
Seorang pria berusia 31 tahun terlihat berjalan mendaki sebuah tebing curam. Telah 7 tahun dia terkurung di lembah yang sangat dalam itu.
John yang di sangka telah tewas, perlahan lahan mendaki tebing curam dengan hati hati sekali.
Sebenarnya dengan kemampuan yang di milikinya, dia dapat saja berloncatan dengan mudah di atas tebing tebing itu.
Selama ini John telah mencoba mengerahkan tenaga saktinya dari pusar, namun dia selalu saja pingsan dan terasa semakin sakit di dadanya.
Ilmu kesaktian yang dimilikinya dari Kakek Han dulunya ternyata tak mampu memunahkan racun dalam tubuhnya yang perlahan lahan telah menjalar.
Teringat kepada kata kata kekasihnya saat mereka di Tibet dulu,
"Kau pasti heran kenapa aku tidak di latih silat dan kungfu oleh Suhu, aku khusus di latih untuk dapat menyembuhkan luka racun yang mungkin saja akan menyerang balik tubuh mu jika kau dipengaruhi emosi berlebihan. Sistem saraf mu telah menyatu dengan racun yang kau warisi dari ayahmu. Kata guru jika hal itu terjadi, kau hanya mampu hidup paling lama delapan tahun. Itupun tanpa dapat menggunakan kekuatan sakti sedikitpun."
Mengenang perkataan kekasihnya yang mungkin saja sekarang telah menikah, John bertekad akan mencoba mendaki menggunakan tenaga kasarnya meski harus mati.
Saat itu, sudah sebulan dia mendaki perlahan lahan dengan pakaian The Black Man nya hanya dari kaki ke pinggang.
Baju dan penutup kepala yang tidak berfungsi lagi menjadi seperti ransel yang di ikat tali ke bahunya dimana terdapat bekas persediaan air putih dan buah yang kini telah habis sama sekali.
Karena waktu itu musim hujan, maka air minum masih ada sedikit di dalam penutup kepala yang menengadah ke langit itu.
Mungkin air itu pun hanya dapat bertahan dua hari saja jika dia menghemat meminumnya. John kini telah pasrah kepada Tuhan tentang nasibnya.
Bahkan dia telah terfikir, bagaimana jika benar dia tewas disitu. Apakah dia dapat menjumpai ayah ibunya? Kakek nenek nya? Guru serta keluarganya yang telah lebih dulu meninggal dunia? Entahlah.
Kembali John mendaki perlahan dengan berpegangan di atas batu batu meruncing yang timbul di lereng tebing itu.
Saat itu, John sangat kelaparan karena telah dua hari tidak memakan apa apa, hanya air saja yang masuk ke perutnya meski kadang dahaganya saja tidak terpuaskan oleh air yang diminumnya sedikit demi sedikit.
Pohon kecil dan sedang yang tumbuh di permukaan tebing curam itu masih sangat jauh terlihat di atas. Untuk kembali ke bawah dimana terdapat pepohonan yang bisa dimakan daunnya butuh waktu setengah hari.
Sambil berdoa, John merangkak hingga dia hampir tiba di permukaan datar seluas satu meter dengan permukaan gersang.
Saat akan mencapai permukaan itu, John yang memaksa tenaganya tergelincir akibat tidak melihat batu pijakan kaki kanan dengan cermat membuatnya terjatuh terguling belasan meter hingga tangannya yang kuat dapat meraih kembali batu panjang menonjol.
Akibat insiden kecil itu, seluruh persediaan air minum habis tumpah tak bersisa sedikitpun. Dalam hatinya berkata, Jika saya aku tau air akan tumpah, maka pasti akan di minum nya habis dari tadi.
__ADS_1
John juga seperti kita dan manusia lainnya yang akan berandai andai dalam keadaan terjepit masalah. Seseorang yang sakit parah akan berandai andai jika dia sembuh.
Seorang yang tidak tahan dengan kemiskinannya akan berandai andai dengan kekayaan yang jika didapatkan, akan begini dan begitu.
Pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa berandai andai tidak akan ada gunanya sama sekali. Begitu juga John yang menyadari bahwa dirinya tak akan sampai ke dataran atas jika terus berandai andai.
Setelah secara susah berusaha mendaki belasan meter ke atas, John yang agak nya telah putus asa merebahkan tubuhnya di atas tempat datar yang hanya semeter itu dan memejamkan matanya menunggu ... kematian.
Sambil perlahan tertidur, John seakan kembali mendengar sayup sayup pesan dari Gurunya,
"Hanya tunduk dalam penyerahan sepenuhnya kepada Tuhan yang akan membuat kita selamat dunia akhirat." Dan dia pun tertidur dengan napas yang teratur.
Kelelahan raga dan jiwa tak lagi mengusik rasa takut nya akan kematian jika terguling dari tempat itu kembali ke dasar tebing dalam keadaan hancur.
.---\*\*\*---. .---\*\*\*---. .---\*\*\*---.
"Kenji, apakah kau tidak mengetahui dimana jasad gurumu?" Tanya Prof Li yang melihat pemuda tampan berkepala botak yang memakai baju hitam seperti The Black Man dengan garis putih di bagian depan yang memanjang dari kedua bahu hingga ujung sepatu di kakinya.
"Tidak Kek, aku sudah bertanya dimana The Black Man berada, tapi tak satupun tau tentang Suhu." Jawab Kenji yang duduk di samping Sarah.
Setelah lama mereka terdiam, Prof Meshach bertanya,
"Ah, benar juga Kek, bagaimana aku begitu bodoh. Aku akan kembali ke sana malam ini juga."
Ketika malam telah tiba, terlihat meluncur sosok hitam seperti The Black Man dari pohon buatan besar di belakang rumah.
Garis putih di dada Kenji hingga ke kaki nya terlihat suram dalam kegelapan malam. Hanya butuh waktu sejam saja Kenji telah berada di atas tempat besar seperti stadion bola kaki yang diterangi cahaya terang di seluruh ruangannya.
Dengan menekan tombol di dekat telinga, Kenji melihat ke dalam bangunan dengan kaca kecil menutupi matanya yang bersambung ke penutup hidung nya bersambung ke dagu dan terdapat lubang dari bawah hidung dan mulut yang memperlihatkan kulit putih Kenji.
Ketika melihat seorang pasukan penjaga yang sedang tertidur di sebuah ruangan sudut komplek besar itu, Kenji segera meluncur perlahan ke arah itu.
Dengan kecerdikan luar biasa, akhirnya Kenji dapat masuk ke bangunan tersebut melalui atap tebal yang dibolongi dengan sinar laser panas yang keluar dari kaca penutup matanya.
Baju seragam yang dipakai Kenji ini memang jauh lebih sempurna dari yang di pakai John yang hilang 7 tahun lalu.
Seragam dari bahan yang sama namun dengan program yang jauh lebih canggih. Jika baju John tak ada motif sama sekali, Seragam Kenji mempunyai motif indah di pinggiran badan dan juga memiliki garis putih selebar kurang dari dua inci.
__ADS_1
Garis yang tampaknya putih bersih itu adalah penangkap sinar tenaga surya yang dapat menambah kekuatan Mikro Chip di siang hari dan dapat menyimpan tenaga hingga tahan untuk 13 jam lebih.
Garis itu akan bersinar terang di siang hari dan jika disinari lampu akan berwarna putih sedikit suram. Namun jika berada dalam keadaan gelap gulita, garis terang itu akan meredup hingga berwarna kelabu suram.
penutup kepala di seragam The Black Man dulu hanya menutupi bagian bawah mata dengan kaca berbentuk kacamata bulat memanjang kesamping. Sedangkan seragam Kenji sekarang mempunyai kaca yang datar dan kecil memanjang hingga ke samping telinga di mana terdapat tombol yang sangat kecil sedikit menonjol sebanyak 6 di kiri dan 6 di kanan.
Ada berbagai macam fungsi dua baris tombol tersebut yang masing masing berbeda kegunaannya.
Tombol pertama di kanan untuk melihat menembus semua barang, sedangkan tombol sebelah nya pengatur fokus jarak jauh dekat dan juga area tembusan nya.
Tombol sebelah kanan di bawahnya adalah pengendali senjata yang dapat menyerang dari punggung dengan peluru halus bertenaga ledak normal jika menabrak target.
Tombol sebelah kiri yang pertama adalah telapak sepatu yang bisa terbuka memunculkan baling baling kecil untuk menyelam, dua tombol lain di sampingnya mengatur arah putaran baling baling ingin mendorong atau menarik tubuh di dalam air.
Tombol itu pun bisa di gunakan di udara untuk membantu menambah kecepatan turbo mesin tipis di punggung Kenji di udara juga dapat membantu pengereman tiba tiba di udara.
Sedangkan tombol kiri sebelah bawah adalah serangan laser yang berfungsi menghantarkan panas ribuan derajat yang keluar dari kaca yang apabila digunakan, mata akan di lindungi oleh lensa bagian dalam sehingga mata hanya melihat target dari layar penutup laser tersebut.
Dua tombol kecil halus lainnya mengatur jarak jauh dekat serangan laser super panas yang juga bisa di atur berapa suhu panas yang di inginkan.
Itulah kelebihan Seragam yang dipakai Kenji memasuki kamar pria setengah tua berseragam militer hijau coklat tua yang tertidur dengan pakaian lengkap.
Setelah berhasil membuka genteng besi dengan sedikit suara, Kenji segera meloncat turun mencengkeram pria itu.
"Tunjukkan dimana terakhir kali Black Man berada tujuh tahun lalu." Ancam Kenji sambil mencengkeram kencang leher belakang prajurit paruh baya itu.
"Aku tidak,"
"Kalau kau tidak tau, kau dan keluargamu akan mati." Seru Kenji mengancam.
"Aku tau, aku ta,, tau tem,, patn,,nya," Baru saja menyelesaikan kata katanya, Kenji swgera membawa nya terbang keluar melalui lubang Semeter persegi yang di buat Kenji tadi.
Dengan teriakan ketakutan, pria itu segera dibawa ke arah Provinsi Hunan di Kota Changsha.
Karena beberapa kali melawan yang membuat Kenji sibuk juga, kadang terpaksa mendarat, kadang Kenji harus membawa nya ke wc bahkan pernah jatuh ke laut yang membuat lelaki itu hampir tewas tenggelam.
Karena melalui perjalanan yang sukar dan penuh rintangan, ketika senja barulah Kenji tiba di Kota Changsha.
__ADS_1
Bersambung ...