudah seperti tidak bernyawa lagi.


Rafly Sanjaya terdiam, begitu juga Citra. Namun dengan tenang Han Lojin berkata,

__ADS_1


"Coba semuanya tenang dan jangan panik"


Lantas Han Lojin pun bercerita.


Baru saja mereka makan bersama, John kecil pun ikut makan di suapi oleh kakeknya.


Lalu sebagaimana kita ketahui, Han Lojin menyuruh Citra merebus rempah-rempah pilihan yang lalu menerima telepon dari Denis suaminya.


Setelah Citra menutup telepon, dia melanjutkan rebusannya dan setelah selesai, Citra pun membawakan mangkuk rebusan ke depan yang begitu agak hangat, langsung di berikan kepada John kecil.


Rencananya, Citra akan menyusul Denis ke bawah bukit. Namun, beberapa saat setelah meminum ramuan misterius olahan Han Lojin, tiba-tiba John kecil berteriak dan langsung pingsan, nafasnya berat dan telah di urut oleh Han Lojin namun sia-sia.


"Aku tidak mengerti, kenapa dia bisa begini padahal ramuan ini dulu sering aku berikan kepada Ci Mei dan tak ada reaksi apapun" ucap Han Lojin heran.


Singkat cerita, Denis pun mengeluarkan serum M01 di bantu Robert, dia pun segera menyuntikkannya kepada John.


Saat itu John pun berteriak kesakitan dan jatuh bangun membanting-banting dirinya di lantai.


Denis tambah bingung, dia tidak tau harus bagaimana, sedangkan Citra masih terus menangis di temani Melly yang kini ikut menangis.


Selang beberapa saat kemudian, John segera terbaring dan membuka matanya.


Dia lalu bangun dan berlari memeluk ibunya yang segera memeluknya juga.


Denis yang masih khawatir segera memeriksa putranya yang kini telah sembuh seperti semula.


Denis, Robert dan Han Lojin saling bertatapan satu sama lain, mereka heran dan tidak tau mengapa bisa seperti itu.


Setelah John dibawa oleh Citra dan Melly kedalam kamar, Denis segera duduk dan bercerita kepada Han Lojin tentang asal-usul dan sejarah Denis terkena Virus Medulla yang ternyata menjalar juga kedalam tubuh John anaknya melalui penurunan Gen.


Mendengar penjelasan itu, Han Lojin pun menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu masuk akal, didalam tubuh John, ada dua macam Racun inti yang saling bertolak belakang sehingga malah tidak merugikan bagi Metabolisme tubuhnya".


Denis yang kini telah mengerti dan tau bahwa dalam Serum di Sabang dulu ada Racun yang sangat mematikan yaitu Apotoxin, segera mengangguk-angguk.


Selesai bercerita panjang lebar, akhirnya Denis mengeluarkan batu hitam aneh tadi dengan menuangkan dari tas ranselnya beberapa saat setelah memperkenalkan Robert sahabatnya kepada Han Lojin.


Denis berkata bahwa dia baru saja menemukan batu itu di rumahnya, saat itu, Rafly Sanjaya yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan kini berkata,


"Disaat terakhir, istriku berpesan, batu hitam milik John". kata ayah Citra kepada mereka.


Han Lojin segera mengambil batu itu dan ingin membawanya ke kamar, namun tangannya segera berasap setelah menggenggam batu.


Padahal Han Lojin adalah seorang yang mempunyai tenaga Shin-Kang dan Khi-Kang yang sangat besar namun dia pun merasa tidak sanggup memegang batu itu.


Tak lama kemudian, Citra keluar menggendong John bersama Melly, John yang melihat sebuah batu indah tergeletak di meja, segera minta turun dan berlari ke arah batu.


Langsung saja dia menggenggam batu dan menyembunyikan tangan di belakang badannya.


Denis yang ingin mencegahnya kini tertegun melihat John tidak kesakitan ataupun berteriak saat menggenggam batu tersebut.


Akhirnya, Han Lojin yang mengangguk-angguk segera tertawa dan begitulah kisah John kecil yang suatu saat nanti akan menggegerkan dunia.


Kurang dari 3 tahun kemudian, saat usia John mencapai 5 tahun, Han Lojin berpamitan kepada Denis, Citra dan Rafly Sanjaya untuk menuju ke puncak gunung Mooji (Muji) di deretan pegunungan Himalaya dimana dia telah lama bertapa mengasingkan diri dalam melatih ilmu beladiri.

__ADS_1


Tak ada yang berbeda dari penampilannya kecuali kini ada anak lima tahun yang memegang tangan Han Lojin dan ikut ke kediamannya di Himalaya (tempat kediaman salju).


BERSAMBUNG ...


__ADS_2