
Sore hari itu, tampak ramai orang di pulau berjarak 7 kilometer dari daratan besar di pantai Florida.
Terlihat Rooney dan Tuan Liu beserta istrinya sedang menyambut 11 ilmuan dunia yang sengaja dikumpulkan oleh Malech Mechiah yang menjadi pemimpin IAG di samping Nyonya Liu dan suaminya.
"Selamat datang Profesor sekalian, mari silahkan masuk," Sambut Nyonya Liu dengan senyuman genit.
Mereka semua dibawa ke sebuah ruangan yang luas dimana terdapat bermacam alat yang telah di susun sedemikian rupa oleh para bawahan Nyonya Liu.
Beberapa saat mereka semua duduk mengelilingi meja besar, tampak hadir Menteri Pertahanan yaitu Tuan Malech bersama orang kepercayaan yang menjabat sebagai petinggi IAG sekaligus Wakil Menteri Pertahanan.
"Tujuan kami mengundang Tuan Tuan kemari adalah untuk merencanakan Projek Reboisasi besar besaran tanpa memerlukan kerja keras." Seru Tuan Malech yang berwajah khas dan berbadan perkasa.
"Apakah maksud Tuan Menhan kita akan menciptakan alat pemusnah massal itu lagi?" Tanya seorang Profesor yang dulu pernah bekerja sama dengan Menhan Israel itu.
"Setiap tujuan besar pasti akan memakan korban Profesor White. Coba pikirkan, apakah artinya jutaan manusia demi kelangsungan hidup bangsa manusia."
"Saya setuju Tuan Malech dengan tujuanmu, hanya caranya saja yang masih membuat saya berpikir dua kali." Ucap Prof White serius.
"Lalu apa solusinya darimu Profesor?" Tanya Tuan Malech.
"Menurutku, lebih baik Reboisasi dilakukan secara manual sambil memupuk kesadaran kepada masyarakat dunia untuk bahu membahu menjaga tanaman."
"Hal itu akan memakan waktu puluhan tahun, berapa banyak manusia yang harus mati kekurangan oksigen jika kita menunggu selama itu?" Kini suara Tuan Malech terdengar lebih keras.
"Terserah padamu Tuan, aku hanya mengusulkan. Jika kalian melanjutkan Projek ini, terpaksa aku tidak ikut." Seru Tuan White yang kini bangkit berdiri meninggalkan mereka.
Atas isyarat Tuan Malech, Profesor White di hadang di pintu masuk oleh para bawahan mereka.
"Sayang sekali Tuan White, kau keras kepala seperti paman dan sepupumu. Kurung dia bersama pamannya." Perintah Tuan Malech.
Melihat kejadian yang menimpa Profesor Luke White Hawk, Para Profesor lainnya terpaksa bekerja mulai hari itu di awasi langsung oleh Tuan Malech dan Nyonya Liu.
Rooney yang menjadi kepercayaan Nyonya Liu di suruh memperkuat penjagaan dimana The Black Man telah mereka tawan di bawah Hotel yang dulu menjadi milik Charlie Sung.
.---***---. .---***---. .---***---.
Di ruang bawah tanah, John dan Senator Samuel serta Kek Meshach telah mengatur strategi untuk keluar dari tempat itu.
Karena satu satunya jalan hanya melalui Lift, terpaksa mereka bersabar sampai penjaga mengantarkan makan malam.
Baru saja matahari terbenam, terdengar langkah banyak orang menuju ke ruangan itu. Saat pintu dibuka, John segera mencelat keluar dengan seragam hitamnya dalam wujud The Black Man.
Semua yang berdiri di pintu rebah termasuk Prof White. John yang rencananya akan menunggu makan malam diantar dan menarik tangan penjaga, melihat kesempatan pintu dibuka sangat bersyukur.
Kini dengan pukulan dan tendangan, para anak buah penjaga rebah malang melintang.
__ADS_1
John sengaja tidak membunuh mereka, hanya menotok, melumpuhkan dan membuat pingsan para pengeroyok.
Rooney yang kini tampak berlari menuju ke Lift, segera di hadang oleh The Black Man yang telah berada di depannya.
Setelah selesai menjatuhkan semua lawannya termasuk Rooney, The Black Man mengajak Senat Sam dan Kakeknya yang kini telah mengajak pula Profesor Luke menuju keluar.
Dalam hatinya, John berkata. Jika John tau penjagaan "ketat" yang disiapkan mereka hanya seperti itu, tentu sudah dari hari pertama John kabur dari situ.
Dia tidak tau bahwa selama ini penjagaan sangat ketat disiagakan. Hanya karena hari itu hari pertama projek mereka dimulai, maka bawahan lainnya sebagian masih di sana dan sebagian masih dalam perjalanan menuju ke tempat mereka disekap.
Setelah mereka berempat melarikan diri lewat belakang hotel, John menggandeng Kakeknya membawa terbang ke atap dan kemudian kembali turun menggandeng Pak Samuel dan Prof White di kiri kanannya untuk kemudian di bawa terbang ke atap hotel.
"Benar benar suatu penemuan yang luar biasa." Seru Profesor dan Kek Meshach bergantian.
Atas permintaan John, Samuel dan Luke memeluk John erat erat yang membawa terbang mereka berempat menjauhi hotel dimana banyak anak buah Nyonya Liu yang telah mengepung mereka dibawah dan sebagian ada yang menuju ke atas.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, kini mereka berhenti di pinggir hutan terlarang. The Black Man yang kini telah berganti ke wujud John, memanggil Taxi.
Setelah mereka naik, segera mereka menuju ke pinggiran kota di Ohio.
Setengah jam kemudian, mereka berempat sampai di tempat tujuan.
"Dedi,,," Seru Barbara yang melihat beberapa orang turun dari Taxi.
"Barbara, ah,,," Sepasang ayah dan anak itu kini berpelukan seraya bertangis tangisan.
John, Kek Meshach dan Luke kini masuk keruang depan, setelah mereka duduk segera terjadi percakapan antara mereka bertiga.
"Ah Paman, kami pikir selama ini kau sudah..."
"Bagaimana kabarmu Luke? Dulu kau masih kecil sekali," Sapa Kek Meshach seraya tersenyum memegang bahu Luke.
"Dulu Paman pun terlihat muda sekali. Hahaha," Balas Luke yang masih sempat bercengkrama dalam keadaan mereka yang baru saja lepas dari bahaya besar.
"Kenalkan, ini adalah,," Seruan kakek tua itu langsung di potong oleh Luke.
"Aku sudah tau Paman, Dia adalah The Black Man, siapa tak mengenal pahlawan perkass,,,ssa, Hei,,," Luke kaget ketika memperhatikan wajah John tanpa topeng.
"Hahaha, dia keponakanmu Luke, putera Denis."
"Ahhh,,, maafkan aku Paman, aku sungguh tak tau kalau The Black Man yang membuat dunia gempar itu adalah cucu Paman sendiri." Ucap Luke.
John segera menyalami dan memeluk Luke. Hatinya terasa haru bahwa ayahnya ternyata mempunyai keluarga yang sangat banyak dan hebat hebat.
Hampir semua teman dan keluarga ayahnya adalah Profesor.
__ADS_1
"Ceritakan tentang mu ... Anakku," Seru Luke yang belum mengetahui nama pemuda tampan itu.
Kembali John menceritakan tentang dirinya, asal usulnya dan semua keadaannya seperti pernah diceritakan sebelumnya kepada Kek Meshach di penjara bawah tanah.
Mendengar kisah John panjang lebar, Profesor Luke sungguh kagum dan iba kepada keponakan nya satu ini.
"Paman, John, semalam aku baru saja di ajak kerjasama oleh Malech, mereka masih melanjutkan projek keji yang dulu itu Paman. Ketika aku mengetahui bahwa undangan itu adalah untuk mengerjakan Projek Otu maka aku pergi dari sana dan saat itulah aku di tangkap untuk disekap bersama kalian."
"Sebenarnya Projek itu telah lama dirancangnya Profesor, saat aku pertama kali menjadi Anggota IAG terpilih dari Amerika, aku telah di ancam agar mengikuti semua permainan mereka. Karena aku membangkang, maka istri dan putra ku tewas." Ucap Samuel Liden yang baru datang bersama Barbara.
"Aku telah dijelaskan hal itu oleh Senator, mungkin yang paling perlu mengetahui hal itu adalah John karena hanya kau harapan kami untuk menghancurkan kelompok brutal itu." Ucap Kek Meshach tenang.
Mulai lah Senator Samuel menceritakan asal permasalahan nya. Dulu, sebelum Malech Mechiah menjabat, Menhan Israel adalah Menhan Boaz Immanuel yang menjadi orang nomor satu didunia.
Saat itu Boaz mengadakan pertemuan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk membahas permasalahan yang semakin lama semakin urgent tentang Oksigen dunia yang semakin lama semakin menipis.
Akhirnya di tariklah kesimpulan bahwa lewat belakang layar, Negara Negara Adi Kuasa harus bisa menumpas Negara Negara kecil di wilayahnya masing masing dengan segala jalan.
Selain melakukan Hal itu, kelompok IAG dibentuk untuk mengawasi segala gerak gerik tiap Negara yang menyeleweng dari perjanjian PBB dan dibuat juga suatu badan penelitian yang harus menciptakan alat paling efektif untuk memusnahkan manusia secara massal.
Bermacam pendapat dikeluarkan dalam rapat pembentukan IAG. Ada yang mengatakan lepaskan saja Nuklir, buat perang dimana mana, adu domba antar Negara hingga membuat virus dan bakteri penyakit menyebar seolah olah terlihat seperti wabah mematikan yang tercipta dari alam.
Setelah semua Argumen dibuka kelemahannya, diambillah satu keputusan tentang penelitian ilmiah dimana dapat menciptakan hal hal baru.
Para ilmuwan pun berlomba memberikan kontribusi yang diadakan oleh tiap Negara. Yang paling mendekati dengan tujuan mereka adalah Projek buatan Profesor Meshach Black Hawk yang digarap melalui pemerintah dan Charlie Sung.
"Namun karena agaknya paman telah membaca gerak gerik mereka, maka Paman lebih dulu menyembunyikan hasil temuannya yang seperti ceritamu tadi John, membuat keluarga mu terlibat hingga The Black Man pun tercipta."
"Ketahuilah John, Pencipta Virus Medulla adalah aku, dengan penggabungan tenaga Prosesor Chip dan cairan serum anti Medulla yang digabungkan ke sebuah mesin yang kini masih berada di tangan Malech, maka kemusnahan massal dan Reboisasi besar besaran akan terjadi dalam waktu kurang dari dua tahun saja." Jelas Kek Meshach dengan wajah muram.
"Apa itu sebabnya kakek hingga kini belum mereka bunuh?" Tanya John heran.
"Ya John. Jika saja ayahmu mengetahui percampuran bahan bahan tersebut, tentu ayahmu pun tidak mereka bunuh." Jawab Kakeknya dengan suara menggetar.
"Ku pikir dulu Charlie Sung otaknya, ternyata dia hanya kaki tangan penjahat besar Malech," John berkata geram.
Melihat Senator Sam dan Prof Luke mengangguk angguk, Kek Meshach menggeleng kepala seraya berkata,
" Dalang sebenarnya bukan Malech, dia juga merupakan kaki tangan dari orang bernama Boaz Immanuel dan Asher Benjamin adik kandungnya."
"Acchhh,,," Tampak kekagetan dari wajah Prof Luke White dan Senator Sam.
"Bukankah Boaz Immanuel telah tewas dalam serangan ******* itu? Sedangkan Asher Benyamin hanya Wakil Menteri Pertahanan dan Wakil Ketua IAG." Tanya Senator Samuel Liden penasaran.
"Boaz Immanuel sengaja membayar orang melakukan penyerangan kepada dirinya sendiri dan Asher Benjamin pun sengaja ditempatkan sebagai wakil di sana sini agar mudah mereka berdua memantau dari luar dan dalam. Projek sebenarnya bukanlah di pulau milik istri Charlie Sung, akan tetapi mereka membangunnya di Tel Aviv, Ibukota Negara Israel."
__ADS_1
Penjelasan Profesor Meshach Kakeknya John mengakhiri percakapan mereka yang segera di undang oleh pihak Tuan Rumah Adik Senator Sam untuk makan menyantap hidangan bersama.
Bersambung